LOST

LOST
Masa lalu



Tring...


Pintu cafe terbuka,Ujang dan Ray temannya datang terengah-engah,ia berkata mereka habis di kejar anjing,tak lupa ia memberikan pesanan kakaknya, selanjutnya Ujang menyuruh Ray duduk di salah satu meja lantas ia pergi ke dapur untuk membantu kakaknya bekerja.


"eh siapa?pacar?"Tanya Reina


Ujang yang mendengar pertanyaan itu pun langsung tersedak.


"Bukan teh,temen doang."ucapnya


Reina ber-ouh kecil.


"Ya udah sana,ajakin ngobrol,biar teteh yang siapin kopi."Ucap Reina


"Bayarnya potong dari gaji lu ya."lanjutnya


Ujang hanya mengangkat jarinya berbentuk huruf "O" lantas pergi menuju meja Ray.Disana Ray sedang sibuk memainkan telepon genggamnya,lantas selepas kedatangan Ujang ia mematikan telepon genggamnya dan mulai mengobrol bersama Ujang,tak lama kemudian Reina datang dengan membawa dua cup coffe Americano.


"Anak SMA Americano aja ya,jangan yang aneh-aneh."Ucapnya ramah


Ujang dan Ray menganggukan kepala,lantas berterima kasih,tampak Ray tersenyum tersipu malu.


"Kenapa?"tanya Ujang


"Nggak."Bohong Ray


Cukup lama Ray dan Ujang mengobrol,sampai tak terasa pengunjung cafe sudah mulai penuh, Reina sibuk menghampiri pelanggan kesana-kesini,Ray yang peka terhadap keadaan langsung menyudahi obrolannya dan izin untuk pulang,selepas itu Ujang dengan cekatan mulai membantu kakaknya melayani pembeli.


Di jalan sana tampak Ray yang sedang berjalan-jalan dengan hati dan suasana yang riang,ia tersenyum saat melihat cup coffe bertuliskan "Miss Ujang"


...****************...


"Malam ini mau jalan?"tanya Azka


"Nggak dulu deh babe,aku kasian liat Reina btw."


"Kenapa?"tanya Azka


Dania mulai menceritakan kejadian yang Reina alami 4 tahun silam dimana ia kehilangan orang yang dicintainya di hari besar itu.


"Mau kita cariin jodoh buat dia?"tanya Azka


"Wah ide bagus tuh,ok aku chat dulu Reina."ucap Dania


...****************...


Tring...


Reina POV


apaan sih ni orang, baru juga gua pulang ke rumah udah nyuruh buat ke taman.


Author POV


Motor memaju memotong jalanan malam Minggu yang macet,Reina mengendarai motornya meliuk kanan kiri, menyalip beberapa kendaraan yang terjebak macet.


Sesampainya Reina di taman


"Ada apa?"tanya Reina


"Lu sama Azka tunggu dulu ya,gua mau beli minum dulu."ucap Dania


Dania pergi meninggalkan mereka berdua,kini tersisa mereka berdua dan kecanggungan yang tengah duduk di kursi taman,Reina tampak kaku,wajahnya semu memerah,begitupun Azka dengan muka tegangnya.


"Anu.."ucap keduanya berbarengan


Sontak mereka tertawa dengan tingkah mereka,tak sengaja tangan Azka menggenggam tangan Reina.


Splash...


Azka berada di ruangan putih,sekarang ini tampak didepannya ada cermin yang menampilkan gambaran dia dan seorang wanita yang tidak ia kenal, mereka tengah terduduk di taman sekolah,kala itu wajah Azka sangat ceria,seucap kata keluar dari mulutnya "Hari ini kita pacaran?"Begitulah tuturnya.


"Azka"Teriak Reina


splash...


Azka Kembali tersadar dari lamunannya,ia masih memikirkan kejadian barusan yang ia ingat dalam memorinya.


"Anu Azka,bisa lepasin tangannya gak."Ucap Reina


"Eh,maaf."ucap Azka kaget


"Kenapa nangis?"tanya Azka


"Cuman inget teman masa kecil aja."Bohong Reina


"Sekarang kemana?"Tanya Azka


Reina hanya mengangkat bahunya.


"Reina."Teriak Dania


Dania menghampiri Reina dan Azka dengan membawa seorang pria dengan penampilan rapi dan memakai kacamata, Reina mengangkat alisnya mengisyaratkan "siapa dia"


"Babe aku mau seblak,ayok anter."Ucap Dania


Azka yang peka terhadap situasi langsung beranjak pergi mengantar Dania jajan seblak.


...****************...


Suasana canggung menimpa Reina dan Joko,Reina yang menyadari Joko adalah cowok yang sulit mencari topik pun langsung memulai obrolan.


"Kok mau di jodohin?"Tanya Reina


"Ya mau aja, lagian mbaknya cantik,mana ada cowok yang nolak."Ucapnya


"Kata siapa?ada kok."Ucap Reina


"Serius?"Tanya Joko


...****************...


"Janji ya,kalau udah gede Azka pacaran sama Reina."ucap Reina kecil.


"Nggak mau,kita kan udah temenan."Tolak Azka kecil.


Saat SD


"Azka,ayo pacaran."Teriak Reina


Azka pura-pura tidak mendengar teriakan Reina,lantas pergi berjalan santai bersama teman-temannya.


Saat SMP


"Azka,ayok pacaran,gak bosen jomblo apa?"Tanya Reina


Azka hanya diam, lantas mulai sibuk memainkan telepon genggamnya.


Tak terhitung sudah berapa kali Reina menyatakan perasaannya,tak terhitung pula penolakan yang ia terima,entah apa yang membuat Reina begitu yakin kalau Azka adalah orang yang benar-benar ia cintai,sampai...


SMA


"Rei capek nembak Azka terus, always di tolak."Ucap Reina dibangku taman.


Azka mengacuhkan Reina,memasang musik di earphone sekencang-kencangnya,berharap ia berhenti mendengar ocehan Reina.


"Hari ini Rei nyerah, Rei gak mau pacaran sama Azka bye."


Reina yang kesal lantas pergi dengan perasaan yang berkecambuk dihatinya, sementara itu Azka tetap santai mendengar musik di earphone-nya.


Selang beberapa Minggu kemudian


Reina tampak menjaga jaraknya dari Azka,bahkan mereka yang biasanya berangkat bersama, sekarang sudah berangkat terpisah,di kelas pun Reina menukar teman sebangkunya,yang awalnya dengan Azka,ia berpindah dengan salah satu teman dekatnya Azka,bahkan ketika di kantin pun, Reina mencoba untuk mengacuhkan Azka.


Azka yang mulai kesal dengan tingkah Reina yang seperti anak kecil itu lantas menarik Reina secara paksa menuju bangku taman, segelintir mata memperhatikan mereka yang seperti "Tom and Jerry" sepanjang jalan.


"Duduk."Suruh Azka


"Nggak."Tolak Reina


"Gua bilang duduk."Ucap Azka sekali lagi.


Azka menekan bahu Reina dengan tangannya,berharap Reina dapat duduk,dan ya akhirnya ia berhasil membuat Reina terduduk.


"Ayok jadi pacar gua."Ucap Azka tiba-tiba


Reina yang mendengar hal itu tersentak kaget,wajahnya yang masam berangsur tersenyum kecil,raut wajahnya berseri bahagia, mukanya tak dapat berpaling dari sosok Azka yang ia cintai,kalau saja ini bukan di sekolah mungkin Reina akan berteriak sekencang-kencangnya,saat ini dia dalam hatinya berdegup kencang,bergetar hebat.


...----------------...