LOST

LOST
Bandara



"Itu...anu....itu Azka."lirih Dania


"Sebentar?Azka tunangan kamu?pria yang nyebelin itu?"tanya Reina


"Eh maaf bukan maksudnya aku bilang dia nyebelin..."


"Iya,dia emang nyebelin."ucap Dania mengepalkan tangannya membuat ekspresi lucu.


Melihat itu Reina terkekeh,disusul oleh tawa renyah Dania.


"Jadi aku sama Azka temenan dari kecil."ucap Reina.


"Bukan hanya temenan, dulu kalian saling nyimpen rasa."jelas Dania.


Degh....


Mendengar itu tubuh Reina menegang,bagai petir yang menyambar kata-kata itu berhasil membuat hati Reina sakit,entah kenapa secara tiba-tiba ia merasa bersalah.


"Maaf."ucap Reina


"Gapapa kok,gak perlu minta maaf,lagian itu kan masa lalu,sekarang kamu udah bahagia dengan Jackson, sebaliknya, Azka juga udah bahagia sama aku."ucap Dania


"Tapi....."


"Azka belum bisa lupain kamu,bisa kan kamu jangan terlalu dekat sama dia."lanjut Dania


Melihat ekspresi Reina yang kebingungan ia dengan cekatan menjelaskan.


"Ah,bukan maksud gua ngelarang kalian Deket lagi ya,tapi..lu tau kan Azka sama gua bakal nikah,jadi gua harap pernikahan itu bakal terjadi,kalau Azka Deket lagi sama lu,gua takut dia jadi goyah dan berubah."ucap Dania menitikkan air mata.


"Ah Dania.."ucap Reina menghapus air mata Dania menggunakan lap tangan.


"Iya aku ngerti kok,tenang aja aku gak bakal jaga jarak sama dia."ucap Reina mencoba menenangkan Dania.


"Makasih."ucap Dania bangkit memeluk Reina.


Setelah obrolan itu, Dania pergi,katanya sih ada keperluan lain,sedangkan Reina masih dengan lamunannya, sungguh ia tidak menyangka kalau dia dan Azka sudah kenal sejak lama.


"auch..."rintih Reina kesakitan.


Sekali lagi ia dibawa keruangan putih dengan penuh cermin disekelilingnya, Reina yang berdiri di tengah cermin itu tampak kesakitan,ia memegangi kepalanya dengan erat,menjambak rambutnya dengan kasar, berharap rasa sakit di kepalanya dapat di netral kan dengan rasa sakit itu.


Cermin mulai menampilkan masa lalu Reina,masa lalu saat Reina lahir,menyebut kata pertama dalam hidupnya "Ibu"lantas berlanjut menampilkan Reina yang belajar merangkak,belajar berjalan.


Ruangan putih itu berubah menjadi cerah, menampilkan Reina kecil yang bahagia bersama kedua orangtuanya,bahkan ia memiliki teman main baru,ya Azka kecil,mereka bermain bersama,terkadang mereka bertengkar,namun tak lama mereka kembali akur.


Ruangan berganti lagi menjadi warna pink cerah,kali ini cermin menampilkan saat Reina dan Azka merasakan jatuh cinta bersama,ternyata selama ini Reina tidak bertepuk sebelah tangan,dugaan nya terhadap Azka salah,mereka resmi berpacaran kala itu.


Ruangan berubah menjadi gelap,hitam legam di mana-mana,hanya cermin itu lah yang memancarkan cahaya.


Menampilkan kematian ibu,menikahnya ayah dan Mamah, menampilkan saat mereka berpisah, meninggalkan Reina dan Ujang berdua.


Kali ini, kenangan yang cermin tontonkan berhasil membuat Reina menitikkan air mata, cermin itu memperlihatkan saat Azka tertabrak mobil, memperlihatkan tangisan Reina yang begitu kencang, meraung-raung menyobek jalanan yang lengang.Sekali lagi cermin itu menampilkan saat Reina tertabrak oleh mobil,Kala itu giliran Azka yang menangis tak henti,melihat Reina yang bersimbah darah.


Splash..


Reina terbangun saat ada orang yang memanggil namanya.


"Kak... "


"Kak...Kak Reina..."teriak Jelly menggoyang-goyangkan tubuh lemas Reina.


