
"Jadi ini cafe Reina dulu?"tanya Reina
Mamah hanya mengangguk mengiyakan,lantas mulai mengambil kunci dari sakunya untuk membuka pintu cafe itu,keadaan cafe saat ini sedikit tidak terawat,setelah ditinggalkan bertahun-tahun begitu saja.
"Dulu Ujang kerja disini juga,bantu kamu,ouh Ray juga bantu disini."ucap mamah melangkah maju memasuki cafe.
Reina menghiraukan ucapan mamahnya itu,ia berjalan celingak-celinguk melihat sekeliling yang tampak asing namun sebenarnya tidak.
"Desain sama warnanya sama kayak yang di Belanda,tapi ini lebih modern."ucap Reina
"Memang,ya namanya juga konsep hasil ide dari kamu."ucap mamah
"Udah liat-liatnya,bantu mamah beresin ini,besok mamah udah mulai kerja,jadi kamu harus buka cafe ini besok."titah mamah.
"Eh mah,gak bisa gitu dong,kan Reina belum belanja bahan sama peralatan nya."protes Reina
"Ya juga ya,ya udah besok kamu belanja aja ya."ucap Mamah
Reina hanya mendecak pelan karena malas,padahal niatnya besok dia mau bermain, berkeliling kota,mengingat masa lalu yang mungkin ia lupakan,namun harapannya itu pupus seketika.
"Buat apa sih buka cafe, Mamah kan udah kaya."batin Reina
*****
Dering handphone berbunyi, Reina keluar dari mandi menggunakan mantel mandinya,dengan kepala yang terbungkus handuk,ia begitu lelah karena seharian membereskan cafe bersama mamahnya.
"Hi babe,apa kabarnya kamu?"tanya Jackson di telepon.
Tampaknya Reina dan Jackson sedang melakukan Vidio call saat ini.
"Maaf kemarin aku gak ngabarin,tepar banget sumpah,baru datang langsung beresin rumah,tapi sama mamah sih."cerita Reina
"Dasar kamu ini."
"Kamu lagi apa?nyantai?kok bisa telepon?"tanya Reina berurutan
"Iya ini jam makan siang."ucap Jackson sambil menunjukkan bekal makan siangnya.
"Jaga diri baik-baik ya."lanjut Jackson dengan mulut yang penuh makanan
"Iya,kamu juga,udah makan dulu sana,nanti telepon lagi,aku gak mau ganggu waktu makan kamu."ucap Reina
"Ok babe,ddah."ucap Jakson melambaikan tangan.
Reina hanya tersenyum sembari ikut melambaikan tangan.
Tut...tut.
telepon terputus.
*****
"Mah,besok Reina belanja sama siapa?mamah kan kerja,masa Reina belanja sendiri,kalau ke sasar gimana?terus kalau Reina diculik?"Cerocos Reina
"Kamu udah gede loh Rei,gak bakal ada penculik yang mau culik wanita secantik kamu."gombal Mamah
"Ishh,mamah."sebal Reina
Mamah terdiam, membolak-balik isi halaman majalah yang ia baca.
"Mamah ada ide."ucap mamah
Reina mendongak kan badannya,antusias ingin mendengarkan ide dari sang mamah.
"Ajak Azka sama Dania aja,kalian kan udah kenal di Belanda."lanjutnya
"Mah,mereka berdua kan tunangan,masa Reina Jadi nyamuknya gitu?"ucap Reina mempautkan bibirnya
"Ya udah terserah kamu, pilih sendiri atau sama mereka."ucap mamah sambil kembali tenggelam dalam kesibukan membolak-balik isi majalah.
Reina kembali menuju kamarnya,mulai merenungkan apa yang mamahnya katakan.
tring....
*****
Keesokan harinya Reina bangun sedikit siang,ia menguap menuruni anak tangga,dengan langkah malas ia menuju meja makan.Di meja hanya tersedia roti dan susu lengkap dengan selai coklat.Disana juga terselip note yang ditulis Mamah.
"Maaf mamah gak sempet nyiapin sarapan, buru-buru soalnya,kamu sarapan sama roti aja ya,selamat pagi."begitulah isi note yang ditulis Mamah.
Reina menghembuskan nafas kasar,lantas mulai memakan sarapannya dengan lahap, setelah puas dengan sarapannya ia bergegas menuju kamar mandi.Cukup lama ia mandi sampai terdengar suara bel di depan pintu.
