
Bel sekolah berbunyi,menandakan kalau jam pelajaran sekolah akan segera dimulai,para siswa hilir mudik menuju kelasnya masing-masing.
Ujang terduduk bengong di kursinya, matanya menatap kosong ke arah depan.
Pluk...
Segumpal kertas mengenai kepala Ujang,namun Ujang tetap acuh ia terus berada dalam lamunannya.
"Psttt."Derik Ray dibelakang Ujang
Ujang tetap sibuk dengan lamunannya
"Ujang..."Bisik Ray
"Ujang"Teriak Bu Suroto
Ujang terkaget,ia tersadar dari lamunannya.
"Dari tadi ibu panggil,kenapa gak denger?keluar kamu."suruh Bu Suroto
"Maaf Bu."ucap Ujang
"Keluar,sampai jam pelajaran saya selesai."Jelas Bu Suroto
Dengan langkah lunglai dan sedikit malu, Ujang berdiri dari kursinya lantas pergi keluar kelas.
...****************...
Tring...
Bel sekolah berbunyi,jam pelajaran Bu Suroto sudah selesai.
Saat Bu Suroto hendak keluar dari kelasnya,Ujang datang menghampiri,lantas mengucapkan salam ditambah ia mencium telapak tangan Bu Suroto.
"Salam Bu."ucapnya
"Ya,jangan ulangi lagi."ketus Bu Suroto
Ujang memasuki ruang kelasnya,ia disambut oleh candaan dan cemoohan dari teman sekelasnya, Ujang hanya acuh lantas mulai duduk di mejanya.
"Woy Jang,lu ngelamunin apa?"Tanya Banu
"Alah biasalah,mungkin dia kalah main hago."celetuk Bayu
Ujang hanya merespon dengan senyuman kecil.
Banu dan Bayu adalah teman dekat Ujang,mereka mulai kenal saat duduk di bangku sekolah menengah pertama,Banu dan Bayu juga merupakan anak kembar identik.
Jam pelajaran kedua dimulai,saat ini para siswa tengah sibuk mengerjakan soal turunan matematika, tergambar dari wajah mereka yang mulai kusut.Jam pelajaran terasa lama bagi mereka, ditambah lagi Pak Dodo guru matematika mereka merupakan tipe guru yang garing, bukannya seru,malah menambah kebosanan siswa.
Bel berbunyi tanda jam pelajaran berakhir
saat ini merupakan jam istirahat bagi mereka
"Jang ke kantin kuy."Ajak Banu
"Gak lah males,gua disini aja."Tolak Ujang
"Okelah,mau nitip gak?"Tanya Banu
"Emang lu mau gua titipin?"Tanya balik Ujang
"Nggak sih, basa-basi doang,bye."Ucap Banu kabur
Ujang hanya bisa mengusap dada melihat tingkah temannya itu.
Tuk...tuk..
Ray mengetuk punggung Ujang menggunakan jari tangannya.
"Kenapa?"tanyanya
"Nggak."Jawab Ujang singkat
"Sini cerita."Bujuk Ray
Ujang hanya terdiam melanjutkan lamunannya
"Jang.."Ucap Ray
"Gua lagi suka seseorang"Ucap Ujang
Ray terdiam
"Ouh, baguslah."Ucapnya
"Btw,siapa?"tanya Ray kepo
Ujang terdiam lagi,ia tidak mengatakan nama orang yang ia sukai, Ray yang melihat hal itu pun lantas terduduk lunglai.
"Gua suka Lo"Batin mereka bersamaan
Ditengah keheningan mereka berdua, tiba-tiba Bayu dan Banu datang.
"Yo Ujang,gua bawa pempek nih."Teriak Bayu
"Ray,nih seblak Bu Edoh."sodor Banu
Mereka berdua hanya terdiam tidak merespon
"Napa mereka?"Tanya Banu
"Dahlah kalian berdua pacaran aja."Celetuk Bayu
"ohok..."Ujang dan Ray terbatuk pelan karena kaget.
"Apaan"ucap mereka bersamaan
Bayu dan Banu tertawa melihat tingkah mereka berdua.
Treng...
Bel tanda istirahat selesai berbunyi.
Para siswa yang berada diluar mulai memasuki ruang kelas,sedangkan yang berada di dalam mulai sibuk menuju tempat duduknya.
...****************...
"Mel, Ujang lagi suka seseorang."Ucap Ray
"Belum jadian kan?Pepet aja lah."Cerocos Amelia
Saat ini Amelia tengah menginap di rumah Ray,besok hari Sabtu,sekolah libur,mereka berniat untuk menonton drama dan ya, diselingi oleh curhatan Ray.
Ray menghela nafas dalam-dalam,ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya,sedangkan di depan sana Amelia tengah asik duduk bersila menonton drama yang ia sukai.
"Tapi orang yang Ujang suka siapa ya?masa lu?"Ucap Ray
"Gak mau gua,Ujang bukan tipe gua."Teriak Amelia
"Tipe gua tuh kayak Han Seojun."Lanjutnya
Tring...
Notif Handphone Ray berbunyi, menampilkan pesan yang dikirim oleh Ujang.
...Ujang ...
Ray besok ada waktu?
^^^Eh,ada Jang kenapa?^^^
Mau jalan?
^^^Mmm.. boleh^^^
Ok,besok jam 9 gua jemput
^^^Ok^^^
"Amel, Ujang ngajak gua jalan besok."Teriak Ray kegirangan
Lihatlah saat ini Ray tengah berjingkrak ria, melompat-lompat di atas kasurnya,sehingga Amelia terjatuh dari kasurnya.
"Anjir,gila lu ya"Ucap Amelia
"Hehe..sorry Mel."
...****************...
Ujang bolak-balik dikamarnya, nampaknya ia tengah memikirkan sesuatu,tanpa Ujang sadari di depan pintu kamarnya yang terbuka,Reina melihat tingkahnya itu.
"Kenapa?"tanya Reina
"Eh...teteh,gapapa kok."jawab Ujang.
"Ray?"Tanya Reina sekali lagi
"Ujang bingung cara nembaknya gimana."Ucap Ujang
"Ya elah,lu kan cowok,yang gentle dong."
"Lewat chat aja ya?"Tanya Ujang
"Gak ada nyali Lo?"Sindir Reina
"Udah tembaknya langsung aja."lanjutnya
"Nah itu teh, gimana kalau Ray gak suka Ujang?"Tanya Ujang
"Ngggak, percaya sama teteh,dia suka Lo juga."Ucap Reina meyakinkan Ujang.
Reina pergi dari kamar adiknya,ia langsung menuju ke kamarnya yang berada di seberang kamar Ujang.Ujang tampak merenungi ucapan kakaknya itu,dia merasa ragu dan takut,lantas setelah ia memantapkan hatinya,ia mulai mengambil handphonenya dan langsung menghubungi serta mengajak Ray bertemu besok pagi.
"Wish me luck."Ucap ujang merebahkan badannya.
...****************...
Pagi hari yang cerah menyambut awal hari untuk Ray dan Ujang,seakan alam tahu kalau hari ini hati mereka berdua sedang mekar.
Ujang melihat jam di tangannya.
"Jam 8, tapi gua udah siap."ucapnya
Saat ini Ujang tengah siap untuk berjalan bersama Ray, saking semangatnya Ujang,ia sudah siap, dengan menggunakan sweater polos dengan celana Levis yang ia kenakan membuatnya tampil segar hari ini.
"Ok,gua siap."Ucapnya
TBC...