
"Kalau Reina udah ingat semua hal tentang kamu,kamu masih berharap sama dia?"tanya Dania nanar
Azka terhenti,jantungnya seakan berhenti berdetak seketika.Tingkahnya menjadi gelagapan.
"Kamu ngomong apa sih."ucap Azka mengalihkan obrolan.
"Jawab aja,aku mau jawaban jujur."desak Dania.
"Aku gak tau,please jangan tanya macam-macam,saat ini aku lagi coba Nerima kamu,aku lagi berusaha ngelupain Reina,puas?"tanya Azka dengan nada tinggi.
Dania sedikit tertegun,selama ini meskipun Azka begitu dingin kepadanya,Azka belum pernah sama sekali memarahi dirinya.Namun sekarang,lihatlah.
Azka yang melihat hal itu menjadi gundah,matanya menatap Dania dengan penuhi penyesalan.
"Maaf aku ngebentak."ucap Azka membuka suara.
"Lupain soal Reina,aku sekarang udah jadi milik kamu, begitupun Reina,dia sudah punya Jackson."jelas Azka
"I love u...soo much...i really really love you."ucap azka sembari memeluk Dania.
Dania yang mendapatkan pelukan merasakan ketenangan menjalar dari tubuhnya, mengalir bagai air sungai.
*****
"Aku pergi jenguk Dania dulu ya."ucap Reina
"Kamu sama jelly bisa jaga cafe?"tanya Reina
Jackson hanya mengangguk, mengiyakan titah Reina, kebetulan hari ini hari Minggu,jadi jelly bisa bantu-bantu di cafe full,Reina pergi dengan membawa bingkisan makanan ringan untuk ia berikan kepada Dania.Tentu saja ia ingat makanan kesukaan Dania,saat ini ia telah mengingat semua kenangan yang dulu pernah ia lupakan.
Reina memacu motornya, membelah jalanan kota yang sibuk dan macet,di hari Minggu banyak sekali orang yang keluar,untuk bermain tentunya.Setelah 15 menit Reina sampai di rumah Dania, lagi-lagi ia tahu kediaman Dania tanpa Dania kasih tahu,buat apa?toh dia sudah ingat semuanya.
"Permisi..."ucap Reina menakan bel pintu rumah.
Pintu terbuka, menampilkan ibu Dania yang sibuk dengan celemeknya,dengan mengomel ibu membuka pintu.
"Udah tua bukannya berhenti minum coffe malah makin jadi."tentu saja Omelan itu ia tujukan untuk suaminya.
"Eh Reina,maaf ibu ngomel-ngomel."ucap ibu tersenyum malu
"Dania nya ada Bu?"tanya Reina sopan
Baru saja ibu hendak membuka mulut,namun suara ayah dari belakang memberhentikan ucapan ibu.
"Siapa Bu?"teriak ayah.
"Anu...ini... Reina."ucap ibu gugup.
Reina yang melihat tingkah ibu Dania gugup merasa aneh,hey ada apa ini sebenarnya.
"Suruh masuk aja."ucap ayah
"Mari masuk Reina,Dania ada di kamarnya."ucap ibu mempersilahkan Reina masuk.
Reina hendak mencium tangan ayah,namun Ayah menepis nya dengan kasar,berlalu meninggalkan Reina yang masih terpaku akan sikap ayah sahabatnya itu.
"Yo Dania..."teriak Reina di depan pintu kamar Dania.
"Eh siapa? Reina?ayo masuk."ucap Dania.
"Ya elah,lu sakit?apa?demam?"tanya Reina menaruh bingkisannya di nakas samping Dania, tangannya sibuk mengecek dahi Dania.
Dania yang melihat itu merasa aneh sekaligus canggung, padahal selama Reina hilang ingatan Reina tidak pernah segila ini,apa jangan-jangan ingatan Reina sudah kembali? begitulah pertanyaan yang berkecambuk di pikiran Dania.
"Ngapain bengong,ini gua Reina."ucap Reina tersenyum
"Lu?"
"Iya gua udah inget semuanya."ucap Reina sekali lagi
Dania yang merasa senang,lantas bangkit dari tempat tidurnya dan memeluk Reina dengan erat.
"Lu cepat sembuh ya,biar pernikahan lu sama Azka bisa cepet."ucap Reina
Mendengar hal itu Dania melepaskan pelukannya, kembali terduduk di ranjang dengan Reina di sampingannya,matanya memandang Reina dengan penuh arti.
