
"Kita bisa ulang dari awal lagi kan?"tanya Azka.
Reina menggelengkan kepalanya
"Nggak,sekarang udah beda situasinya,lu udah milik Dania, putusin gua."ucap Reina
"Gua nggak mau."tolak Azka.
"Lu mau jadi laki-laki brengsek? putusin gua."Desak Reina
Azka hanya terdiam.
Reina yang sedari tadi menahan rasa sakit dan nangis memutuskan untuk pergi.
"Gua pulang dulu."ucap Reina
Azka hanya memandangi punggung Reina,tatapan nya kosong,kini Azka hanya terdiam di lapang sendiri.
Sepeninggalnya Reina Azka hanya mematung, mencoba mengingat kenangan mereka saat dulu.
Di tengah lamunannya Azka melihat keramaian di jalan depan sekolah,para warga dan orang yang berada di dekat sana mencoba menolong seseorang yang tertabrak,ada yang menelepon ambulance dan ada yang sibuk merekam.
"Kasian ya perempuannya."ucap ibu-ibu yang menyaksikan kejadian itu.
Deg..Hati Azka berdegup cepat,ia merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Reina.
Dengan cekatan, Azka mendesak untuk masuk ke tengah kerumunan,ia bernafas laga karena perempuan itu bukan Reina,dengan cepet ia menyusul Reina,meski ia tak tahu kemana arahnya.
Lama Azka menyusuri jalanan,akhirnya ia menemukan Reina tengah terduduk sendiri ditaman kota,tempat ini adalah tempat favorit ke-2 bagi mereka.
"Rei.."ucap Azka menghampiri Reina
Reina tak menoleh, lantas ia mulai beranjak dari duduknya, hendak pergi meninggalkan Reina,namun tangannya tertahan oleh Azka,dengan cekatan Azka memeluk Reina,melihat itu Reina hanya terdiam.
"Lepasin gua."ucap Reina berlari
Azka mematung lagi memandangi Reina yang tengah pergi.
Saat Azka memalingkan pandangannya dari arah Reina, terdengar suara ricuh,rem mobil serta klakson yang begitu kencang,di tengah kejadian itu para pengunjung taman langsung berhamburan menuju tempat kejadian.
Azka yang merasa penasaran mulai menghampiri kerumunan,saat ia melihat siapa orang yang tergeletak itu,tangannya gemetar,ia tidak menyangka,saat ini hatinya begitu remuk,orang yang dia sayang, orang yang baru ia ingat Kenangannya,kini terbaring lemas bersimbuh darah,Azka menangis histeris melihat itu.
...****************...
"Dok gmn keadaannya?"Tanya Ibu Azka
"Pasien harus melewati masa kritis,kami sudah berbuat yang terbaik,sekarang kita hanya perlu berdoa dan menunggu keajaiban."ucap dokter.
Ucapan dokter itu membuat kaki ibu Azka lemas seketika,ia ingat kejadian bertahun-tahun yang lalu,ia tidak mau kalau Reina harus mengalami hal seperti Azka.
Di dalam sana Reina terbaring dengan lemas,tubuhnya di pasangi berbagai alat bantu.
"Bu Reina gapapa kan?"tanya Dania
Ibu Azka hanya terdiam
"Beb Reina kenapa bisa gitu?"tanya Dania
Azka pun hanya terdiam tidak merespon
Tak lama kemudian Ujang pun datang bersamaan dengan Ray,tanpa ba-bi-bu Ujang langsung menghampiri kamar kakaknya.
"Teteh....teteh...."teriak Ujang histeris
Azka mencoba menenangkan Ujang
"Jangan tinggalin Ujang sendirian."tangis Ujang pecah.
Ujang terduduk lemas,melihat keluarga satu-satunya yang kini terbaring di atas kasur pasien.
...****************...
Sudah Tiga hari Reina masih berada dalam keadaan kritis,setiap hari Azka menjenguk Reina, Ujang dan Ray setiap hari berganti berjaga menjaga Reina.
Ujang dan Ray izin keluar untuk membeli makanan,kini tersisa Azka dan Reina berdua di ruangan rawat itu.
Azka memegangi tangan Reina lantas menempelkannya dengan lembut ke pipinya.
