LOST

LOST
Mimpi



"Apaan sih lu."ucap Reina tertahan


"Lepasin gua."ucap Reina geram


Azka melepaskan genggamannya,dengan wajah yang terlihat seperti bersalah ia berkata.


"Reina kan?"tanya Azka


Sontak pernyataan Azka itu membuat Reina kaget,dengan wajah bengong nya ia mematung.


"Tunggu,tau dari mana? jangan-jangan lu stalker."ucap Reina


"Nggak,bukan,ini gua Azka,masih ingat?"tanya Azka


Belum sempat Reina menjawab ketua kru sudah memanggil Azka untuk segera bergegas.


"Bentar,masih nyari toilet nih."teriak Azka


Azka lantas bergegas menuju toilet, meninggalkan Reina yang masih mematung linglung.


"Azka?siapa?"batinnya


Lamunannya buyar seketika setelah Jackson datang menyadarkannya.


"Hey,kok bengong."ucapnya


"Eh nggak papa."ucap Reina.


*****


Sesi pemotretan telah tuntas,kini para kru tengah sibuk membereskan kembali peralatan fotograper-nya,tak lupa mereka juga membayar tempat dan coffe yang Reina suguhkan.


"Gua yakin pemilik coffe shop ini Reina."batin Azka


"Babe,kenapa?"tanya Dania yang penasaran melihat tunangannya bengong.


"Gapapa."


"Terimakasih atas tempat dan jamuannya."ucap ketua kru.


"Sama-sama."ucap Reina dan Jackson bersamaan.


Saat semua kru hendak pergi,mata Dania tidak sengaja menangkap kehadiran Reina di sekitar sana sekilas.


"Bentar,itu Reina kan?"batin Dania


Setelah yakin dia hendak menyeru Reina,namun tertahan,karena dari tim model menyuruhnya bergegas naik ke Van mobil.


Di dalam Van mobil


"Babe,gak ada hal yang mau kamu omongin?"tanya Dania


"Eh?gak ada kok."ucap Azka berbohong


"Tentang pemilik cafe ini misalnya?."desak Dania


Azka hanya terdiam lantas mulai mengambil nafas panjang, mendenguskan nafasnya sejenak.


"Reina."ucap berdua nya bersamaan.


"Iya kan,aku yakin itu Reina."ucap Dania senang


"Tapi kenapa dia kayak gak kenal sama kita?"tanya Dania penasaran.


Azka hanya menjawab dengan menaikkan kedua pundaknya,menandakan kalau dia tidak tahu jawaban akan hal itu.


*****


Malam hari di kediaman Mamah Ujang,mereka tengah asik menikmati makan malam bersama,dengan menonton reality show yang sedang hangat ditonton belakangan ini.


Setelah mereka selesai dengan acara makan malam itu,Ujang dan Ray meminta izin untuk bermain keluar,entahlah mau kemana mereka.Tentu saja Mamah mengizinkan mereka pergi.


Di rumah kini meninggalkan Mamah dan Reina berdua yang tengah sibuk membereskan sisa makan malam, Mamah sibuk mencuci piring, sedangkan Reina sibuk membereskan meja makan.


Terlintas di pikiran Reina nama pria yang menabrak nya tadi "Azka."Ia merasa familiar dengan nama itu,namun ia tidak bisa mengingatnya.


"Tanya aja langsung teh."


"Azka itu siapa?"tanya Reina


Mamah terdiam sejenak, mencerna dan mulai menyusun kata-kata untuk menjawab pertanyaan Reina.


"Azka? Mamah gak tau tuh,emang kenapa?"tanya Mamah penasaran.


"Ouh, nggak Mah,tadi ada orang yang kenal ke Reina,terus bilang namanya Azka,tapi Reina gak tau siapa dia."jelas Reina


"Salah orang kali."


Reina hanya mengangguk lantas mulai tenggelam kembali dalam pekerjaannya.


Sesi beres-beres pun selesai, Reina masuk kedalam kamarnya,hendak menjernihkan pikiran nya, akhir-akhir ini pikirannya terasa berat,entahlah,seperti ada sesuatu yang menggangunya akhir-akhir ini.


