
"Gua baik-baik aja."ucap pria tersebut
"Pake bahasa aja,gua tau lu orang Indonesia."lanjutnya
Reina hanya mengangguk lantas membantu pria tersebut untuk berdiri,dengan langkah yang terbata-bata pria tersebut memilih untuk duduk di kursi depan Reina.
Aura sekitar koridor terasa canggung, Reina tertunduk melamun,sedangkan pria itu hanya tersenyum melihat Reina sekilas.
Flashback off..
"Tempat terakhir?kemana?"tanya Reina
"Itu nanti malam,sekarang kita keliling kota aja."ajak Jackson
"ok lah."ucap Reina pasrah
Sudah 2 jam mereka di dalam mobil,mengitari jalanan kota dengan di selingi bincangan kecil,sepertinya suasana hati mereka sudah membaik lagi.
Mobil Jackson berhenti,menuju jalan khusus untuk parkir, setelah menemukan tempat parkir yang pas ia mematikan mobilnya, lantas beranjak keluar,tak lupa ia juga membukakan pintu untuk Reina,kali ini Reina membiarkannya.
"Ini?"tanya Reina tidak percaya
Jackson hanya mengangguk mengiyakan,saat ini mereka tengah berdiri di depan restoran yang bisa dibilang mewah,dengan bentuk bangunan khas Eropa yang unik.
Mereka mulai memasuki area restoran, langsung menuju tempat duduk yang telah Jackson pesan tempo hari.Tempat duduknya terkesan sangat indah,dengan taplak berwarna merah berani,dengan 3 lilin berdiri di atas cawan emas,menambah nilai kecantikan tempat yang mereka duduki.
Pelayan datang memberikan makanan pembuka untuk mereka.Gounda cookies,itu sangat lezat.
Selanjutnya pelayan memberikan menu berat untuk mereka,lihatlah di atas piring tersaji spaghetti chicken with creamy truffle sauce, makanan sederhana memang,tapi entah apa yang membuat makanan itu terasa elegan malam ini.
Sejak tadi mereka sibuk makan,hanya terdengar dentingan Senduk dan garpu,saking lahapnya Reina makan,ia meninggalkan sedikit cream truffle di pinggir mulutnya,dengan gemas Jackson mengelap sisa cream itu dengan tangannya.Reina hanya terdiam,lantas melanjutkan makannya dengan cuek.
Dessert datang,oliebollen makanan manis seperti donat,namun tidak berlubang di tengahnya,ouh di dalamnya juga terdapat kismis yang sangat manis,cocok untuk penutup di hari manis mereka berdua ini.
Setelah menghabiskan oliebollen Jackson permisi pergi ke toilet,Reina hanya mengiyakan lantas sibuk memainkan handphonenya,selang tak lama suara alunan biola yang merdu terdengar, Reina mendongak saat melihat Jackson tengah memainkan biola dengan sangat anggun di depannya.
Meskipun hanya memakai sweater dan celana jeans polos, Jackson berhasil membuat Reina dan pengunjung restoran terpana,dengan wajah tampannya blasteran Belanda-Jawa membuat alunan biola itu terlihat cantik.Wajahnya tampak elegan.
Tiba-tiba Jackson menghentikan aksi bermain pianonya,ia terduduk dengan satu lutut di depan Reina, mengeluarkan sekuntum bunga dan cincin berlian cantik yang ia sematkan di jari manis Reina.
"Will you marry me?babe?"tanya Jackson
Wajah Reina bersemu merah bagai kepiting rebus,ia merasa malu,karena saat ini banyak sekali mata orang yang tidak dikenal memandangnya,namun di sisi lain ia merasa bahagia melihat kelakuan pacarnya itu.Dengan malu-malu Reina mengangguk,mengiyakan pertanyaan Jackson tadi.
Jackson begitu bahagia,ia mengangkat tubuh mungil Reina ke dalam dekapannya,malam ini mereka tengah melakukan pertunangan dengan di saksikan ratusan orang yang tak dikenal,memandang mereka semua dengan penuh suka cita.
*****
"Makasih ya."ucap Reina
Jackson hanya mengangguk.
