LOST

LOST
Ingatan



"Aduh maaf,jadi ngelantur."Ucap Reina


Pria tersebut hanya tersenyum sungkan.


selang tak lama kemudian,pria itu undur diri, meninggalkan Reina yang duduk sendiri lagi, dari kejauhan Dania dan Azka mengintip,lantas mulai menghampiri Reina,bertanya,apakah mereka berhasil,tidak meraka gagal,Reina sudah buta oleh cinta ia tidak bisa berpaling darimu masa lalunya, bahkan saat ini mungkin ia tak rela dengan sahabatnya.


...----------------...


Sepulang ke rumah,Reina mulai merebahkan badannya di atas kasur,satu tangannya ia taruh di atas kepala dan tangan lainnya ia taruh di atas perut,tak lama kemudian Reina pun terlelap dalam tidurnya.


...----------------...


"Akh.."Jerit Azka di kamarnya


Sontak ibu yang mendengar teriakan Azka pun pergi menghampiri Azka,ia sangat sedih,melihat kondisi anaknya yang seperti ini,di ambang pintu ibu hanya bisa menitikkan air matanya,lantas dengan cekatan ia mengambil obat dan memberikannya kepada Azka.


Azka sudah mulai membaik,sudah beberapa hari ini setiap malam kepala Azka terasa sakit,seperti ada ratusan jarum yang menusuk tengkorak kepalanya,setiap dia merasa sakit ia meminum obat dan selalu dihantui bayangan masa lalu miliknya,perlahan setiap harinya ingatan Azka mulai kembali.


"Bu, Rei siapa?"Tanya Azka.


Deg...


Jantung ibu berdegup kencang,kenapa,kenapa Azka bisa mengetahui nama wanita sialan itu,apakah obatnya sudah tidak berfungsi lagi?bebagai pikiran berkecambuk di dalam kepala ibu.


"Rei?siapa? teman?ketemu di mana?"Tanya ibu


"mimpi"jawab Azka


"Itu hanya halusinasi nak,efek obat."bohong ibunya.


...----------------...


keadaan Azka sudah membaik,ia merasa jenuh di dalam kamar,hanya memandang dinding dan pajangan saja,dengan cepat Azka memakai sweater tebal,ia berencana pergi ke taman kota untuk mencari udara segar,tak lupa ia meminta izin kepada ibunya.


...----------------...


Reina terbangun dari tidurnya karena merasa ada yang janggal di hatinya.


"Ujang,teteh mau jogging di taman."Ucap Reina


"ok teh".


Reina pergi menuju taman kota,jarak dari rumah Reina menuju taman kota tidak begitu jauh hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit.


Di kegelapan jalan yang hanya di terangi beberapa lampu,Reina tengah asyik jogging,tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak,ia tidak tahu kenapa,langkahnya terhenti saat melihat ada segerombolan pemuda menghalang jalannya Reina.


Salah seorang pemuda mulai menghampiri Reina,diikuti dengan pemuda lainnya.


"Hai cantik, malam-malam gini kok sendiri?"Tanya salah seorang pemuda.


"Mau jogging."jawab Reina ketus.


"Ikut dong."Ucap salah seorang pemuda


"Ayok."Ajak Reina.


...----------------...


Azka memacu motornya dengan pelan,itu sengaja di lakukan agar ia bisa menikmati segarnya angin malam.Tak lama kemudian motor Azka terhenti ia melihat ada perempuan yang diikuti segerombolan pemuda.Dengan cepat Azka memarkirkan motornya lantas berlari hendak menolong wanita itu.


"Woy."Teriak Azka


"Beraninya sama perempuan."Lanjutnya


Bugh..


Azka memukul satu pemuda sampai ia pingsan,ke-enam pemuda yang tadinya mengikuti Reina lantas berbalik arah meuju Azka.Saat ini Azka sedang di lingkari.


Bugh...


Satu pukulan mengenai Azka.


Bugh..


Azka balik menendang.


Kini tersisa 3 orang pemuda yang tengah sibuk melawan Azka,Azka nampak sudah mulai kelelahan,kakinya sudah tidak kuat menendang bahkan tangganya tidak bisa menangkis lagi.


Bugh...


Buk...


Satu tendangan mengenai kakinya.


Dugh...


Satu pukulan mengenai pipi Azka.


Azka terduduk lemas.


Dugh..


Satu pemuda jatuh terkena tendangan Reina,dibelakang sana Reina tengah siap dengan posisinya,Dengan cepat 2 orang pemuda yang tersisa dapat Reina kalahkan.


Reina menghampiri Azka.


"Ikut campur sih Lo,jadi gini kan."ucapnya


Reina membopong Azka menuju tepian,ia mendudukkan Azka, begitupun dirinya yang kini tengah terduduk kelelahan.


"Ahk.."Azka meringkik memegangi kepalanya,rasa sakit di kepalanya kambuh, Reina yang kebingungan hanya bisa memenangi tubuh Azka,ia tidak tahu hal apa Yang menimpa Azka saat ini.


Splash....


Kembali lagi Azka memasuki ruangan putih yang di penuhi dengan banyak cermin,salah satu cermin menampilkan seorang anak kecil yang tengah terdesak saat ini,ia tengah dirundungi oleh temannya.


"Itu gua?"Batin Azka


Flashback..


"Ah, ampun."Teriak anak itu


Dugh.


Tendangan dan pukulan semakin menjadi menghampiri Azka kecil yang tengah meringis kesakitan.


"Woy."Teriak anak kecil perempuan


"Lawan gua sini."Teriaknya


3 orang anak kecil pria yang tengah merundungi Azka berbalik menuju perempuan kecil itu, Satu pukulan hampir mengenainya,namun dengan cepat perempuan kecil itu menangkisnya,dengan mudah perempuan kecil itu menendang telak 1 anak kecil lantas membuatnya terjatuh.


"Pergi."Bentak anak wanita tersebut


Anak wanita itu mendekati Azka kecil yang tengah meringis kesakitan,dengan ramah anak itu menyodorkan tangannya hendak membantu Azka kecil,lantas Azka kecil pun menerima uluran tangan anak perempuan itu dan tersenyum.


"Makasih ya."Ucap Azka kecil


"iya sama-sama,ouh nama kamu siapa?"Tanya anak kecil wanita itu


"Azka,kamu?"ucapnya


"Leina, panggil aja ley."Ucapnya


"Ouh namanya leina ya."ucap Azka


"Bukan leina tapi leina, pake l bukan l."ucap Reina kecil


Nampaknya Reina kecil masih cadel saat ini,hari itu pun mereka habiskan dengan memperdebatkan nama asli Reina,leina atau leina.


Sejak hari itu Azka kecil dan Reina kecil mulai berteman,saat Azka sedang dirundungi lagi Reina selalu datang membantunya,begitupun juga sebaliknya,saat Reina di katain cadel Azka akan menjadi garda terdepan untuk membela Reina.


"Azka.."Teriak Reina


Azka tersadar dari pingsannya,saat ini secara tidak sengaja wajah Azka dan Reina saling berdekatan,bertatapan,cukup lama mereka bertatapan sampai Azka tersadar dari lamunannya,tanpa Azka ketahui Saat ini wajah Reina bersemu merah, beruntung karena jalanan yang gelap wajah Reina yang bersemu merah jadi tidak terlihat.


Reina dengan hati-hati menggendong Azka menuju motornya,sebelum menaiki motor mereka berdebat kecil,memutuskan siapa yang akan mengendarainya,Reina bersikeras harus dirinya yang membawa motor karena Azka baru sadar saat ini.


...****************...


TBC...