LOST

LOST
Tunangan



"Tingtong.."suara bel rumah berbunyi


Reina yang tengah berada di ruang tamu bergegas menuju pintu.Pintu terbuka,namun tidak ada seorangpun hanya ada rantang makanan plastik tergeletak di depan pintu.


"ouh,orang itu lagi."ucap Reina


Ujang yang baru selesai memakai seragam menghampiri kakaknya.


"Teh,sarapan dong."ucapnya


"Nih."ucap Reina menyodorkan rantang plastik itu.


Ujang mempautkan bibirnya,ia merasa bingung.


"Dari orang itu lagi?"tanya Ujang


"Iya.."jawab Reina


" Sebenarnya orang itu siapa sih teh?"tanya Ujang.


Reina hanya mengangkat kedua bahunya,lantas berlalu meninggalkan Ujang.


Semenjak kematian ibu Reina 10 tahun yang lalu,hampir setiap hari ada orang yang menaruh rantang makanan di depan rumahnya,tentu saja Reina dan Ujang tidak tahu siapa pengirimnya.


"Teh Ujang makan ya."teriak Ujang.


"Iya"teriak Reina


...****************...


Hari ini cafe tidak seramai biasanya, Reina merasa bosan mulai memainkan segala benda yang ada di dekatnya,mesin kasir pun tak luput dari kebosanannya itu.


Di tengah kebosanannya itu Reina terkejut oleh suara jatuhnya suatu benda di depan cafenya.Reina yang merasa penasaran langsung menuju ke arah suara,tepat saat Reina hendak keluar.


"Surprise.."ucap Azka dan Dania mengagetkan Reina


Reina yang mendapat kejutan itu,hanya melongo di ambang pintu.


"Selamat ulang tahun sayang."peluk Dania


"ini kita gak disuruh masuk?"tanya Azka


"Eh iya,ayo masuk ayo."ucap Reina


Azka memasuki cafe dengan menenteng bungkusan yang berisi birthday cake untuk Reina,hari ini hari ulang tahun Reina yang ke-21.


"Ayo Reina,make a wish."ucap Dania


Reina menurut,lantas mulai memejamkan matanya,tak lama ia meniup lilin yang ada di depannya.


Saat ini mereka bertiga tengah sibuk memakan kue,dengan diselingi sedikit bincangan ringan.


"Emm,anu Rei."ucap Dania


"Apa?"tanya Reina


"Nanti malam ikut ya."pinta Dania


"Kemana?"


"Malam ini gua sama keluarga Azka Dinner,ngerayain pertunangan kita."ucapnya.


Azka yang mendengar hal itu terbatuk-batuk,sedangkan Reina hanya terdiam sebentar.


"Wah,selamat,pasti datang kok."


Setelah obralan itu mereka melanjutkan sesi makan kuenya bersama-sama.


...****************...


"Tumben si Ujang gak bantu di cafe,si Ray juga."batin Reina.


"Udah jam 9,Ujang belum pulang,no nya gak aktif lagi."cemas Reina


Saat ini Reina tengah cemas,kakinya tak berhenti melangkah bolak balik, tangannya sibuk memainkan HP yang ia pegang.Dengan pakaian yang sudah rapi karena ia hendak berangkat ke acara Dania dan Azka.


Tok...tok.. suara ketukan pintu terdengar.


Reina langsung membuka pintu.


"Surprise teteh."ucap Ujang dan Ray bersamaan,dengan Ujang yang masih memakai seragam sekolahnya.


"Ujang,gua khawatir tau lu kenapa-napa."bentak Reina.


"Hehe..maaf kak."ucapnya.


"ini?"tanya Reina


"Kue dan kado dari kita buat teteh."ucap Ray.


"Gua kira lu lupa hari ini ulang tahun gua Jang,soalnya dari pagi lu diam-diam aja."ucap Reina terharu.


