LOST

LOST
Spin-off #2



#SD


"Ibu, Reina nanti dapat kelasnya dimana ya?"tanya Reina


"Kamu di kelas 1A."jawab Ibu.


"Azka?"tanya Reina penasaran.


"Azka kelas 1B."


Wajah Reina berubah menjadi murung,ia sedih karena harus berpisah kelas dengan Azka yang dari dulu sangat dekat dengan dirinya.


"Reina mau pindah kelas Bu."rengek Reina.


"Kenapa?"tanya Ibu


"Reina gak mau berpisah sama Azka, Azka kan pacar Reina."rengek Reina


"Anak kecil udah pacar-pacaran."ledek ibu.


Mendengar lelucon dari ibu Reina tidak tertawa,ia masih memasang wajah sedihnya.


Sepulang dari sekolah Reina langsung bergegas menuju Azka,ia tidak pulang ke rumahnya.


"Azka,kita beda kelas."teriak Reina memeluk Azka.


Azka yang dipeluk merasa heran, sekaligus tidak tahu wanita ini kenapa.


"Ya elah beda kelas doang,nanti juga ketemu."jelas Azka


"Azka gak sedih?"tanya Reina


Azka menggeleng, memanyunkan bibirnya.


"Azka udah gak cinta sama Reina?"tanya Reina kecewa.


"Azka emang gak cinta,cuman suka doang,udah jangan nangis."ucap Azka menenangkan Reina yang hendak menangis.


#Teman baru?


Saat di sekolah Reina mempunyai 2 teman perempuan sebayanya,namun saat melihat Azka dekat dengan wanita lain ia merasa panas,hatinya berdegup kencang,amarah memuncak siap meledak.


"Kalian duluan yah."ucap Reina berlari ke arah Azka.


"Azka,ini siapa?"tanya Reina menunjukkan wajah tidak sukanya.


"Temen aku."ucap Azka cuek.


"Ish..."Reina menghentakkan kakinya sebal.


"Jangan deket-deket sama Azka ya, Azka punya aku."ucap Reina mengancam wanita itu.


Sedangkan wanita itu hanya menatap Reina dengan tatapan takut, bagaimana tidak, Reina memberikan pandangan yang sinis terhadap anak kecil wanita itu.


#Berenang


Hari ini adalah hari olahraga untuk bagi kelas 1,mereka memakai pakaian olahraga sekolah mereka,menuju kolam renang sekolah untuk praktek berenang.


"Reina,ayo kamu duluan."ucap ibu guru menyuruh Reina untuk bergegas.


Reina yang pada dasarnya jago berenang langsung meluncur kedalam air melakukan gaya renang basic.


Namun saat sampai di ujung dia melihat Azka yang tengah asik bermain bersama teman barunya itu.Dengan penuh amarah dia bergegas menuju Azka, menghiraukan panggilan dari guru yang menyuruhnya untuk segera kembali.


byur...


Reina menghentakkan tangannya sehingga air mengenai wajah dari teman baru Azka.


"Kamu kenapa sih?"tanya Azka merasa risih.


"Aku gak suka,kalian berduaan terus."ucap Reina terang-terangan.


"Terserah aku lah mau main sama siapa juga,aneh."


Azka menarik tangan teman barunya itu keluar dari air.


#Pulang


Reina pulang ke rumah dengan keadaan yang sangat kacau,wajahnya ditekuk malas.


"Anak cantik ibu kenapa?"tanya Ibu


Reina memeluk kaki ibu dengan erat, ia menangis dengan kencang,bibirnya tidak berhenti berbicara melantur.


"Azka jahat, mentang-mentang ada teman baru, leina dicuekin, leina benci azka."gerutu Reina di tengah tangisnya.


"Nanti juga akur lagi kok,jangan sedih."ucap Ibu


Reina hanya mengangguk kecil,lantas berlari ke kamarnya.


#Baikan


Keesokan harinya di sekolah, Reina berusaha cuek terhadap Azka, nyatanya ia berhasil,saat Azka menyapa ia malah membiarkannya begitu saja,memilih untuk berlalu daripada menjawab sapaan Azka.