Di dalam kamarnya, Reina terduduk menyenderkan punggungnya di dipan ranjangnya,ia masih terus berpikir tentang seseorang yang bernama "Azka" tadi.


Memang semenjak kejadian itu Reina mengalami amnesia global sementara,ia masih mengingat Ujang,Ray,serta mendiang ibunya,ia juga tau Mamah yang ada disini bukanlah ibu kandungnya.Namun entah kenapa Azka dan Dania luput dari kenangannya itu.


Masih dengan kecemasannya Reina terduduk,mencoba memikirkan kembali sosok pria bernama Azka,lelah bergelut dengan pikirannya itu Reina memutuskan untuk tidur,ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk,mencoba rileks, selang tak lama kemudian Reina sudah terlelap dalam tidurnya.


Splahshh...


Di depan sana terlihat kilatan cahaya putih yang cukup menyilaukan mata,Reina yang berdiri tidak jauh dari cahaya itu merasa penasaran lantas mulai menghampiri cahaya itu.


Saat Reina memasuki cahaya itu sosok azka menghampirinya,ralat bukan menghampiri dirinya,tapi menghampiri Reina yang ada di masa lalu.


Splash...


Ruangan putih berganti menjadi taman sekolah, Reina tahu itu adalah taman sekolah SMA,ia melihat dirinya dari masa lalu tengah berbincang dengan Azka yang bersifat dinginkan,lihatlah Reina masa lalu begitu riang menggoda Azka agar tidak bersifat dingin.


Splash...


Reina terbawa menuju taman,disana menampilkan dirinya dan Azka yang tengah asik memakan ice cream.


Splash..


Ruangan berganti lagi,kali ini Reina melihat dirinya yang dari masa lalu tengah terkapar di jalanan,darah mengalir dari tubuhnya,ia berteriak histeris menyaksikan dirinya yang tengah terkapar itu.


Selang tak lama kemudian pria yang bernama Azka itu datang, berteriak histeris menatap Reina dari masa lalu yang terkapar di tengah jalanan.


Ruangan berganti,kali ini Reina tengah berada di koridor rumah sakit,ia melihat Ujang adiknya dan seorang perempuan tua tengah menangis di depan salah satu kamar, Reina yang merasa penasaran mengintip seseorang di dalam sana dari jendela pintu.


Reina tersentak kaget, melihat dirinya tengah berbaring tak berdaya,melihat dokter keluar dari ruangan lantas berkata.


"Maaf tapi pasien mengalami amnesia."ucap dokter.


Sekali lagi Reina tersentak,bagai di sambar petir tubuhnya terjatuh lunglai,mulai menitikkan air mata saat melihat adiknya Ujang menjerit menangis.


Tidak mungkin, itulah yang ada di dalam pikiran Reina,jika dia amnesia kenapa dia bisa mengingat Ujang, Ray,mamah serta mendiang ibu-nya,kenapa ia melupakan yang lain, melupakan sosok pria bernama Azka itu,apa hubungan dia dan Azka di masa lalu, terbesit beberapa pertanyaan di dalam pikiran Reina, bercampur menjadi satu.


Splash...


Ruangan berganti lagi,kali ini Reina berdiri di hadapan keluarga yang tengah makan malam bersama,mereka tampak rapih,mungkin sedang ada acara resmi saat ini,batin Reina.


Tapi tunggu,ia sekali lagi melihat dirinya,ah tidak ia juga melihat sosok pria bernama Azka juga di sana,dia melihat dirinya dari masa lalu menahan tangis melihat sosok pria bernama Azka menyematkan cincin di jari manis wanita di hadapannya.


Tiba-tiba mata Reina berkaca-kaca, merasakan rasa sakit dan sesak di tubuhnya, Reina mendesah kencang mencoba mengalihkan rasa sakit itu.


Deg...


Reina terbangun di atas ranjang empuknya,bajunya basah di banjiri keringat,wajahnya pucat pasi,dia merasa bersyukur karena tadi merupakan mimpi saja,tapi bagaimana bisa mimpi sedetail itu.


Dengan nafas yang masih terengah-engah reina menuju kamar mandi,hendak membersihkan diri sembari mengganti pakaiannya yang di banjiri oleh keringat.


TBC....


Jangan lupa votemen


salam hangat dari aku