LOST

LOST
Aku atau dia?



Reina sudah sampai di sekolah Jelly,ia mulai memasuki sekolah,bertanya arah menuju kantor kepala sekolah.


"Saya wali atas nama Jelly Basilius."ucap Reina duduk sembari menyimpan tasnya di atas meja kepala sekolah.


"Iya ada keluhan apa Bu?"tanya kepala sekolah


"Saya ingin tahu,apakah selama di sekolah Jelly baik-baik saja? maksudnya ada masalah atau tidak?"tanya Reina sopan


"Jelly anaknya emang jarang masuk,gak tau kenapa, cuman karena dia siswa beasiswa sebagian jadi sekolah memakluminya."ucap kepala sekolah.


"Yakin?jelly gak ada masalah sama teman-temannya?"tanya Reina meneliti.


Kepala sekolah diam gelagapan,wajahnya terlihat tegang,keringat mulai bercucuran sedikit.


*****


"Anak yatim, ambilin gua minum."ucap seorang perempuan yang tengah merundungi Jelly.


Jelly hendak mengambilkan minum di tas wanita itu,namun wanita itu mencegahnya.


"Harus merangkak dong,masa babu gak sopan."ucap wanita itu.


Jelly hanya bisa pasrah,mulai menurunkan tubuhnya, bersiap untuk merangkak.


bugh...


satu tendangan mengenai paha Jelly.


"Heh cepetan."ucap satu wanita lagi.


Jelly merangkak sembari menitikkan air mata.


Saat salah satu wanita hendak menjambak rambut Jelly,wanita itu tertahan oleh tangan seorang wanita yang mencengkram tangannya dengan erat.


"Lepasin."ucap wanita itu.


Plak...


Tamparan telak mengenai pipi wanita itu.


"Jadi ini kelakuan kalian?"tanya Reina marah.


Amarahnya memuncak,ia menampar pipi kedua teman wanita itu.Lalu membantu Jelly untuk bangkit.


"Jadi ini? kata bapak tidak ada masalah?"tanya Reina menunjuk ke arah kepala sekolah.


Suasana di depan kelas ramai oleh siswa yang kepo,mereka bertanya-tanya ada kejadian apa di kelas itu.


Reina pergi,menyeret Jelly menuju luar sekolah.


*****


"Antar saya ke kelas Jelly."ucap Reina


Kepala sekolah hanya mengangguk,ia berjalan menuju kelas Jelly yang berada di pojok ruangan.


Di tengah jalan sebelum masuk ke kelas, Reina melihat Jelly yang tengah di rundungi oleh tiga orang siswi.


*****


"Mulai besok kamu pindah sekolah."ucap Reina


Jelly masih terisak menangis.


"Kenapa selama ini kamu gak cerita?"tanya Reina


Jelly masih diam,hanya isakan tangis yang terdengar dari mulutnya.


"Aaaku...tata...takut,s...selama ....ini...hanya...ka..Kaka..k yang... belain a...ku."ucap jelly tersedu-sedu


"Ibu kamu?"tanya Reina


"Aku gak mau ngebebanin ibu."ucap Jelly


Reina memeluk Jelly dengan erat.


"Udah,ayok kita pulang."


*****


Reina dan Jelly sampai di depan rumah,tidak begitu besar,namun tidak juga kecil,hanya saja banyak tembok yang sudah retak,dan banyak dinding yang terkelupas, halamannya juga sangat kumuh.


"Maaf ya kak,rumah ku kotor."ucap Jelly malu.


"Gapapa."ucap Reina mengelus rambut Jelly.


"Ibu... Jelly pulang."ucap Jelly


Saat memasuki rumahnya,wajah Jelly berubah,senyuman mulai terurai dari wajahnya,yang semula suram,sekarang menjadi cerah.Jelly masuk dan langsung memeluk ibunya yang masih berkutit dengan mesin jahit tua miliknya.


"Aduh anak Ibu udah pulang."ucap ibu Jelly.


Saat ini Reina hanya berdiri,melihat ibu Jelly dengan penuh iba,wanita itu menggunakan daster dan syal di lehernya, kepalanya juga dibungkus dengan tupluk.


"Siapa?"bisik ibu Jelly


"Silahkan masuk,duduk dulu nak,sebentar ibu ambilkan minum ya."ucap ibu Jelly riweh


"Nggak Bu,nggak usah."ucap Reina sopan,sembari duduk di atas sofa tua.


