
Malam hari ini Reina merasa bingung,ia tidak tahu harus melakukan hal apa,ia berharap ingatan Azka tidak pernah kembali,tetapi sekarang takdir berkata lain.Selama 4 tahun ini Reina dihantui dengan rasa bersalahnya, apapun sudah ia lakukan, pergi ke psikiater,pindah rumah hingga ia mencoba melupakan kenangan nya dengan Azka.Hati nya bimbang,ia belum siap jika harus bertemu dengan ibu Azka,ia takut ibu Azka merasa terbebani atas kehadirannya di rumah Azka.
keesokan paginya Reina masih terbungkus dengan selimut ia masih merasa bimbang,di tengah bimbangnya itu bel rumah berbunyi.
"Ujang buka pintu."teriak Reina di kamarnya
"Sebentar."ucap Ujang
Pintu terbuka, menampilkan Azka dengan pakaian yang rapih.
"Reina ada?"tanya Azka
"Ouh ada a,di kamar, mari masuk."ucap Ujang
"Ujang panggil dulu teteh."lanjutnya
Azka duduk di atas sofa dengan perasaan bahagia.
"Teh,itu ada a Azka di bawah."ucap Ujang di balik pintu
"Iya,bentar,teteh mandi dulu."Ucapnya
Jawaban Reina itu lantas Ujang sampaikan kepada Azka.
Selang tak lama kemudian Reina sudah siap,ia bergegas turun ke bawah untuk menemui Azka.Hari ini iya hanya menggunakan Hoodie oversize dibalut dengan training yang senada dengan hoodie-nya.
"Ayo.."ucap Azka
"Ke rumah?"tanya Reina
"Jalan-jalan dulu,ke tempat kita main pas kecil."ucap Azka semangat
Reina hanya tersenyum.
Tempat pertama yang mereka tuju adalah taman kanak-kanak tempat mereka sekolah,tempat pertama kali mereka bertemu,mereka bernostalgia dengan duduk berdua di kursi yang sama saat dulu,terkadang mereka juga ikut bermain bersama anak-anak.
Tempat selanjutnya yang mereka kunjungi adalah taman,taman yang sama saat mereka kecil bermain bersama.
...****************...
"Ayo Rei masuk."ajak Azka
Reina mengikuti langkah kaki Azka yang sudah di ambang pintu.
"Ibu."teriak Azka memencet bel
Pintu terbuka ibu menyambut Reina dan Azka dengan ramah, ternyata pikiran Reina terhadap ibu Azka salah.
"Mari masuk,aduh Reina tambah cantik aja."ucap ibu Azka tersenyum
Mereka duduk di sofa,mulai berbincang kecil, menceritakan masa lalu mereka saat masih kecil, Reina pun sekarang sudah terbiasa dengan suasana ini.
Tak lama kemudian Azka beranjak pergi,ia mau menjemput Dania,karena Dania ingin ikut bergabung bersama mereka.
"Rei.."ucap ibu
"Maafin ibu."ucap ibu memeluk Reina
Reina kebingungan setengah mati
"Semalam di restoran ibu sengaja bilang gitu,supaya kamu pulang dan gak sakit hati."ucap ayah keluar dari kamarnya.
"Ibu tau,kamu belum bisa lupain Azka."ucap Ibu
"Kamu suka makan makan-makanan yang ibu kasih kan? beruntung alamat kamu benar."ucap ibu lagi.
Kini terjawab sudah,siapa sosok di balik orang yang mengirimi Reina makanan setiap hari beberapa tahun silam.
"Ibu tau ini sulit buat kamu, bertahun-tahun kamu menahan rasa rindu, pilu."ucap Ibu
Reina hanya terdiam,matanya mulai meneteskan air mata.
cklak.. suara pintu klop pintu berbunyi
"Dompet Azka ketinggalan."ucap Azka
Mereka yang sedang mengobrol buru-buru terdiam,Reina yang takut wajah sembabnya Azka ketahui beranjak pergi menuju kamar mandi
...****************...
Setelah kedatangan Dania,mereka berkumpul bersama di ruang tamu.Hari ini hari yang cukup seru,ibu Azka dan Reina membahas masa kecil mereka yang begitu lucu.
