
Pagi hari ini Reina sudah siap di cafenya,dengan dibantu Jackson ia menyiapkan stock makanan yang sudah kosong, kebetulan hari ini Jackson sedang libur dari pekerjaan-nya, Reina dengan cekatan membuka toples yang berisi sedikit coffe bubuk,dengan jahilnya Jackson mengoleskan coffe bubuk itu ke wajah mungil Reina.
"Jackson.."kesal Reina
"Kenapa?gapapa loh kamu tetap cantik kok."tawa Jackson
Mendengar pujian itu wajah Reina berubah merah semu,lantas dengan cepat ia balas mengoleskan coffe bubuk di wajah Jackson, Jackson yang berontak membuat mereka berdua terjatuh, dengan posisi Reina yang menindih Jackson,serta mata mereka yang saling tatap membuat mereka lupa dimana mereka berada sekarang,cukup lama mereka bertatapan sampai akhirnya Reina tersadar.
Setelah kejadian itu mereka menjadi sedikit canggung,mereka tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
"Anu.."ucap mereka bersamaan.
Entahlah, sekali lagi mereka saling tatap,namun akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak.
Degh...
Reina mematung,ia tiba-tiba teringat akan satu kejadian di masa lalu,di hadapannya kini sudah berdiri sosok pria,ya pria yang menabrak nya di bandara.Mereka sepertinya akrab,mereka juga pernah berada di dalam posisi seperti ini.
Lamunan Reina buyar ketika Jackson tidak sengaja menjatuhkan nampan stainless.
"Babe, hati-hati dong,kaget tau."ucap Reina gelagapan.
"Sorry.."cengir Jackson.
*****
"Hari ini kita ada Pemotretan di cafe,nama cafenya cafe Arabella."
"Habis sarapan kita breafing dulu,selamat sarapan.
Para kru dan talent pun langsung kembali ke kamarnya.
"Semangat,shoot hari pertama."teriak Dania.
Azka hanya tersenyum melihat kelakuan Tunangannya itu yang seperti anak kecil.
Hari ini shoot di cafe,kata cafe itu membuat Azka semakin rindu dan teringat akan Reina.
Tim dan talent mulai beranjak pergi,mereka menaiki mobil Van khusus tim model, perjalanan dari hotel menuju cafe Arabella memakan waktu sekitar 20 menit.
*****
Tring...
Dua anak muda memasuki are dalam cafe,mereka hendak memesan namun Reina menahan-nya dengan sopan dan ramah ia menjelaskan.
"Sorry, het café houdt een fotoshoot van een model."jelas Reina sopan
Pasangan muda-mudi itu hanya mengangguk lantas keluar dari cafe.
"Babe,tim pemotretan kapan datangnya?"tanya Jackson
"Gak tau,sebentar lagi mungkin."ucap Reina
"Udah,sekarang kita lanjut beres-beres,masa cafe mau di pake pemotretan masih kotor."lanjutnya
Jackson mengangkat tangan kanannya ke arah kepala,berlaga seperti sedang hormat kepada bendera.
"Apa sih."tawa Reina
Mereka tertawa terbahak-bahak,kembali sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Tring...
Suara dari pintu cafe berbunyi, menandakan kalau ada orang yang memasuki cafe.Reina dan Jackson menoleh,lantas mereka mulai merapihkan diri seadanya,menata rambut dan mengusap pelan celemek barista nya.
"Hallo, welkom."sapa Reina ramah
"Hai,bahasa Indonesia aja."ucap ketua regu fotografer.
"Ouh okok,selamat datang di cafe kami."tambah Jackson.
Ketua regu fotografer hanya mengangguk lantas mulai berseru menyuruh semua tim nya untuk mempersiapkan barang-barang fotograper.
Satu dua anggota regu mempersiapkan peralatan,mulai mengambil tripod, lightning,dan segala peralatan fotograper,mulai menyusun rapi sesuai keperluannya.
"Panggil model kita."ucap ketua regu.
"Model masih make-up kak."
Selang tak lama kemudian,Dania datang,ia menggunakan pakaian barista dengan topi baret di atas rambut panjangnya yang di cempol cantik.
