LOST

LOST
Dimulai



Cekrek..


Suara jepretan kamera terdengar,pria dengan pakaian serba hitam memotret Azka dan Reina,lantas setelah mendapatkan foto mereka dia pergi begitu saja.


"Ah...maaf."ucap Reina


"Kamu gapapa?"tanya Azka mengecek badan Reina, takutnya wanita itu terluka.


"Gapapa kok,cuman keseleo aja."ucap Reina tersenyum.


"Bisa bawa motor gak?kalau gak bisa aku Anter ya."ucap Azka menawarkan diri.


"Eh gak usah repot-repot."tolak Reina dengan halus.


"Udah gapapa."Azka membopong Reina dengan hati-hati menuju mobilnya.


Di sepanjang jalan Reina tidak berhenti memandangi wajah Azka,bukan;bukan karena dia terpesona hanya saja ia memandang Azka dengan kagum terhadap seorang "Teman".


"Beruntung banget Dania bisa memiliki Azka,mereka emang cocok."batin Reina


"Kenapa liatin terus? ganteng?ya emang iya kan."ucap Azka geer


Reina menepuk dada Azka dengan cukup keras,hingga membuat Azka merintih kesakitan.


Mereka sampai di mobil,lantas mulai memacu kendaraan itu menuju kediaman Reina,jangan tanya motor Reina disimpan dimana,di taman itu sangat aman kok.


*****


"Makasih ya,mau mampir?"tanya Reina


"Eh,gak usah aku langsung pulang aja ya,byee."ucap Azka melambaikan tangannya dengan senyuman.


Reina membalas senyuman dan lambaian Azka, setelah dirasa mobilnya sudah jauh Reina mulai masuk ke rumahnya.


Di dalam sana Jackson melihat Reina dan Azka dengan tatapan cemburu,badannya panas,hatinya terasa meletup-letup hendak meletus,mungkin kalau dalam adegan kartun kini di atas kepala Jackson terdapat api yang membara.


"Reina pulang."ucap Reina


Bukannya suara Mamah yang menyambut Reina,melainkan suara seorang pria yang ia kenal.


"Puas mainnya?pake diantar pulang segala,motor kamu mana?"Cerocos Jackson bergaya seperti emak-emak.


Reina yang melihat Jackson seperti itu timbul dalam dirinya untuk mengerjai Tunangannya itu.


"Iya puas banget, Azka tuh baik,terus di jajanin aku banyak banget."ucap Reina tersenyum sinis.


Luapan api mulai membara dengan besar di atas kepala Jackson,di dalam hatinya sudah meledak hebat.


"Ouh, ya udah kamu pacaran aja sama Azka sana."ucap Jackson menyambar Jaket denim nya hendak keluar dari rumah Reina


Gerakannya tertahan saat tangan Reina memeluk Jackson dari belakang.


"Kamu ini lucu sekali sih."ucap Reina menyimpan dagunya di atas bahu Jackson.


Reina membalikkan tubuh Jackson lantas berjinjit untuk mencium Jackson,namun hanya sampai ke dagunya saja.


Cup..


Satu kecupan lolos dari bibir Reina yang lembut.


"Aku cuman bercanda,mau gimanapun Azka gak akan bisa gantiin kamu."ucap Reina mengalungkan tangannya di leher Jackson.


Jackson tersenyum malu,lantas mulai menurunkan kepalanya, menempelkan bibir miliknya di atas bibir Reina,mereka berdua berpagutan dalam kenikmatan itu, Reina ******* bibir Jackson sesekali, sedangkan Jackson menggigit bibir Reina gemas.


"Ekhem..."deham Mamah dari atas tangga.


Adegan itu harus terhenti saat Mamah datang mengagetkan mereka.


"Dasar anak muda."Batin ibu pergi ke dapur.


*****


Azka sudah tiba di rumahnya, langsung saja dia bergegas mandi dan merebahkan badannya di atas ranjang,mulai mengambil handphonenya dan langsung mengabari Dania.


Dania membuka handphonenya,kali ini terdapat dua pesan;satu dari Azka Tunangannya,dan satu lagi nomor tidak di kenal, alih-alih melihat chat dari Azka Dania lebih memilih melihat chat dari orang asing itu,dibukanya isi pesan tersebut, menampilkan sebuah gambar yang sangat jelas,itu Azka dan wanita lain.


Hati Dania teriris kala melihat foto itu,matanya mulai berderai air mata,ia meraung-raung menahan rasa sakit,menutup wajahnya menggunakan bantal yang semula ia pakai untuk tiduran.


Tangisan Dania terdengar sampai bawah,ayah yang sedang terjaga merasa was-was lantas mulai berlari menuju kamar Dania.


"Dania,are you ok?(Kamu gapapa?)"tanya ayah


Dania masih membenamkan kepalanya di bawah bantal, menggigit bagian bantal hingga basah oleh air liurnya.


"No,siapa yang bikin kamu kayak gini? Azka?"tanya ayah.


Sekali sebut tepat sasaran, insting seorang ayah,ayah membuka paksa bantal yang Dania pegang,lantas mulai mendudukan putri kesayangannya itu.


"Ada apa lagi?"tanya ayah gusar


Dania tidak menjawab,dia masih tetap dalam lamunannya, tatapannya kosong, handphonenya masih menyala, tentu saja itu menarik perhatian dari ayah,ayah melihat handphone Dania yang menampilkan foto Azka bersama wanita itu, meskipun foto wanita itu di blur ayah yakin kalau itu adalah Reina.


"Anak itu lagi."ucap ayah menggeretakan giginya.


Ayah pergi dari kamar Dania, menelepon seseorang dengan sangat serius.


"Cari wanita itu,dan buat dia celaka."ucap ayah penuh amarah.


*****


Azka masih terjaga;ia merasa heran,kenapa Dania belum membuka pesan yang ia kirimkan,ia mencoba berpikir positif mungkin di sana Dania tengah tertidur pulas,daripada memikirkan hal itu Azka memilih untuk langsung terlelap dalam tidurnya.


*****


"Kakak pulang."teriak Jackson


Jelly berlari dari kamarnya, memeluk erat Jackson yang baru pulang.


"Yey kakak pulang,gimana apelnya?mana oleh-oleh buat aku?"Cerocos Jelly.


Jackson menyodorkan martabak spesial kesukaan adiknya itu,Jelly mengambil keresek martabak lantas membuka martabak dengan penuh antusias.


"Kakak sini,suapin aku."ucap Jelly manja.


"Kamu ini manja banget."Ucap Jackson menghampiri adiknya itu.


Ibu hanya bisa tersenyum melihat tingkah menggemaskan dari anaknya itu.


Sesi makan martabak selesai, seperti biasa Jelly tiduran di atas paha kakaknya,lantas mulai berkata yang tidak-tidak.


"Kakak jangan tinggalin Jelly ya."ucap Jelly


"Kamu ngomong apa?kamu kan adik kakak satu-satunya mana mungkin kakak ninggalin kamu."jawab Jackson.


Jelly hanya mengangguk,mencerna perkataan yang sang kakak berikan.Entahlah beberapa hari ini Jelly begitu senang,tapi kadang ia merasa sedih ia merasa kalau dirinya dan Jackson akan berpisah,berpisah sangat jauh.


TBC....


jangan lupa votemen


happy reading


salam hangat dari aku❤️🖤