"Mampir dulu?"tanya Reina hendak turun dari mobil
"Nggak,udah malem,salam aja buat mamah."ucap Jackson
Reina hanya mengangguk lantas keluar dari mobil,membuka pintu rumah,namun saat ia di ambang pintu ia menatap mobil Jackson dengan lekat,lantas mulai melambaikan tangannya.
Mobil Jackson melaju cukup jauh dari rumah Reina.
*****
"Reina pulang."teriak Reina
Terlihat mamah sedang duduk di sofa, melihat acara reality show kesukaannya,dengan perasaan penuh suka cita Reina menghampiri mamah,lantas menyenderkan kepalanya di pangkuan mamah dengan manja.
Reina mengangkat tangannya,sengaja memperlihatkan cincin yang tersemat di jari manis nya,namun nihil,mamah masih terfokus pada acara reality show kesukaannya,Reina tidak menyerah,ia berdehem kecil,ya,itu berhasil mamah menoleh lantas berkata.
"Serius?"tanya mamah
"Jackson?"tanya mama sekali lagi
Sekali lagi Reina mengangguk,dengan senyum yang belum pudar.
Reina mengubah posisinya menjadi duduk, mencoba menyetarakan dengan mamahnya,Reina memeluk mamah dengan sangat manja.
"Aduh anak gadis mamah udah sold out."canda mamah.
"Ada apa ini?"tanya Ujang yang baru turun dari kamarnya
"Kepo lu."ucap Reina
"Eh Ray mana?"tanya Mamah
"Ada,lagi dibelakang."
Mata Ujang menangkap sesuatu di tangan Reina, kakaknya itu.
"Selamat teh."ucap Ujang merasa senang
"Ujang jadi pengen nyusul sama Reina."ucapnya dengan muka memelas
"Tamatin dulu kuliah kamu,baru pikirin yang begituan."ucap mamah
Ujang hanya terdiam,berbeda dengan Reina yang tertawa terbahak-bahak,malam itu mereka menghabiskan malam dengan bercanda bersama.
*****
Mentari pagi menyambut,sinar nya begitu hangat,namun kehangatan sinarnya tidak bisa menandingi kehangatan hati Reina pagi hari ini,lihatlah sebelum fajar menyingsing Reina sudah siap, terduduk di atas ranjangnya dengan pakaian yang begitu cantik,seperti biasa rambutnya ia ikat gaya ekor kuda.
Hari ini Reina akan pergi, menghabiskan waktu bersama Jackson,entahlah Jackson sepertinya belum puas melihat wajah Reina, mengingat besok dia harus pergi kembali ke Indonesia,tanah kelahirannya.
Hari ini mereka janjian ketemu pukul 8 pagi,namun jam 6 pagi ini Reina sudah siap untuk berangkat.
Suara derungan mobil terdengar, Jackson memberhentikan mobilnya di depan rumah Reina, Reina yang melihat dari jendela kamarnya langsung turun kegirangan.
Reina sudah sampai di ambang pintu, menghirup nafas dalam-dalam lantas mulai membuka pintu rumahnya,di depan sana sudah terdapat Jackson,dengan baju tidak formal nya ia tambah ganteng, begitulah pikir Reina, entah kenapa hari ini Reina begitu terpesona melihat penampilan Jackson pacarnya itu.
"Masuk dulu?atau langsung?"tanya Reina
"Langsung aja."ucapnya
Reina hanya mengangguk lantas pergi ke kamarnya dulu, meninggalkan Jackson sebentar untuk berpamitan dan mengambil tasnya yang berada di kamarnya.
Setelah beranjak dari kamarnya Reina dan Jackson memasuki mobilnya,tak lupa seperti biasa Jakson membukakan pintu untuk Reina,hal kecil,namun bermakna.
Derungan mobil mulai terdengar jauh dari rumah Reina.
"Hari ini mau kemana?"tanya Reina mendekatkan kepalanya ke arah Jackson yang tengah menyetir mobil.
"Jangan bikin aku salting."ucap Jackson menahan rasa malu.
Reina hanya terkekeh melihat tingkah Jackson yang lucu itu,ia tidak menyangka pria yang dulu sangat dingin ini menjadi pacarnya,ah tidak teman hidup di masa depannya.
TBC..
Jangan lupa votemen
Mohon maaf kalau cerita aku kurang menarik
Untuk kritik dan saran bisa tinggalkan di kolom komentar ya
Terimakasih
Salam hangat dari aku..