"Makasih."Reina memeluk Ujang dan Ray bergantian.


...****************...


Orang tua Dania yang telat datang langsung bergabung di meja bersama.Acara lamaran dimulai dengan pertanyaan yang di ajukan orang tua kedua belah pihak,dilanjut dengan penyematan cincin di tangan Azka dan dani,waktu pernikahan pun di tentukan,tepat 5 bulan lagi Azka dan Dania akan melaksanakan pesta pernikahan.Reina yang menyaksikan hal itu hanya bisa menahan tangisnya.Setelah acara pertunangan selesai mereka melanjutkan acara dengan makan malam bersama.


Saat mereka tengah sibuk dengan makanannya masing-masing.Ibu Azka berbicara


"Ini acara keluarga,kenapa ajak orang luar?"tanya ibu Azka memandang Reina.


Reina yang hendak menyuap menunda makannya itu,ia menoleh ke arah ibu Azka,kini semua mata memandang mereka berdua.


"Ibu.."bisik Azka


"Em,anu,kayaknya saya pulang duluan, terimakasih jamuannya."ucap Reina berlari pergi.


Azka yang hendak menyusul Reina dicegah oleh ibunya, begitupun dengan Dania.


...****************...


Suara pintu terdengar


"Kok udah pulang teh?"tanya Ujang


Reina mengacuhkan pertanyaan Ujang,lantas berlalu menuju kamarnya,Ujang dan Ray merasa keheranan melihat tingkah kakaknya itu.


Tok...tok...tok..


"Teh, boleh Ray masuk?"tanya Ray


"Iya Ray boleh,sini masuk."ucap Reina


Ray yang masuk disambut dengan Reina yang sudah berganti baju mengenakan piyama.


"Udah,teteh gapapa,ayo kita party malam ini."ucap Reina


Reina menarik tangan Ray,mereka berlari menyusuri tangga menuju ke lantai bawah.


Malam ini,mereka bertiga merayakan ulang tahun Reina dengan meriah.


...****************...


"Teh,Ujang sama Ray berangkat dulu."ucap Ujang


"Iya, hati-hati."


Seperti biasa,setiap pagi orang misterius itu selalu meninggalkan rantang berisikan makanan di depan pintu rumah Reina.


Di cafe


"Ah,beres."Dengus Reina.


tring..lonceng pintu berbunyi


Disana Azka tengah berdiri dengan muka yang tegang.


"Eh,ayo duduk,mau coffe apa?"tanya Reina


Saat Reina hendak pergi Azka memegang tangannya.


"Duduk sama gua."ucapnya


"Maafin ibu gua kemarin ya."lanjutnya


Reina hanya menelan ludah,melihat perilaku Azka itu.


Mereka saat ini tengah duduk di kursi cafe berdua,sedari tadi Reina hanya menundukkan wajahnya.


"Gua ingat,lu Reina anak kecil sahabat gua kan?"tanya Azka.


Deg..hati Reina berdegup kencang,ia tidak menyangka kalau Azka akan mengingat masa lalu lagi.


"Iya kan?"desak Azka.


Reina hanya mengangguk kecil


"Ibu pasti seneng,dia gak tau kalau lu temen kecil gua."ucap Azka.


Azka begitu kegirangan,ia hendak memeluk Reina namun tidak jadi.


Saat ini hanya kenangan itulah yang ia tahu,ia belum tahu masih banyak kenangan yang belum terurai kembali.


...****************...


"Bu,Azka ketemu sama temen kecil Azka."ucap Azka.


"Ah, serius?siapa?"tanya ibu.


"Itu Bu, Reina,Azka pikir Reina yang mana, taunya Reina sahabat Dania."ucap Azka.


Deg,jantung ibu Azka berdegup sedikit kencang.


"Besok Azka bawa Reina main kesini ya Bu."ucap Azka


ibu Azka hanya terdiam tak berkutik.


TBC...