"Modelnya cantik."bisik Reina
"Masih cantik kamu."bisik balik Jackson.
"Aww."Jakcson meringis kesakitan.
Dania mulai bergaya, dia sangat profesional layaknya barista,ia tahu seluk beluk dunia per Baristaan.
Azka dengan kameranya tengah sibuk memotret Dania,satu dua cekrekan dan lampu flash terdengar nyaring di ruangan cafe.
30 menit tak terasa, sekarang ini tim tengah break, Reina dan Jackson mulai menyajikan coffe untuk tim fotografer minum,sedangkan Dania dan Azka tidak beristirahat di dalam cafe,mereka mempunyai stand sendiri di depan halaman cafe.
"Babe,haus."manja Dania
"Nanti juga kesini."ucap Azka
Reina dengan tangan memegang nampan berisi coffe beranjak menuju stand itu,namun di tengah perjalanannnya.
"Aww."Reina terjatuh,isi coffe nya pun ikut berhamburan di halaman cafe.
Jackson yang melihat hal itu,dengan cekatan menghampiri Reina,ia menggendong Reina yang tertatih menuju dalam cafe.
"Biar aku yang anterin coffe nya."ucap Jackson
Reina hanya berdehem kecil.
Jackson dengan nampan berisi dua cup coffe baru menuju stand Azka dan Dania.
"Permisi,ini coffenya."ucap Jackson ramah.
Dania dan Azka hanya mengangguk,lantas menerima dan meminum coffe yang Jackson berikan.
"Selamat menikmati."ucap Jackson sambil berlalu pergi.
"Masnya ramah banget ya."ucap Dania
"Ya namanya juga orang Indonesia, terkenal ramah pasti."ucap Azka seraya meminum coffenya.
"Talent Dania,ada dua shoot lagi."Teriak ketua regu
"Iyaa, sebentar."teriak Dania
Shoot selanjutnya pun di mulai,saat ini Dania tengah berpose duduk di kursi cafe seraya meminum secangkir coffe,wajahnya di rias cantik,namun tetap terlihat natural,pakaiannya menggunakan warna tune putih gading,sangat cantik karena kulitnya putih.
Sementara itu Reina dan Ujang memilih untuk berdiam di gudang cafe,mereka tidak mau menggangu sesi pemotretan itu.
"Btw,mereka bayar berapa untuk hari ini?tanya Jackson.
"600 euro,lumayan kan?"tanya balik Reina
"Lumayan banget,tapi kenapa mereka datang jauh-jauh ke Belanda cuman buat shoot foto di cafe doang?"Jackson merasa heran
"Babe,cafe kita ini salah satu cafe Indonesia di Belanda, furniture kita di hias akulturasi budaya antara Indonesia sama Belanda,denger-denger sih cafe kita terkenal di Indonesia."jelas Reina
"Makanya banyak turis dari Indonesia kalau berkunjung ke Belanda,pasti bakal kesini."Lanjutnya
Jackson hanya ber-ouh kecil,lantas kembali terdiam.
"Sebentar,gua izin ke air."ucap Azka
"Sana jangan lama-lama."
Azka hanya mengangkat tangannya membentuk huruf O, menandakan OK.
"Aduh ini toilet dimana sih."batin Azka.
Saat Azka kebingungan mencari toilet,ia tidak sengaja menabrak seseorang di depannya.
Brughhh!!
"Aduh."ucap perempuan yang Azka tabrak mengaduh kesakitan.
"Maaf-maaf."ucap Azka
Perempuan itu bangkit dari jatuhnya,lantas mulai menepuk-nepuk celananya yang sedikit kotor,saat perempuan itu hendak mendongakkan kepalanya mata mereka saling menatap.
"Eh,kamu?yang di bandara kan?"tanya Reina
"Lagi cari apa?"tanya Reina sedikit judes
"T....toilet."ucap Azka terbata-bata
"Lurus,belok kiri."ucap Reina hendak pergi meninggalkan Azka.
Namun tertahan,kini tangan Azka memegangi tangan Reina dengan cukup keras. Langkah Reina tertahan,ia hendak marah namun tidak jadi,karena di depan sana terdapat banyak regu fotografer,ia takut amarahnya menganggu kegitan fotografer itu.