"Lu masih suka sama Azka?ingatan lu kan udah kembali."ucap Dania
"Sampai kapanpun,gua gak akan suka lagi sama Azka,mana mungkin gua tega ngelakuin itu kepada lu,lagian gua kan udah ada Jackson."ucap Reina menenangkan Dania.
Dania masih menatap Reina dengan nanar,menatap manik mata sahabatnya itu, mencari kebohongan sahabatnya,namun nihil sahabatnya sangat jujur.Dania menarik nafas lega.
"Gua percaya sama lu,tapi nggak sama Azka."ucap Dania
Mereka berdua tertawa bersama, menghabiskan cemilan yang tadinya untuk Dania,serta bercerita masa lalu mereka dengan bahagia.
*****
Tring...
Bel di atas pintu berbunyi, menandakan kalau ada seseorang yang datang.
"Iced Americano satu."ucap Azka
Namun barista yang datang bukan Reina, melainkan Jelly.
"Reina mana?"tanya Azka heran
"Lagi jenguk kak Dania."Ucap Jelly sopan
Azka hanya mengangguk,mulai menyeruput coffe yang ada di hadapannya.
Tring...
Suara bel di atas pintu Terdengar lagi, menampilkan Reina yang memasuki area cafe dengan bahagia.
"Jelly, Jackson mana?"tanya Reina mengobrak-abrik tasnya.
"Keluar dulu kak,katanya mau beli sesuatu."jawab Jelly
Azka yang melihat kehadiran Reina lantas melirik ke arahnya,mata mereka bertemu,mereka saling kikuk satu sama lain.
Reina berjalan,namun lantai didepannya basah,karena baru saja jelly pel, sedangkan Jelly sedang pergi ke wc untuk membuang air bekas pel.
"Ahh..."Reina hendak terpeleset namun tidak jadi, tubuhnya tertahan oleh dua tangan pria,ia menatap ke arah pria itu,dan ya itu Azka.Bertepatan dengan itu bel di atas pintu berbunyi, menampilkan Jackson yang membawa bucket bunga mawar merah.
Melihat ke arah Reina dan Azka,wajahnya memanas,ingin rasanya ia memukul Azka saat itu juga,apakah tidak cukup dia berpacaran dengan seorang model terkenal saja?Azka dan Reina yang melihat ke arah Jackson langsung menghentikan adegan itu, Reina berdiri lantas mengucapkan terimakasih kepada Azka,Reina menghampiri Jackson dengan menepuk-nepuk tangannya sedikit,menarik Jackson ke belakang.Saat melewati Azka Jackson masih menatap Azka dengan tatapan yang kesal.
"Kamu salah paham."jelas Reina membuka suara.
"Aku liat pake Mata aku sendiri."elak Jackson bebal.
"Iya tapi ceritanya bukan begitu,tadi aku hampir jatuh terpeleset, beruntung Azka tolong aku."Jelas Reina
"Gak boong?"selidik Jackson
"Ya udah kalau kamu gak percaya."Ucap Reina membulatkan bibirnya.
"Syukurlah kalau emang gitu."ucap Jackson menghembuskan nafasnya,karena ternyata dugaannya salah.
"Ini bunga,buat kamu."Jackson menyodorkan bucket bunga mawar yang cantik ke arah Reina.
Namun Reina masih kesal,ia tidak menanggapi Jackson, Jackson yang merasa bersalah lantas mengeluarkan sebungkus coklat dari sakunya.
"Kalau kamu maafin aku,makan coklat ini."ucap Jackson
Siasat Jackson berhasil, Reina memakan coklatnya dengan rakus,hey wanita mana yang menolak saat diberikan coklat kesukaannya.
Reina memberikan senyuman terbaiknya ke arah Jackson.
"Iya aku maafin,makasih."
Jackson yang merasa gemas mengusap puncuk rambut Reina dengan penuh kasih sayang.
*****
"Ahh..."Reina terjatuh karena lantai yang basah,namun sebelum terpeleset Reina ditolong oleh Azka,tangan Azka memegangi pinggang Reina,saat Reina menatap mata mereka berdua bertemu.
Desiran angin sejuk masuk menusuk kedalam hati Azka, merasakan getaran yang sama seperti dulu.
Cekrek...
Sudut kamera menangkap adegan yang baru saja terjadi,sosok pria dengan pakaian serba hitam berdiri diseberang cafe Reina.
TBC
jangan lupa votemen
kirim kritik dan saran ya..
salam hangat dari aku 🖤🖤❤️
happy reading....