LOST

LOST
Pelaku



"1 Minggu lagi kita nikah,aku udah siapin semua keperluan."ucap Azka


"Kamu serius?"tanya Dania tidak percaya.


Ia berpikir sejenak,seminggu lagi?sebentar seminggu lagi kan tanggal ulang tahun dia.


"Sengaja?"tanya Dania


Azka yang peka hanya mengangguk mengiyakan.Dengan penuh rasa senang Dania memeluk Azka,ia sangat bahagia sekali.


Seminggu setelah kejadian itu, Reina sudah sehat,sedangkan Jelly masih merasakan nyeri di sekujur tubuhnya.


"Reina,ayo ketemu."ajak Dania


"Dimana?ada apa?tumben ngajak ketemu."cibir Reina.


"Pokoknya rahasia,di cafe lu aja,aku bawa cake ya,minum nya gratis dari kamu."ucap Dania.


Reina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu,entahlah ia merasa bahagia saat ini,melihat persahabatannya dengan Dania yang tetap terjalin dengan baik, melihat tunangannya Jackson,dan tidak bisa dipungkiri,mengingat dan melihat Azka sangat membuatnya senang,memang Azka adalah masa lalu baginya,namun sekedar begitu saja sudah membuatnya bahagia,untuk bahagia tidak perlu bersama kan?kalau dia bahagia, Reina juga akan bahagia.


Ada ungkapan,yang namanya cinta akan tumbuh karena terbiasa,yang namanya lupa akan tumbuh karena sudah lama, begitulah yang menggambarkan Reina saat ini,karena terbiasa dengan Jackson ia menjadi semakin cinta,karena sudah lama dengan Azka membuatnya bisa lupa juga.


Reina membereskan cafe di bantu dengan Jackson.


"Gak cape?kamu kan baru juga seminggu sembuh."bisik Jackson memeluk Reina dari belakang.


"Nggak,kan ada kamu,BABU aku."ucap Reina menekan kata babu.


Mendengar itu membuat Jackson sebal,namun tak berselang lama mereka tertawa bersama.


*****


"Aku Minggu depan mau nikah sama Azka."teriak Dania girang.


"Kamu serius?"tanya Reina tidak percaya


Dania hanya mengangguk, memberikan surat undangan kepada Jackson dan Reina.


"Dateng ya,siapa tau kamu yang dapat bucketnya."ucap Dania tertawa.


Dania pergi, kedatangan dia hanya untuk memberikan undangan spesial kepada sahabatnya itu.


"Kamu kapan nikahin aku."ucap Reina cemberut.


"Dania aja udah mau di nikahin."lanjutnya


Mendengar itu Jackson sedikit menyunggingkan senyumnya,lantas menarik tangan Reina lalu di ciumnnya.


"Kamu maunya kapan?aku kapan-kapan juga mau kok."ucap Jackson


Mendengar kalimat itu hati Reina berdebar, pipinya bersemu sangat sangat merah,aura di dalam tubuhnya menjadi panas.


"Pokoknya kamu tunggu aja,nanti aku bakal ajak kamu nikah kok."ucap Jackson tersenyum.


*****


H-2 menuju pernikahan


Segala urusan sudah siap,gedung serta wedding organizer,serta fitting pakaian sudah selesai, begitu juga dengan surat undangan.


Hari yang Dania tunggu akhirnya tiba,ia sudah tidak sabar untuk menunggu hari itu,hari dimana ia dan Azka akan terikat janji suci.


"Selamat ya nak."ucap ayah memeluk Dania dengan hangat.


"Ayah yakin, Azka adalah pria yang tepat bagi kamu."ayah mencium puncuk kepala Dania.


Tok... tok...


"Ayah coba buka pintu, ini ibu lagi masak."teriak ibu dari dapur.


Ayah pergi ke depan pintu,dengan rasa deg-degan ayah membuka pintu dengan perlahan.


"Benar ini kediaman Bapak Dani?"tanya seseorang.


*****


"Jelly makan yang banyak ya,biar cepat sembuh, Dania mau nikah loh, kamu harus datang."ucap Reina menyuapi Jelly.


Keadaan Jelly sudah membaik,dia sudah hampir sembuh total, beruntung sekali tabrakan dulu tidak terlalu kencang, sehingga dia tidak mengalami luka berar.


drrt....drrrrt...


Handphone Reina berdering, menunjukkan nomor dari kepolisian.Reina mengangkat teleponnya dengan gemetaran.


"Iya pak halo."ucap Reina menyapa terlebih dahulu.


"Dengan mbak Reina?"


"Iya saya sendiri."


"Kami sudah menemukan pelaku tabrak lari yang mengakibatkan anda cedera."jelas polisi di telepon.


"Baik pak,saya akan kesana,saya ingin pelaku dihukum dengan seadil-adilnya."ucap Reina geram.


Tut....


panggilan dimatikan,tak lama kemudian Dania menelepon Reina, Reina mengangkatnya namun dia sangat kaget ketika mendengar suara Dania yang parau.


"Rei,ayah di tangkap polisi."lirih Dania.


Deg....


Hati Reina merasa sesak,ia sejenak berpikir.Apakah yang dimaksud polisi tadi adalah ayah Dania?namun ia menepis semua tuduhan yang belum terbukti itu.


"Ada apa kak?"tanya Jelly penasaran.


"Pelakunya udah ketangkap,kakak ke kantor polisi dulu ya."ucap Reina meninggalkan Jelly.


*****


"Benar ini kediaman bapak Dani?"tanya seorang pria yang berseragam polisi.


Melihat seragam itu ayah menjadi gelagapan,keringat mulai bercucuran dari dahinya,bajunya yang wangi sekarang penuh dengan peluh yang menetes.


"I...i..ya..saya sendiri."ucap ayah gugup.


"Anda kami tangkap atas kasus percobaan pembunuhan terhadap saudari Reina."polisi memborgol tangan ayah.


Ibu Dan Dania yang merasa heran kenapa ayah belum kembali juga menyusul ke arah pintu,betapa kagetnya mereka saat melihat ayah tengah di bawa naik ke dalam mobil polisi.


"Tunggu...ayah.."teriak Dania.


"Apa ini?apa salah suami saya?"tanya ibu menuntut penjelasan dari polisi.


"Suami ibu hendak melakukan percobaan pembunuhan terhadap saudari Reina,kami harap suami ibu bisa bertanggung jawab."ucap pak polisi masuk ke dalam mobil.


Dania terduduk,ibu memeluk Dania dengan erat, merelakan ayahnya pergi dengan tatapan bersedih.


"Kenapa ayah...."lirih Dania.


TBC.....


jangan lupa votemen


kirim kritikan dan saran


salam hangat dari aku🖤❤️