Ting tong......
"Reina,ini Dania."teriak Dania diluar sana
"Sebentar...."teriak Reina dari dalam kamar mandi
"Baru mandi?cepet sana ganti baju,kita berangkat sekarang juga."titah Dania
Reina hanya mematung,melihat tingkah Dania.
"Udah sana."ucap Dania mendorong tubuh Reina dengan lembut.
Setelah Reina siap,mereka berangkat, menggunakan mobil Azka,tak lupa Reina juga mengunci rumahnya,ya memang sejak obrolannya dengan Mamah semalam,ia memutuskan untuk mengajak Dania dan Azka belanja bahan dan alat untuk membuka cafe Reina kembali.
*****
"Hah, banyak banget yang harus dibeli."keluh Reina
"Kalau begini bisa lama sih."gumam Dania
"Eh,Rei, barang-barang berat kita tugasin ke Azka aja,nah yang ringan buat kita berdua."ucap Dania
"Eh,kok aku."ucap azka menunjuk dirinya sendiri
"Ya habis siapa lagi,cowok disini kan cuman kamu."ucap Dania sambil memberikan note belanjaan ke Azka.
Mereka bertiga berpisah, Azka menuju tempat coffe susu dan gula kiloan,sedangkan Reina dan Dania membeli alat coffe dan saringan Serta barang ecek-ecek lainnya.
"Wah gak sabar banget aku pengen liat kamu buka cafe kayak dulu."ucap Dania
Reina hanya cengengesan tersenyum,what?tunggu?kenapa Dania tau kalau Reina pernah membuka cafe disini?begitu kiranya isi pikiran Reina saat ini.
Mereka berdua begitu akrab terlihatnya,tentunya Dania lah yang membuat suasana baik, Reina hanya membalas apa yang Dania tanyakan dengan sesekali senyuman,ia masih bingung dengan keadaan ini,bagaimana bisa mereka begitu dekat, padahal mereka baru kenal beberapa hari yang lalu.
Sementara itu di lain tempat.
"Ah,kenapa harus gua sih."decak Azka sebal
Ia saat ini tengah mendorong troli yang didalamnya terdapat cofe dan gula kiloan, tinggal beli susu di dalam jiligen besar,tuntas sudah tugasnya.
"Ayah tunggu."ucap seorang perempuan berumur kepala 5 itu.
"Apa mah?"tanya sang suami.
"Itu bukannya Reina?orang yang bikin pertunangan anak kita di tunda itu."ucap perempuan tua itu.
"Berani sekali dia nunjukin mukanya lagi disini, tapi kenapa ada Dania juga disana?"tanya ayah.
"Ayah lupa?Dania kan sahabatnya Reina."ucap perempuan tua itu.
"Kalau Azka tau wanita itu ada disini,dia pasti bakal ninggalin anak kita mah,kita harus lakuin sesuatu."ucap ayah.
Ayah mengambil handphonenya lantas mulai memotret wajah Reina dengan jelas.
*****
"Hah,capek juga,makasih ya Azka,Dania."ucap Reina tersenyum manis.
Azka dan Dania hanya mengangguk bersamaan.
"Ouh iya mau dibantu buka caffenya gak?"tanya Dania
"Ouh nggak usah,caffe bukanya besok,sekarang kalian istirahat aja,maaf ngerepotin."ucap Reina sungkan.
"Tenang aja kali Rei,kayak sama siapa aja."ucap Dania tertawa.
"Kita izin pulang dulu ya."ucap Azka
"Iya, hati-hati."Reina melambaikan tangan ke arah mereka berdua.
Saat jni Reina terduduk di kursi caffe-nya,jam menunjukkan pukul 5 sore,ah jam saat ini Jackson sedang istirahat makan siang,pasti sejak tadi dia nelepon.
Reina melihat handphonenya dan benar saja banyak panggilan tak terjawab yang datang kepadanya.
Tut...
"Aduh maaf ya,baru beres belanja buat kebutuhan caffe."ucap Reina
"Iya gpp,santai aja,capek ya?"tanya Jackson
"Banget."ucap Reina menundukkan kepalanya ke atas meja.
TBC...
jangan lupa votemen
tinggalkan kritik dan saran...
salam hangat, selamat membaca