
Reina bersikeras harus dirinya yang membawa motor,karena Azka sedang sakit saat ini.Begitupun dengan Azka ia beranggapan tidak etis kalau cowok jadi penumpang sedangkan cewek jadi pengendaranya.
Setelah lama berdebat akhirnya Reina memutuskan Azka akan pulang naik ojek online, sedangkan dirinya akan membawa motor Azka pulang,besoknya Azka bisa mengambil motornya di cafe Reina.
...****************...
Sesampainya Azka di rumah,ia langsung disambut oleh ibu dan ayahnya yang tengah berbincang di depan rumah.Dengan wajah yang cemas,ibunya menanyai keadaan Azka, sedangkan ayahnya membopong Azka masuk ke dalam rumah.Azka dibaringkan di kasur kamarnya,ibu Azka bertanya lagi,kenapa Azka bisa pulang tanpa motornya,dengan keadaan yang masih lemas Azka menceritakan kejadian ditaman.
"Jadi motor kamu?"Tanya ibu
"Dibawa Reina, temen aku Bu."Jawab Azka
wajah ibu Azka yang semula khawatir berubah masam,nampaknya ada sesuatu yang menggangu suasana hatinya saat ini.
"Minum obatnya."ibu Azka menyodorkan segelas air dan pil obat.
Azka pun memasukkan obatnya lantas meminum air yang ibunya berikan.
"Tidur, jangan kecapean."ucap ibu Azka
ctak...
Suara klik pintu kamar berbunyi menandakan ibu Azka sudah pergi dari kamarnya.
...****************...
Pagi hari telah tiba,suasana pagi yang sejuk dengan kicauan burung yang merdu memenuhi jalanan menuju cafe Reina,di tengah suasana itu Reina tengah mengendarai motor menuju cafenya,Reina tampak bersenandung mendengarkan lagu,bahkan dia sampai menyanyikan beberapa bait lagu yang ia dengarkan.
Hari ini hari Minggu,Ujang tidak menemani Reina pagi hari ini,katanya ia ada janji bersama temannya,entahlah Reina sendiripun tidak tahu apa itu janjinya.
Reina sudah sampai di depan cafenya,ia hendak membuka kunci cafenya itu namun karena tangannya penuh dengan barang bawaan ia tak sengaja menjatuhkan kuncinya.
"Ah..kunci ada masalah apa sih."Gerutunya
Saat Reina hendak berjongkok mengambil kunci cafenya,ia tersentak kaget di depan matanya saat ini ada tangan,ya tangan seorang pria yang mengambil kuncinya,tatapan Reina mulai naik ke atas ia penasaran dengan sosok pria itu.
"Eh..."ucap Reina
"Perlu bantuan?"Tanya Azka
Reina hanya melongo,hampir saja barang bawaannya jatuh,untungnya ia tersadar darah lamunannya itu.
"Eh,iya,makasih."Ucap Reina
cklek..
Pintu cafe terbuka,Azka membantu Reina membawakan barang bawaannya.
"Ini dimana?"Tanya Azka
"Taruh di meja aja."ucap Reina
"Tunggu bentar."Ucap Reina
Azka hanya mengangguk,lantas mulai duduk di kursi cafe, tak lama kemudian Reina datang dengan membawa satu cup latte machiato.
"Nih,makasih udah bantu."Sodor Reina
Azka hanya mengangguk lantas menerima latte machiato yang Reina tawarkan.
"ouh ya."ucap mereka bersamaan.
mereka terdiam sejenak,lantas keduanya tertawa canggung.
"Jadi apa?"tanya mereka bersamaan lagi
kecanggungan datang menimpa mereka
Azka mempersilahkan Reina untuk berbicara terlebih dahulu.
"Sama siapa kesini?"Tanya Reina
"Tuh,temen nungguin."Ucapnya
Reina hanya ber-ouh kecil
"Kunci motor?"Tanya Azka
Reina merogoh sakunya lantas memberikan kunci motor milik Azka.Setelah itu Azka pergi melambaikan tangannya,Reina pun membalas lambaian Azka dengan senyemun hangat.Selepas kepergian Azka,kini Reina tengah sibuk mengurusi cafenya.
...****************...
Pagi hari ini Ujang dan Ray berjalan-jalan disekitaran taman kota tangan Ray sibuk menenteng kantong minuman boba yang barusan ia beli,amboy,lihatlah tangan Ray mengaleng di tangan Ujang,entah apa yang merasuki mereka,nampaknya mereka saling suka,lihatlah wajah Ujang bersemu merah, sedangkan Ray wajahnya bersemu ceria.