"Rei,ayo bangun,lu bisa bertahan?"ucap Azka meneteskan air mata.
Dengan lembut Azka menciumi telapak tangan Reina.Tanpa ia sadari Dania saat ini tengah menyaksikan kejadian itu di balik pintu.Sakit,tentu saja itu yang Dania rasakan, menyaksikan tunangannya yang kini tengah berdua bersama sahabatnya.
"Eh,kak,kok gak masuk?"tanya Ujang yang baru datang dari luar.
Ujang,Ray,dan Dania pun memasuki ruangan rawat Reina,Azka yang kaget langsung melepaskan tangan Reina dari genggamannya.
"Rei,cepet bangun."lirih Dania
...****************...
Hari ini pihak keluarga Azka dan Dania mengadakan pertemuan,mereka membicarakan tentang pernikahan putra dan putrinya.
"Jadi apakah akan sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan?"tanya ayah Dania.
"Sepertinya akan di undur pak,maaf,tapi kerabat kami saat ini sedang terkena musibah."Ucapnya
Kerabat yang dimaksud disini adalah Reina,memang,menjelang kematiannya bunda Reina menitipkan Reina kepada ibu dan ayah Azka,karena mereka merupakan teman terdekat dari ayah dan bunda Reina.
"Gak,pokoknya harus sesuai jadwal."ucap Ibu Dania.
"Bu.."ucap Dania menyenggol lengan ibunya
"diundur ya?apa Azka yakin bakal setia?"tanya ayah Dania
Azka hanya terdiam,ia saat ini tengah memikirkan keadaan Reina,ia baru tersadar setelah ayah memanggil namanya dengan cukup kencang.
"Azka akan coba."ucap Azka
...****************...
Sudah hampir 1 bulan Reina terbaring di rumah sakit,selama itu juga Azka rutin mengunjungi Reina,Azka bercerita masa lalu yang ia ingat, berharap ada keajaiban yang membuat Reina tersadar.
Untuk memenuhi kebutuhan, Ujang mencoba membuka cafe kakaknya itu,dengan dibantu Ray ia berusaha bertahan di situasi ini.
Di rumah sakit.
"Rei,ayo bangun."
"Azka,maafin Reina , sekarang Azka bisa lupain Reina,anggap aja Reina gak ada di hidup Azka, Azka sekarang udah bahagia bareng Dania, Reina hanya angin lalu bagi Azka,meskipun begitu Reina tetap sayang Azka,cinta bukan melulu tentang memiliki,tetapi tentang kita yang sanggup menahan rasa cinta sampai akhir nanti,walau tak bersama."Ucap Reina
Drak...
Reina tertabrak kencang oleh truk yang melintas.
"Reina...."Teriak Azka
Azka terbangun dari tidurnya,tubuhnya berkeringat hebat, tangannya masih memegang tangan Reina,lantas Azka mulai menatap laun ke arah Reina.
"Baik Rei,gua putusin lu, mulai detik ini kita bukan pacar,gua sayang Lo."ucap Azka
Di tengah ketidaksadarannya mata Reina menitikkan air mata.
Azka berlalu sambil mencium tangan Reina.
Tit.....
"Dokter..."Panggil Ujang panik.
...****************...
Sepulang nya Azka dari rumah sakit,ia berlalu menuju taman kota,terlalu banyak memori yang ia jalani dengan Reina,ia tidak yakin ia bisa melupakan semua kenangan itu,kenangan itu kini semakin menghantuinya.Semakin berusaha Azka melupakan kenangan itu,semakin keras juga ingatan itu berbalik menyerangnya.
Melupakan bukan lah masalahnya, tapi menerima dengan tulus adalah jalannya.
Azka terduduk,melamun di kursi taman yang kosong, pandangannya menatap pilu ke arah depan.
...****************...
"Dok,bagaimana keadaan kakak saya?"tanya Ujang.
"Pasien sembuh,namun mengalami cedera otak."ucap dokter
Mendengar ucapan itu Ujang terisak,ia tidak menyangka kakaknya akan berakhir seperti ini.
Tring...tring..
Dering telepon terdengar,dengan tangan gemetar Ujang mengangkat telepon itu.
"Hhalo."ucap Ujang
"Ujang,ini mamah."ucap wanita di telepon
TBC....