Tak terasa waktu banyak mereka habiskan, Reina memutuskan pulang naik kendaraan umum,namun Azka bersikeras ingin mengantarkan Reina pulang.
Saat ini Azka sedang berada di dalam mobil nya bersama Reina,mereka sedikit berbincang hal kecil,ada yang aneh dengan lajunya mobil Azka.Reina merasa heran, kenapa mobil Azka melaju tidak ke arah rumahnya.
"Ini,kemana?"tanya Reina
"Udah ikut aja."
Wajah Reina nampak cemas,ia takut Dania akan salah paham tentang hal ini, sementara itu Azka masih sibuk memacu mobilnya menuju suatu tempat.
Mobil terhenti,Azka membawa Reina ke SMA mereka dulu.
"SMA?"tanya Reina
"iya,ayo turun."ucap Azka antusias.
"Duduk.."titah Azka.
"Hah?"ucap Reina bengong
"Duduk..."titah Azka sekali lagi.
"Apaan sih?"tanya Reina mulai duduk.
Azka menekan bahu Reina yang membuatnya terduduk seketika,setelah Reina duduk,Azka pun ikut menyusul duduk.
"Masih ingat kejadian disini?"tanya Azka
Deg...Hati Reina berdegup kencang
"kejadian apa?"tanya Reina pura-pura tidak tahu.
"Mau gak jadi pacar Gua."bisik Azka
Ucapan Azka itu membuat tubuh Reina terdiam, kulitnya memerah, tubuhnya sedikit memanas.
"Gua tau kita dulu pernah pacaran kan?"tanya Azka
Reina masih terdiam kaku.
"Kenapa kita putus?"tanya Azka sekali lagi.
Pertanyaan itu membuat Dania bingung.
"Gapapa,Udah lupain aja,sekarang Lo fokus ke pertunangan lu sama Dania."ucap Reina berbohong
"Kok lu gak pernah bilang kita pernah pacaran?"tanya Azka sekali lagi
Belum sempat Reina menjawab pertanyaan itu Azka meraung kesakitan.
"Arghh..."ucap Azka memegangi kepalanya.
Reina yang kebingungan hanya bisa membantu menenangkan Azka.
...****************...
Ruangan putih itu terlihat lagi,nampak Azka yang sedang berada di tengah-tengah ruangan itu kebingungan, cermin-cermin yang semula hancur lekas menyatu kembali, memperlihatkan kenangan-kenangan kecil yang terjadi.
Salah satu cermin memperlihatkan Azka ketika bayi bersama ibu dan ayahnya, cermin yang lainnya menampilkan Azka kecil yang nakal dan begitu gemas,cermin yang lainnya menampilkan sosok wanita yang tidak lain adalah Reina,cermin itu terus memperlihatkan kenangan yang Azka belum ingat, memaksa Azka untuk segera mengingatnya.
Azka berdiri di tengah kenangan yang mulai terurai, sayup-sayup ia mendengar beberapa ucapan menggema di ruang putih itu.
"Azka..."
"Nakal ya kamu."
"Hi,namaku leina."
"Ibu, Azka nya nakal."
"Gua suka sama lu."
"Iya gua mau."
"Akh..."pekik Azka
Tiba-tiba ia sudah tersadar,ia sekarang berada di kursi lapangan sekolah bersama Reina.Mata mereka saling memandang.
Tiba-tiba Azka memeluk Reina ia berbisik.
"Maaf.."
"Maaf.."
Begitulah bisik Azka.
Reina nampak kebingungan,ia hanya bisa mengangguk.
"Maaf Udah biarin lu sakit hati selama bertahun-tahun,maaf juga udah buat lu ngerasa bersalah,gua sayang lu,kita belum putus kan?"ucap Azka
Ucapan Azka itu membuat Reina melepaskan pelukannya seketika.
Reina mulai menitikkan air matanya.
"Maafin gua..."tangis Reina pecah.
"Ini bukan salah Lo."Tenang Azka
"Emang gua sakit hati,gua juga terus ngerasa bersalah tiap ngeliat Lo."ucap Reina
"Putusin gua sekarang."Ucapnya
"Why?"tanya Azka.
"Kita bisa ulang dari awal lagi kan?"tanyanya.
**TBC.....
jangan lupa votemen**