LOST

LOST
Kisah Ujang 3



Sementara itu di rumah Ray,ia tengah sibuk membongkar isi lemarinya,mencoba mencari baju yang dikirinya pas untuk ia kenakan.


"Mel,ini bagus gak?"tanya Ray sambil berpose di depan cermin.


"Kampungan."balas Amelia


Ray mengobrak-abrik lagi isi lemarinya.


"Kalau yang ini?"tanya Ray.


"Norak."ucap Amelia


"Ish, frustasi gua,gak ada baju yang bagus."keluh Ray


"Heh,bambank,dari 3 tumpukan baju Lo,masa gak ada yang bagus sih."ucap Amelia menekan jari telunjuknya di dahi Ray.


"Sini gua bantu pilih."Tawarnya


Gantian Amelia yang mengobrak-abrik pakaian milik Ray,ia tampak semangat sekali, berbanding dengan Ray yang tampak pasrah dengan keadaan.Saat ini pukul 08.45 pagi Ray panik karena ia belum siap,cukup lama Amelia mengobrak-abrik tumpukan baju hingga ia menemukan sebuah dress putih yang nampak anggun.


"Nah ini,coba sana."ucap Amelia


"Mel,itu dress loh."


"Udah,coba sana."


Ray dengan langkah yang lunglai mengambil dress dari tangan Amelia lantas menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


"Mau ketemu crush kok gak semangat sih."ledek Amelia.


"Diam Lo jomblo."ucap Ray sambil melemparkan pakaian cucian tepat mengenai wajah Amelia.


"Sialan."ucapnya


Tak lama kemudian Ray datang,ia terlihat anggun dengan dress putih itu, ditambah kulit putihnya yang mulus dan rambutnya yang lurus.


"Nah cakep."puji Amelia


"Aduh Mel,lima menit lagi jam 9 nih,gua belum dandan."rusuh Ray


"Udah lu tinggal diam."ucap Amelia


Dengan cekatan Amelia mendudukkan Ray di kursi meja rias,ia mulai mengoleskan counter di wajah Ray,tak lupa ia oleskan juga sedikit foundation dan bedak,bibir Ray yang sedikit merah muda pun ia olesi lipgloss agar terlihat cantik,sentuhan terakhir ia mengusap sedikit blush on di pipi Ray.


"Dah cantik."


"Eh tunggu ada yang kurang."Ucap Amelia


Ia mengambil satu jepit rambut berwarna putih lalu menjepitkannya di rambut Ray,ia juga menyiapkan tas dan sepatu yang senada dengan warna baju Ray.


Ting...tong..


Bel di rumah Ray berbunyi


"Ray ada tamu."teriak Bunda di lantai bawah


"Biar Ray yang buka,tunggu."teriak Ray


"Gua berangkat ya Mel."


"Good luck."


Ray hanya membalasnya dengan senyuman hangat.


Dengan semangat 45 Ray menuruni tangga rumahnya,wajahnya berseri bersinar hari ini.


"Mau kemana?"tanya Bunda


"Main Bun."


"Sama? Amelia gak di ajak?"tanya Bunda sekali lagi


"Ujang,amel lagi malas katanya."jawab Ray


"Dadah bunda."ucap Ray


Ray langsung berlari menuju pintu,namun ia kembali lagi,ia mencium lembut pipi Bundanya itu.


"Doain Ray ya Bun."ucap nya sambil menuju pintu


Ray membuka pintu hatinya berdegup kencang,rasanya ia seperti ingin meledak hari ini.Dengan hati yang masih berdegup kencang ia membuka pintunya.Tampak didepannya berdiri Ujang dengan sweater putihnya yang langsung memikat Ray, begitupun Ray dengan dress putihnya, langsung memikat mata Ujang yang melihatnya.


"Cantik."seucap kata keluar dari mulut Ujang


Ray yang mendengar kata itupun tersipu malu, lagi-lagi pipinya merona merah,bukan karena merah blush on,tapi merah karena tersipu.


"Mau pada kemana?kok bajunya samaan?"Ledek Bunda


Ray yang masih dalam keadaan tersipu malu pun menjawab pertanyaan Bundanya


"Apa sih Bunda,udah Jang yok berangkat."Ucapnya


suara pintu tertutup


...****************...


"Aduh teh,Ujang grogi nih."Ucap Ujang


"Ya elah Jang bawa santai aja,kalau diterima ya syukur,kalau enggak kan ada dukun."Ucap Reina enteng sembari sibuk membaca koran.


"Terus teteh buka cafe sendiri?"tanya Ujang mengalihkan topik


"Iya, santai aja,good luck Jang."ucap Reina


Ujang hanya ber-hmmm kecil lantas pergi menuju garasi untuk membawa motornya.


...****************...


"Hah?"Tanya Ray


"Apaan?gua gak nanya kok."teriak Ujang


"Iya, Bunda sehat."balas Ray


Saat ini mereka tengah asik berbincang walau ngelantur,mungkin karena terhalang oleh suara deru angin dan kendaraan.


Selang tak lama mereka sampai di salah satu mall di kota itu.


"Mau kemana?"tanya Ray


"Udah ikut aja."ucap Ujang menggandeng tangan Ray


Hei,lihatlah lagi-lagi Ray tersipu,bagaimana tidak?sedari tadi perlakuan Ujang yang manis membuat perasaan Ray melayang tinggi-tinggi sekali.


"Rules pertama buat nembak cewek,1.puji dia,jangan lupa ajak have fun."Saran dari Reina sudah Ujang laksanakan.


Ujang dan Ray memasuki area mall,dengan penuh semangat Ujang mengajak Ray menuju lantai 2, setelah sampai Ujang berhenti di tempat photoboth.


"Photoboth?"Tanya Ray


"Heem,ayo masuk."ajak Ujang


mereka berdua pun masuk, terdengar berapa kali suara jepretan kamera.


...****************...


"Adek gua udah gede, bucin pula,jadi gua kan yang repot."gerutu Reina


"Mana hari Sabtu cafe suka rame lagi."lanjutnya


Reina tengah sibuk mengelap meja serta membersihkan alat fresh coffe,tak lupa ia juga menyapu dan mengepel agar cafe terlihat nyaman.


tring...


Lonceng di atas pintu berbunyi,menandakan bahwa ada orang yang memasuki cafe.


"Eh tunggu, lantainya basah."teriak Reina


"Eh..."ucap Reina terkagum


Saat ini Azka tengah berdiri dengan keadaan kaki yang hampir menginjak lantai yang basah.


"eh maaf."ucapnya


"Aduh...ayo masuk."ucap Reina


"Mau apa?"tanyanya


"Americano 1."ucap Azka


"ok, silahkan duduk,ouu iya mau minum...


Belum sempat Reina melanjutkan ucapannya Azka sudah memotong ucapannya


"Disini aja."potong Azka


Reina mulai pergi menyiapkan 1 Americano yang Azka pesan.Selang tak lama pesanan Azka pun telah jadi.Reina langsung mengantarkan satu gelas Americano itu kemeja Azka.


"Silahkan 1 gelas Americano."ucapnya ramah


Saat Reina hendak pergi melanjutkan beberesnya,tangannya tertahan oleh sesuatu,rupanya itu adalah tangan Azka yang memeganginya erat.


"Temenin ngopi,Gua gak bisa minum sendiri soalnya."ucap Azka


Deg...


Ruangan putih terlihat lagi,kali ini Azka berada di taman kanak-kanak,entah memori apa lagi yang akan ia dapatkan di tempat ini.


TBC...