Reina memakan bekalnya di taman,sendiri,hari ini sandwich kesukaannya.


"Sampai kapan leina sama Azka malahan nya ya?"batin Reina.


Sungguh kedua anak kecil itu sudah tidak sanggup untuk marahan,padahal baru saja satu hari Reina mencoba cuek,tapi di hati Azka merasa kosong.


"Hai Reina."ucap Azka


Azka langsung duduk di samping Reina,ikut makan bekal nya sendiri,nasi goreng.


"Kamu mau?"tanya Azka


Reina melihat sebentar,itu nasi goreng buatan ibu Azka,jangan lupakan omelette nya, kesukaan Reina.


Reina menatap dengan Lamat,air liur mulai keluar dari mulutnya, namun ia tersadar ia masih marah terhadap Azka.Tidak dia tidak boleh tergoda oleh makanan itu,harga gengsi dirinya lebih mahal dari pada omelette dan nasi goreng buatan ibu Azka itu.


"Kamu mau?"tanya Azka sekali lagi


"Maafin aku ya."lanjutnya


Mendengar kata itu Reina mulai melirik ke arah Azka, memandanginya dengan Lamat, memegang dahi Azka, takutnya dia sakit atau kenapa,aneh,seorang Azka biasanya tidak meminta maaf terlebih dahulu.


"Ini buat kamu,tapi sebelum kamu makan,maafin aku dulu ya."ucap Azka dengan wajah memelas.


Reina mengangguk,biarlah dia maafkan Azka saat ini,Jujur nasi goreng itu lebih menggugah dari hal apapun,bahkan dari Azka sekalipun.


"Iya aku maafin?"ucap Reina memakan nasi goreng dengan lahap.


kruyuk ....


suara perut Azka memberhentikan kegiatan Reina yang tengah memakan nasi goreng dengan lahap,ia menawarkan nasi goreng itu juga kepada Azka.


"Suapin."ucap Azka manja.


Dengan berat hati Reina menyuapi Azka dengan keadaan mulutnya penuh dengan nasi goreng.


Azka kerdus sedari kecil-author


#Meninggalnya Ibu


Hari ini hari ujian kelas 6 bagi Reina dan Azka,setelah menyelesaikan ujian dengan kepala mumet dan pusing mereka bergegas pulang,namun sesampainya di rumah, pemandangan yang Reina saksikan adalah banyak nya orang yang berkumpul di depan rumahnya,serta bendera kuning yang bertengger di sana-sini.


Reina berlari di ikuti Azka ke dalam rumahnya,di dalam banyak sekali tetangga yang memeluk Reina dengan erat, memberikan kata penyemangat dan empati terhadap anak kelas 6 yang kini menjadi yatim piatu.


Ya ibu Reina meninggal,Reina begitu terpukul,ia memeluk dengan erat jasad ibunya yang terbujur kaku.


"Ibu.....kenapa tinggalin Reina.....ibu bangun..."tangis Reina pecah seketika.


Bagaimana tidak,ibu adalah satu-satunya keluarga yang Reina miliki ia begitu mencintainya.Namun kini Reina sudah tidak punya keluarga lagi.


Acara pemakaman ibu Reina selesai, Reina masih tersungkur di depan pusara ibunya,di temani dengan Azka serta kedua orangtuanya.


"Reina ayo pulang."ucap Azka memegang bahu Reina.


Reina hanya diam tidak berkutik,ia masih sibuk memegang tanah pusara ibunya yang masih basah.


"Reina sekarang sendiri,gak punya siapa-siapa lagi."tangis Reina.


"Kamu gak sendiri nak,ada kami."ucap ibu Azka.


"Iya Rei,kamu bisa anggap orangtua aku seperti orangtua kamu kok."ucap Azka mencoba menenangkan Reina.


Reina berdiri lantas memandang kedua orangtua Azka dengan lamat,lantas mulai memeluk mereka dengan erat.


"Terimakasih om,Tante."ucap Reina.


TBC...


jangan lupa votemen


kirim kritikan dan saran


Happy reading


salam hangat dari aku ❤️🖤