
"Oh,hai."Balas Reina
Ujang yang menatap ke arah Azka hanya melongo termangu,lantas mencoba mencairkan suasana yang canggung lalu menyuruh Dania dan Azka untuk duduk, sedangkan dia dan Reina mempersiapkan kopi untuk mereka.
"Teh gapapa?"tanya Ujang
"I...itu Azka?"Tanya Reina terharu
Ujang hanya mengangguk kencil lantas mendekap Reina yang mulai meneteskan air mata, mencoba menenangkan perasaan Reina yang campur aduk,setelah dirasa cukup tenang,ujang menyuruh Reina menuju kamar mandi untuk membersihkan matanya yang sembab.
"Jangan lupa touch up make up teh,teteh kalau gak dandan kan mirip Mak lampir."Canda Ujang
Reina hanya tersenyum tipis lantas pergi menuju toilet, sementara itu Ujang menghampiri meja Dania dan Azka mempersilahkan mereka untuk meminum kopinya.
"Reina mana?"tanya Dania
"ouh teteh lagi di WC."Jawab Ujang
Dania hanya ber-ouh kecil,lalu ia mulai meminum kopinya,tak lama setelah itu Reina pun datang dan ikut duduk bersama mereka.
"Gimana rei,pacar gua ganteng kan?"Ucap Dania membuka obrolan.
"iya iya,hebat juga lu pilih cowok."Ucap Reina sambil minum kopi.
"Kalau Reina udah punya pacar?"Tanya Azka
sontak pertanyaan itu membuat Reina yang tengah minum pun tersedak terbatuk-batuk.
"Hah apa?"tanya Reina kaget
Azka pun mengulangi pertanyaannya.
"Belum punya, lagi malas pacaran."Ucapnya
...****************...
Sepulangnya Azka dan Dania,Reina dan Ujang tengah sibuk membereskan cafenya.
"Teh itu a Azka kan?"tanya Ujang
Reina hanya terdiam,memilih untuk melanjutkan pekerjaannya,keheningan terjadi antara Reina dan Ujang,selang tak lama Reina berjalan menghampiri Ujang dan langsung memeluknya.
"Jang gua rindu Azka."Tangis Reina pecah.
Ujang hanya bisa mengelus punggung kakaknya itu
tring....
Lonceng di dekat pintu berbunyi
"Maaf ganggu, ketinggalan dompet soalnya."Ucap Azka polos
Lantas Ujang pun melepaskan pelukan Reina,Reina pun tengah berusaha menghapus air matanya agar tidak terlihat sembab.
"Eh iya silahkan ambil."Ucap Reina tersenyum ramah
Azka pun mengambil dompetnya,lalu pergi keluar caffe
...****************...
Di mobil
"Ujang pacarnya Reina?"Tanya Azka
Mendengar pertanyaan itu Dania tertawa terbahak-bahak.
"nggak bukan,Ujang adik tirinya Reina."Ucap Dania di selengi tawanya.
"Tapi tadi mereka pelukan."Ucap Azka
"Ya namanya adik kakak meskipun tiri tapi chemistry-nya kuat,mungkin Reina lagi sedih."ucap Dania
...****************...
Azka tampak keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya,merasakan sakit kepala lantas pergi mencari obatnya untuk di minum.
"Akhh."teriak Azka
Ibu Azka yang sedang berada di lantai bawah terkaget, berlari menuju kamar anaknya.
"Azka...kenapa?"tanya ibu panik
"Akh..."Azka berteriak menjadi.
Kepala Azka berdegup, tangannya memegang kepala dengan erat,berupaya mengurangi rasa sakit dengan sedikit menjambak rambutnya,ibu yang melihat hal itu tidak diam,ibu memberikan Azka obat untuk segera di minum,setelah meminum obat Azka lekas membaik, kepalanya sudah terasa ringan kembali.
"Tidur ya nak."Ucap ibu
Azka di bopong ibunya menuju kasur,mulai terlelap tidur
Azka POV
...****************...
"Kita udah kenal lama?"tanya Azka
"nggak,sekitar 1 tahun lalu kita kenal."ucap Dania
"Terus kamu sama Reina udah kenal lama?"Tanya Azka sekali lagi.
"Baru 2 tahun lalu,apa?"tanya Dania
"nggak, pengen tau aja."ucap Azka
merekapun melanjutkan obrolan dengan diselangi memakan es krim yang mereka beli.
...****************...
"Teh, Ujang berangkat sekolah dulu ya."Ucap Ujang
"Iya Jang, hati-hati nanti pulang sekolah teteh jemput."Ucap Reina
Ya,Ujang saat ini duduk dibangku kelas 12 SMA, semenjak kematian ibunya Ujang tinggal bersama kakak tirinya Reina.
Di sekolah
"Ujang nanti sore aku mampir ke cafe kakak kamu ya."Ucap Ray
"Boleh Ray boleh."ucap Ujang.
...****************...
"Kopi udah,gula udah,freshmilk yang belum nih."Ucap Reina sambil mengendarai mobil.
Sampai...
trin.....
suara klakson mobil nyaring membuyarkan fokus Reina,di depan sana hampir saja terjadi kecelakaan, beruntung mobil mengerem tepat waktu,syukur pejalan kaki itu selamat.
Deg...
Reina termenung,ia teringat kejadian dulu bersama Azka,tepat di hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun,hari dimana yang seharusnya menjadi hari yang spesial di hidup Reina harus pupus karena tragedi yang mencekam.
Suara klakson mobil terdengar nyaring,tepat sebelum mobil itu menabrak Azka yang sedang menyeberang jalan untuk menghampiri Reina karena hari ini adalah hari kelulusannya.
"Azka"teriak Reina
Mobil itu menghantam Azka dengan cukup keras, mengakibatkan kepala Azka berdarah hebat,namun nasib baik menerpa Azka,ia tidak meninggal hari itu.
Suara klakson terdengar kembali
"Woy maju woy."Ucap pengendara mobil dibelakang Reina.
Reina tersadar dari lamunannya,lantas langsung menuju ke cafenya.
...****************...
"Ouh,freshmilk nya kelupaan."Decak Reina
Reina pun mengambil handphonenya lantas mulai menelepon Ujang,ia mengatakan kalau ia tidak bisa menjemput Ujang dan ia menyuruh Ujang untuk membeli freshmilk sepulang sekolah.
"Ah hari ini kacau."Batin Reina
Tanpa Reina sadari air matanya,tidak begitu deras namun cukup untuk menggambarkan kesedihan di dalam hatinya.
Cukup lama Reina terdiam,ia mulai tersadar lantas mulai membersihkan cafenya.
tring...
lonceng di atas pintu berbunyi
"Babe,apa kabar?"Tanya Dania
"badmood."jawab Reina
"Ingat sama kejadian itu?"tanya Dania
Reina hanya mengangguk kecil.
Dania tahu,dulu Reina pernah menyaksikan kecelakaan yang membuat orang yang Reina sayangi celaka,dan Sampai kini Reina menjadi trauma,sayangnya Dania tidak mengetahui kalau seseorang yang sahabatnya sayangi adalah pacarnya sendiri.
"Kalau boleh tahu,dia masih hidup sampai sekarang?"Tanya Dania
Reina hanya mengangkat bahunya, menandakan kalau ia tidak tahu,tentu saja ia berbohong.
TBC.....
janga lupa votemen