Reina tersadar, sayup-sayup membuka matanya, merasakan tubuhnya yang lemas bersimbah keringat.


"Kakak kenapa?"tanya Jelly


Melihat Reina yang bengong tak membalas pertanyaannya, Jelly bergegas mengambil minum,lantas mulai meminumkannya kepada Reina.


Jelly membopong Reina menuju dapur untuk di dudukkan di sofa kecil.


"Kakak diem aja ya, tenangin diri,biar Jelly yang jaga cafe."ucap jelly tersenyum.


"Kalau ada perlu bilang jelly aja ya."ucap jelly sebelum meninggalkan Reina.


"Apa itu tadi?"batin Reina.


*****


Reina masih terdiam duduk dalam posisinya,ia masih syok merasa heran atas apa yang ia alami dama alam bawah sadarnya.


"Aku,berteman sama dia?"batin Reina


"Ah, bukan berteman saja ternyata."lanjutnya lagi.


tuut...


"Halo,siapa ya?"tanya Reina


"Siapa hayo,tebak?"tanya orang ditelepon


"Jackson,si tengil."balas Reina


"Yah gak seru,udah ketebak."ucap Jackson berdecak sebal.


"Tapi kenapa nomor kamu Indonesia?"tanya Reina heran.


"Yah ketahuan lagi,ok aku jujur,aku udah Sampai di bandara."ucap Jackson


Mendengar itu Reina bahagia bukan main,sejenak ia melupakan apa yang barusan terjadi padanya.


"Serius?bandara mana?"tanya Reina


"Bandara internasional di kota kamu."


"Aku kesana."ucap Reina seraya mematikan telepon.


"Yay ..."teriak Reina girang


Teriakan Reina membuat Jelly kaget, langsung ia menghampiri Reina di belakang sana,dengan muka cemas tentunya.


"Kakak,gapapa?"tanya Reina cemas.


"Jelly,kita tutup cafe,gak ada pelanggan lagi kan?"tanya Reina


Jelly yang merasa heran hanya bisa terdiam dan menjawab singkat.


"Pelanggan terakhir udah pulang barusan."ucapnya


Reina mulai menyambar tas miliknya, menghapus sedikit keringat yang tersisa,tak lupa ia juga menarik lengan Jelly dengan bahagia.


Jelly yang masih bingung hanya bisa mengikuti langkah Reina,masuk kedalam mobilnya.


Saat di dalam mobil wajah Reina tidak berhenti tersenyum bahagia,mobil mulai melaju memotong jalanan yang sedikit lengang tanpa kendaraan.


"Kita mau keman sih kak?"tanya jelly kepo


"Ke bandara."ucap Reina antusias.


"Tunangan kakak udah sampai di sini."lanjutnya


"Wah?kak Jackson udah nyampe sini?"ucap Jelly tak kalah antusias.


Reina hanya mengangguk hanya fokus ke jalanan,jujur ia sudah tidak sabar untuk melihat Tunangannya itu.


Sekitar 15 menitan,ia sudah tiba di bandara, langsung saja ia berlari menuju tempat kedatangan.


Melihat sekeliling mencari seseorang yang ia cari.


"Duar..."ucap Jackson mengagetkan Reina dibelakang.


Reina terlihat menjinjit karena kaget,ia memukul dada bidang Jackson dengan pelan,lantas mulai memeluk Tunangannya itu, menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria yang akan menjadi teman hidupnya.


"Aku kangen..."ucap Reina


"Kamu pikir aku gak Kangen?"tanya Jackson


Jackson memeluk erat Reina,mengelus rambut hitam wanita cantik yang ia cintai.


"Udah pelukannya?nanti lanjut di rumah aja."ucap Jackson tertawa


Mendengar itu Reina melepaskan pelukannya,ia baru ingat kalau ia juga mengajak jelly kesini.


"Ah,ada yang harus aku kenalin ke kamu,kamu pasti bakal kaget."ucap Reina


Ia berlari menarik lengan Jackson dengan antusias,setelah sampai di depan mobil,ia menyuruh jelly turun.


"Jackson,ini Jelly pegawai baru di cafe,ah tidak,mungkin calon adik ipar aku."ucap Reina tertawa renyah.


TBC....


jangan lupa votemen


kirim kritik dan saran


salam hangat dari aku,happy reading..