"Gimana seru?"Tanya Ujang
"Ya,makasih udah ajak main."Ucap Ray
Saat tangan Ujang hendak meraih jari Ray,entah dengan sengaja atau tidak Ray dengan sigap membenarkan rambut menggunakan jarinya.Ray pergi tanpa menoleh dan meninggalkan Ujang.
"Ujang ayo."Ajak Ray
Ujang hanya melongo,lantas mulai melangkah mengikuti kepergian Ray.
...****************...
Ujang memasuki cafe dengan langkah yang lunglai,mukanya kusam kecapean,lantas Ujang membantingkan jaketnya ke sembarang tempat,untungnya saat itu tidak ada pelanggan.Reina yang melihat hal itu merasa geram,dengan langkah penuh amarah Reina menghampiri Ujang.
"Bagus,pulang main bukannya bantuin teteh,malah ngeberantakin cafe."Marah Reina
Reina terus nyerocos,mulutnya tidak berhenti diam,bahkan tangannya pun melayang ke segala arah.
inilah bund gambaran mak-mak saat marah.
Dengan Reina yang masih nyerocos,tanpa diduga Ujang memeluk Reina dengan erat.Reina yang kebingungan atas tingkah adiknya itu hanya bisa terdiam.Tak lama kemudian pelukan Ujang mulai luntur,ia melepaskan pelukannya.Reina menyuruh Ujang duduk,ia tahu ada masalah yang menggangu adiknya saat ini.
"Jadi?"Tanya Reina
Ujang membuka mulutnya,ia menceritakan kejadian saat bermain dengan Ray hari ini,wajahnya begitu antusias awalnya,namun tiba-tiba wajahnya berubah murung,nampaknya Ujang menyukai Ray.
"Udah-udah mungkin dia malu."Reina menenangkan Ujang.
"Malu apa teh?"Tanya Ujang
"Malu kalau nanti punya pacar modelan kayak Lo."Ucap Reina tertawa terbahak-bahak.
Ujang hanya terdiam masam.
"Udah jangan pasang muka masam,sana cuci muka,nanti bantu teteh."Ucap Reina
Ujang menurut,ia berjalan menuju wastafel kamar mandi.
"Ujang."Teriak Reina
(Ujang menoleh)
"Sekali putaran..."Ucap Reina
"Setengah putaran.."Jawab Ujang
"Bersihkan sel kulit mati dan kotoran"Lanjut mereka berdua.
...****************...
Setelah Ujang membasuh mukanya,ia mulai bergabung dengan Reina yang tengah kerepotan.Hari ini cafe terasa sangat ramai,Reina dan Ujang pun sudah terlihat kewalahan,bagaiman tidak,sudah 3 jam mereka melayani pelanggan tanpa henti,meskipun ada waktu istirahat itu pun hanya beberapa detik,tiap pelanggan selesai dilayani,ada pelanggan yang datang memesan.
"Aduh capek."Keluh Ujang
Akhirnya cafe sepi,nampak sudah tidak ada lagi pelanggan yang memesan, kebetulan juga hari ini stok freshmilk-nya sudah habis.Hal ini digunakan Ujang dan Reina untuk beristirahat dan sedikit berbincang.
"Teh,rekrut pekerja baru atuh,makin sini cafe makin rame soalnya."Pinta Ujang
"Hmm,nanti teteh pikir-pikir lagi deh."Jawab Reina
Suasana lengang seketika,deru nafas dari mereka terdengar lelah.
"Teh,nembak cewek gimana caranya?"Celetuk Ujang.
Reina melongo kaget mendengar pertanyaan yang adiknya lontarkan itu.
"Ujang,ini Lo kan?serius Lo suka cewek? Alhamdulillah,teteh khawatir lu gak normal,soalnya dari semenjak lahir,Lo beluk pernah pacaran."Ucap Reina tidak percaya
"Nembak cewek ya?gak tau sih belum pernah soalnya."Ucap Reina
Ujang menghembuskan nafas kecewa.
"Tapi,coba lu deketin dulu ceweknya."Ucap Reina
"Bentar,ceweknya siapa?Ray?"Tanya Reina
Mendengar hal itu,wajah Ujang berubah semu merah,lantas Ujang mengangguk malu.
"Sudah gua duga."Ucap Reina
TBC....