LOST

LOST
PROLOG



Nampak ruangan yang terlihat seperti kamar pasien,disana terbaring seorang pria yang lengah,nampak juga pria tersebut tengah dikerumuni oleh 2 orang tua, mungkin ayah dan ibunya.


Azka POV


sayup-sayup mataku terbuka,lihatlah saat ini aku sedang berdiri di ruangan putih yang penuh dengan kehampaan, terdengar pelan orang yang menyebut nama Azka,Azka?siapa dia?


Author POV


"Azka..."


"Azka... bangun nak..."


"ayolah putraku, bangun..."


nampak seorang pria yang dipanggil "Azka" mulai membuka matanya perlahan.


"Yah,lihat, dia sadar" ucap seorang wanita tua


orang yang dipanggil "Azka" hanya terdiam,melihat sekeliling,nampak sepertinya orang kebingungan,lantas mengeluarkan kata pertama dari mulutnya yang membuat kedua orang tua tersebut terkejut.


"siapa kalian?aku dimana?"tanyanya


wanita tua itu lantas menangis meneteskan air matanya,nampak pria tua di sampingnya mencoba menenangkannya,lantas berteriak memanggil dokter.


Tak lama kemudian dokter pun datang dengan didampingi dua perawat lantas memeriksa orang yang dipanggil "Azka" tersebut.


"sepertinya anak bapak dan ibu mengalami amnesia jangka panjang"ucap dokter tersebut


...deg........


Hati wanita tua itu tersentak merasa tak percaya apa yang dialami oleh putranya.


"Hal ini sudah biasa terjadi pasca kecelakaan yang terjadi dibagian kepala,tapi suatu saat anak bapak dan ibu bisa mengingat lagi."ucap dokter bertujuan untuk menenangkan kedua orang tua tersebut.


"Azka"lirih seorang wanita yang menangis di depan pintu ruangan.


*******


4 tahun kemudian


"Makan dulu Azka."teriak ibu


"nggak sempat Bu,klien udah nungguin."Azka berteriak


Tampak Azka terburu-buru menuju garasi,mulai memasuki mobil,tak lupa ia juga mengecek set peralatan fotografer.


"Ya, lengkap"ucapnya


Mobil menyala, lantas Azka pergi menuju tempat kliennya.


Sesampainya di tempat, terlihat set ruangan yang di desain warna monochrome,hari ini adalah sesi pre-wed klien Azka yang ternyata merupakan teman Azka sendiri.


"Sorry bro, gua telat."Ucap Azka


"Gapapa selow,dah bisa mulai?"


"bisa...bisa...ayo"


Sesi pemotretan dimulai, terlihat Azka seperti fotografer handal,memang kata ibunya Azka menyukai fotografer sejak kecil.


Sesi pemotretan pun selesai


"Thanks bro,btw kapan lu sama Dania nyusul?"Tanya teman Azka


"lah baru juga pacaran 1 tahun."Ucap Azka


Di tengah perbincangan hangat dua pria itu, Handphone Azka tiba-tiba berdering, tampak Dania menelepon Azka, lantas mengajak Azka sarapan bubur di depan gedung tempat pre-wed itu,saat Azka melangkah keluar,ia kaget,lihatlah di depan sana terlihat Dania sedang melambai ke arah Azka.


"Ngapain kamu disini?"tanya Azka


"Buat liat kamu."Ucap Dania tersenyum


"Kerjaan kamu gimana?"tanya Azka


"Udah beres,udah,ayo sarapan."Ucap Dania


Dania menarik tangan Azka,lantas menyuruh Azka duduk,tak lupa Dania memesan dua porsi bubur ayam,tak lama kemudian bubur ayam pun datang.


"Ih Azka,kok diaduk."Protes Dania


"Lah bubur kan diaduk."Jawabnya


"Gak,coba tanya emangnya"Seru Dania


"iya kan mang?"tanya Dania


Mamang bubur hanya tersenyum kecil.


Dania dan Azka pun mulai sibuk memakan bubur mereka masing-masing,suara sendok berdenting mengenai mangkok bubur.


"Eh babe,hari ini temen aku buka cafe baru,malam datang yuk."Ajak Dania


"Hayu aja."


"Pulang dulu sana,aku mau beresin barang dulu."Ucap Azka


"iya..iya..bye babe."Ucapnya


Azka sibuk membereskan alat fotografernya,lantas pergi menuju rumahnya.


Malam harinya...


"Ujang..."Teriak Reina


"Apa teh?"


"Bentar lagi cafe gua buka,serius kan bukan mimpi."Tanya Reina


Tanpa ba-bi-bu Ujang menjewer telinga Reina lantas berkata


"Bukan kayaknya teh."Ucap Ujang polos


Reina kesal lantas memukul lengan Ujang.


"Adik gak ada akhlak lu ye."


tring....Bel di pintu cafe berbunyi,menandakan ada orang yang masuk.


"Yo Reina,selamat"Teriak Dania


"Ah Dania"teriak Reina


lantas mereka berdua berpelukan.


"Mana pacar Lo?"tanya Reina


"Tuh"Tunjuk Dania ke arah pintu.


"Hai."Ucap Azka canggung.


TBC.....


jangan Lupa follow+vote+comment nya ya