LOST

LOST
Basilius??



Pagi hari tiba, Jelly tengah siap untuk berangkat ke sekolah barunya,dengan Semangat dan harapan baru,ia membayangkan kehidupan disekolah selanjutnya akan lebih indah dibanding sekolah lamanya.


Reina tiba di depan rumah Jelly,lantas mulai berangkat setelah Jelly masuk ke dalam mobilnya,tak lupa ia juga bersalaman dengan ibunya Jelly.


"Kalau ada apa-apa bilang sama kakak ya."ucap Reina tersenyum.


Jelly hanya manggut-manggut,ia begitu antusias ingin melihat sekolah barunya.


*****


"Dania, pulang ini ada yang mau aku obrolin."ucap Azka serius.


"Maaf gak bisa,aku sibuk."tolak Dania.


"Tapi..."


"Maaf banget ya."ketus Dania


Dania kembali sibuk tenggelam dalam kerjaannya,sedangkan Azka memilih untuk pulang,toh tujuan dia kesini adalah mengajak Dania bertemu,namun Dania menolaknya.


"Makasih atas kerja kerasnya."ucap Dania ramah.


Syuting hari ini terasa capek, apalagi di tambah dengan suasana hati Dania yang kurang baik dari kemarin,ia menaiki mobil pribadinya,menolak untuk naik mobil milik managernya.


Dania memacu mobil dengan kencang, menyapu jalanan kota yang lengang,karena ini sudah malam,ia terus melaju,dengan air mata yang mulai berjatuhan deras,dan isakan tangis yang terdengar sangat menyakitkan.


Ia berhenti di depan sungai,entah apa yang di pikirkanya,ia memarkirkan mobilnya di sembarang arah, menutup pintu dan jendela kaca dengan rapat-rapat.Ia mulai berteriak,melepaskan rasa sakit yang ia alami jauh di dalam sana.


"Jujur gua bingung, Reina sahabat gua,Azka tunangan gua."ucapnya


"Melihat tingkah Azka yang 2 tahun ini tetap sama kayak dulu,cuek,sedikit dingin,ditam...bah...dia..ma..asih..me..mekirkan Reina... mena..Mbah rasa sakit ..yang gua alami."ucap Dania terisak


Cukup lama ia menangis,membuang semua rasa sakit di dalam hatinya,bukan ini yang ia mau,ia hanya ingin hubungannya dengan sahabat dan Tunangannya baik-baik saja,ia masih belum siap kalau tunangannya nantinya akan memilih sahabatnya,dia sangat bingung dan bimbang,hal apa yang akan terjadi kedepannya.


*****


Setelah puas dengan kesendiriannya, Dania memutuskan untuk pulang,mulai memacu kendaraan menuju rumahnya.


"Dania pulang."ucap Dania


Melihat penampilan Dania yang berantakan bunda menghampiri Dania,ia mengecek badan Dania,takutnya ia kenapa-napa.


"Are you ok?"tanya bunda


Dania hanya mengangguk,dia malas bicara,tanpa berbincang dengan bundanya ia masuk ke dalam kamar,mengurung dirinya sendiri.


"Bunda, Dania kenapa?"tanya ayah yang baru saja berpapasan dengan Dania.


Bunda menggeleng,ia sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi dengan putri semata wayangnya itu.


Ting...tong ...


Bel rumah berbunyi,Bunda membukakan pintu,melihat siapa yang datang malam-malam gini,dan ya,Azka berdiri di depan sana.


"Danianya ada Bu?"tanya Azka


"Barusan pulang nak,itu ada di kamarnya."ucap Bunda.


"Boleh Azka kesana?"tanya azka sopan.


"Silahkan."


"Permisi."Azka masuk dan langsung menuju kamar Dania.


"Ada masalah apa lagi anak muda ini?"ledek ayah.


Azka berhenti di depan pintu kamar Dania, tiba-tiba ia merasa enggan untuk sekedar mengetuk pintu,entahlah ia sendiri tidak yakin kalau Dania mau berbicara padanya saat ini,ia tahu ia salah,salah karena disaat ada wanita yang mendampinginya ia malah sibuk memikirkan wanita lain,namun ia tidak bisa membatalkan pertunangan ini,ia tidak mau menyakiti hati Dania, sungguh di dalam hatinya ia masih tidak bisa melupakan Reina.