Entah mengapa,saat Reina melihat wanita itu,ia merasa tidak asing,ia seperti pernah melihat wajah wanita tua itu.


Kedatangan Reina ke rumah Jelly,hanya untuk memberi tahu kalau Jelly akan pindah sekolah,dengan alasan agar lebih dekat dengan rumah Jelly,untuk biaya Reina yang akan menanganinya.


Ibu Jelly bersyukur,melihat kebaikan Reina terhadap Jelly.


"Makasih nak."ucap ibu Jelly.


"Sama-sama Bu Jamila."ucap Reina tersenyum manis.


*****


Saat ini Azka dan Dania tengah duduk bersama,mereka menghabiskan waktu istirahat Dania di sela-sela syuting modeling.


"Aku mau tanya boleh?"tanya Dania


Azka hanya mengangkat alisnya,tanpa berkata sedikitpun.


"Sebenernya kamu anggap aku apa sih?"tanya Dania


"Gak perlu di jawab,kamu juga tau kan?"Azka malah bertanya balik


Dania membuang nafasnya kesal,mendengar dan melihat jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan.


"Dania,10 menit lagi."teriak kameramen di sebrang sana.


Dania hanya mengangkat jarinya berbentuk huruf o,lantas meminum sedikit minuman miliknya,sembari berdiri ia berkata.


"Kamu masih suka sama Reina?pilih,aku atau dia?jujur aku udah capek ngadepin tingkah kamu yang kayak gini."ucap Dania pergi meninggalkan Azka sendiri.


Mendengar ucapan yang Dania lontarkan Azka hanya bisa terdiam,meneguk ludahnya,mulai mencerna kata per kata yang ia dengar.


"Shit..."umpatnya.


*****


"Hi,apa kabarnya kamu disana?"tanya Reina tersenyum manis.


"Ya seperti biasa,keteteran,kerjaan banyak,untuk caffe ada Ujang yang bantu, pacarnya juga baik."ucap Jackson di telepon


"Ouh,Ray belum pulang?"tanya Reina penasaran.


"Lusa dia pulang."ucap Jackson


"Tapi aku sedikit gak suka sama mereka."ucap Jackson cemberut di sana


"Kenapa?"tanya Reina


"Disaat kita LDR-an,mereka malah enak-enakan berduaan."ucap Jackson


"Jadi ceritanya kamu iri nih?"tawa Reina pecah


"Kapan kamu pulangnya sih."ucap Jackson mengeluh.


"Ya ampun,kan aku udah bilang aku di Indonesia cuman 2 tahun aja kok."ucap Reina gregetan.


"2 tahun tuh lama banget,kangen."ucap Jackson


"Kamu pikir aku gak kangen gitu?"tanya Reina


"Iya deh iya."


Cukup lama mereka berbincang di telepon, membicarakan hal apa saja yang ada di pikiran mereka,dari hal receh Sampai hal yang tidak penting sekalipun,ya meski Jackson blasteran,ia tidak melupakan kalau dia warga negara Indonesia,pasti saja ia selalu bergurau ala-ala jokes bapack-bapack xixixi.


Telepon dimatikan karena Reina sudah mengantuk,dengan perbedaan waktu sekitar 5 jam, tentu saja membuat mereka sedikit keteteran dalam hubungan ini.


"Aduh anak perawan mamah lagi kangen-kangenan."ledek Mamah.


Reina hanya tersenyum,mamah datang menghampiri Reina.


"Maafin masa lalu Mamah ya Rei."ucap mamah mencium pucuk kepala Reina.


"Its ok mah, Reina udah maafin,btw kapan kita pulang ke Belanda?"tanya Reina antusias.


"Baru juga beberapa hari disini, kerjaan Mamah kan sampai 2 tahun ke depan,kamu gak sabaran banget sih pengen ketemu Jackson,sampai segininya."ledek Mamah


"Mamah gak pernah ngerasain pacaran LDR sih."gerutu Reina.


"Hey,jangan kamu pikir mamah belum pernah ngalamin masa muda ya."ucap Mamah sedikit mencubit hidung mancung Reina.


Mereka tertawa bersama-sama,sampai akhirnya Reina mulai terlelap, Mamah mematikan lampu kamar Reina lantas pergi sembari menutup pintu kamar.


TBC....


jangan lupa votemen ya


kirim kritikan dan saran


selamat membaca,salam hangat dari aku.