Tok...tok..


"Ini aku, Azka."ucap Azka


Dania yang awalnya tengah menangis, langsung menghapus air mata dan Iler yang keluar dari mata dan hidungnya.


"Masuk aja."Isak Dania


Azka masuk,ia melihat penampilan Dania yang begitu berantakan,merasa iba,ia langsung menghampiri Dania dan memeluknya dengan hangat.


Dania hanya diam,ia sendiri pun tidak membalas pelukan yang Azka berikan.


*****


Beberapa hari kemudian Ray pulang ke Indonesia,entahlah setelah kepulangannya dari Belanda ia jadi sering muntah-muntah apa yang terjadi dengan dia.


Kini hubungan Dania dan Azka sudah seperti semula,mereka kembali mesra,Azka yang dulu bersikap dingin terhadap Dania,kini mencoba untuk bersikap hangat kepadanya, meskipun tetap ada rasa janggal dalam hatinya.


Reina kembali sibuk dengan cafenya, tentu saja ia bekerja di temani Jelly,saat tengah sibuk dengan pesanan pembeli Jackson melakukan panggilan Vidio, Reina lantas mengangkatnya,menyimpan HP-nya dan memperlihatkan keadaan cafe sekarang, kebetulan Jackson sedang tidak ada urusan meeting disana.


Setelah dirasa cafe sudah sedikit sepi Reina menghampiri handphone nya.


"Lihatlah,cafe rame banget."ucap Reina


"Iya keliatan,mana pegawai kamu?dia bantu gak?"tanya Jackson


Reina melihat sekitar,lantas memanggil Jelly yang berada di dapur.


"Jelly,sini..."bisik Reina


Jackson yang mendengar itu seketika terdiam,ia ingat nama Jelly,adik kecil yang sangat ia sayangi.


"Iya apa kak?"tanya Jelly.


"Ini pacar kakak nanyain."ucap Reina


"Say hi ke dong."bujuk Reina


Jelly hanya mengangkat tangannya,tidak mengucapkan apa-apa.


"Dia bisa bahasa Indonesia gak kak?"tanya jelly polos.


"Tanya aja sendiri."ucap Reina.


"Halo kak,salam kenal,aku Jelly, Jelly Basilius."ucap Jelly.


Mendengar marga nama terakhir Jelly, Jackson terdiam sejenak.


"Ouh iya,salam kenal, Jackson, Tunangannya Reina."ucap Jackson tertawa.


Cukup lama mereka melakukan panggilan Vidio,membahas hal apa aja,bahkan Jackson juga menanyai jelly,kenapa ia mau bekerja bersama Reina,bahkan ia juga berpesan kalau ada cowok yang mendekati Reina, hubungi langsung Jackson.


panggilan Vidio dimatikan.


"Anu,nama kamu Basilius?"tanya Reina


Jelly hanya mengangguk


"Bukannya itu marga Belanda ya?"tanya Reina penasaran.


"Aku emang darah campuran kak,kata kerennya sih blasteran kali,ayah ku orang Belanda,ibu orang Indonesia asli, Basilius marga dari ayah."jelas Jelly.


"Tunangan kakak juga marganya Basilius, dilihat-lihat juga kalian sedikit mirip."ucap Reina


"Tunggu,kamu pernah bilangkan kalau 10 tahun lalu kamu kepisah sama kakak kamu?"tanya Reina


Jelly hanya mengangguk, pikiran dia masih lemot,dia hanya mematung mengedipkan matanya.


"Jangan-jangan kamu sama tunangan kakak saudaraan."ucap Reina


"Ah gak mungkin kak,lagian marga Basilius bukan satu dua orang, mungkin diluar sana ada banyak orang yang memakai marga itu."ucap Jelly


Reina hanya terdiam, mencerna Kalimat yang Jelly lontarkan,memang benar bisa saja kalau itu hanya sebuah kebetulan.


Pantas saja saat mendengar nama lengkap jelly saat itu Reina merasa familiar dan tidak asing dengan kata "Basilius"di nama Jelly.


"Udah kak, Jelly mau lanjut kerja lagi."ucap Jelly kembali ke dapur meninggalkan Reina yang masih mematung.


TBC....


jangan lupa votemen


kirim kritikan dan saran


happy reading, Salam hangat dari aku.