LOST

LOST
Jelly



Keesokan harinya Reina sudah siap membuka caffenya,caffe yang awalnya lusuh itu sekarang kembali terawat,indah seperti dahulu.


Reina masih sendiri dalam membuka caffenya,ouh ya caffe di Belanda nya juga sekarang di kelola oleh Ujang dan Jackson.


Tring...


Lonceng di atas pintu caffe terbuka, menampilkan seorang wanita muda dengan seragam sekolah menuju Reina.


"Kak,iced americano nya satu ya."ucap wanita muda tersebut.


Reina hanya mengangguk,lantas mulai mencatat bill,dan langsung melakukan transaksi, setelah memberikan kembalian uang wanita itu,ia segera menyiapkan coffe nya dan menyuruh wanita itu untuk duduk di salah satu kursi.


Setelah Reina menyiapkan pesanan wanita tersebut,ia menghampiri dan mengantarkan pesanan wanita itu.


"Ini iced americano nya, selamat menikmati."ucap Reina tersenyum ramah.


Wanita muda itu hanya membalas dengan senyuman masam, wajahnya terlihat kucel,bajunya juga bernoda coklat,dan ya wanita itu sedikit bau sampah.


"Kamu kenapa?"tanya Reina,ia merasa kasihan kepada wanita muda itu,ia membayangkan kalau wanita itu adalah adiknya.


Wanita muda itu hanya terdiam lantas mulai menitikkan air mata.


Terungkap sudah,saat hendak berangkat ke sekolah,wanita itu di bully oleh temannya, temannya membasahi bajunya dengan sampah bekas makanan,ia merasa malu kalau harus berangkat ke sekolah dengan keadaan seperti ini,namun jika ia tidak datang,ia kasihan,ibunya sudah bekerja keras,namun lihatlah anaknya tidak datang ke sekolah.


"Udah udah,jangan nangis."ucap Reina menenangkan wanita itu.


"Kamu butuh kerjaan? kebetulan kakak lagi buka lowongan loh."ucap Reina tersenyum manis.


Wanita muda itu mendongak, menghapus air matanya, lantas tersenyum gembira.


"Serius kak?aku mau."ucap wanita itu.


"Tapi,hari ini kamu harus sekolah dulu ya,kerjanya nanti pas pulang sekolah aja."ucap Reina


Wanita muda itu terdiam,menatap bajunya.


"Udah, jangan pikirin baju,sini bajunya kakak bersihkan,kamu bawa baju putih lagi kan?"tanya Reina.


Wanita itu hanya mengangguk,lantas membuka seragam sekolahnya,dan menggantinya dengan kemaja putih.


"Makasih kak...."ucap wanita itu


"Reina."ucap Reina memperkenalkan dirinya


Wanita itu hanya tersenyum.


"Jelly."ucapnya.


*****


Sepulang sekolah jelly menemui Reina,ia mengepalkan tangannya,bersiap untuk bekerja bersama Reina,teman barunya saat ini.


"Tugas aku apa kak?"tanya jelly.


"Gampang,kamu hanya perlu mengantarkan pesanan orang aja."ucap Reina enteng.


"Kerja buat kamu mulai dari jam empat sampai jam delapan malam,kamu perlu belajar kan?gapapa kok,kalau lagi kerja di selingi belajar."ucap Reina


"Buat apa belajar kak,aku udah nyerah sama hidup aku."ucap jelly


"Hushh..kamu masih muda,gak boleh ngomong gitu,belajar itu penting, ingat!!!"ucap Reina


Jelly hanya tertawa melihat tingkah Reina,lantas mengangkat tangannya menuju dahi,berlagak seperti seorang prajurit.


Tamu mulai berdatangan,banyak para remaja yang datang bergandengan dengan pasangannya,untung saja Reina punya pegawai baru,jadinya ia tidak kewalahan,kinerja jelly juga sangat bagus,ia cekatan,disaat menunggu order ia juga selingi dengan membaca buku pelajaran sekolahnya.


Jam menunjukkan pukul 8 malam, Reina menghampiri jelly,menyuruh-nya untuk pulang,sebelum terlalu larut.


"Kamu pulang aja,ini kakak ongkosin buat pulang kamu."ucap Reina menyodorkan sejumlah uang.


"Gak perlu kak, rumah ku dekat kok,cukup jalan kaki aja."ucap jelly menolak uang yang Reina tawarkan


"Emmm,ok, hati-hati ya,ouh iya,lain kali kamu bawa baju bebas aja ya,nanti takutnya seragam sekolah kamu kotor."ingat Reina


"Iya kak siap,babay.."ucap jelly melambaikan tangannya.


Reina hanya tersenyum,membalas lambaian tangan jelly.


"auch..."pekik Reina


Kepalanya terasa sakit kembali, Reina memegangi ujung meja agar dirinya tidak terjatuh.


Splah...


Ruangan putih yang dipenuhi cermin terlihat,kali ini cermin itu menampilkan dua orang yang Reina kenal,Azka dan Dania,lihatlah di dalam sana mereka sangat akrab, tapi tunggu,kenapa aku tidak mengingatnya, seperti itulah pikiran Reina.


Reina membuka matanya,membuang nafas kencang,melihat sekeliling,lantas mulai berdiri untuk mengambil obat dan meminumnya.


"Sepertinya aku harus Konsultasi ke dokter."ucap Reina


Tring..


"Reina,kamu gapapa?"tanya Mamah


"Reina baik-baik aja mah."ucap Reina


"Udah sekarang tutup aja caffe-nya,kamu pulang bareng sama mamah."ucap mamah.


Reina mengangguk,ia menyambar tasnya dan membuka afron yang ia kenakan.


*****


Keseharian Reina saat ini dipenuhi dengan aktifitas caffenya,beruntung ada jelly yang membantu meringankan pekerjaannya,kehadiran jelly sungguh membuat kemudahan bagi Reina.


17.00,Jakarta, Indonesia.


Jackson calling...


"Hi...,gimana hari ini?"tanya Jackson di layar telepon


"Ya seperti biasa,rame."jawab Reina


"Tapi sekarang udah ada yang bantu sih,ada pekerja baru."tawa Reina.


"Eh serius?wah bagus tuh,jadinya kamu gak terlalu capek."ucap Jackson kegirangan


"Tapi,cewek kan?"tanya Jackson mendadak merubah mukanya menjadi sedikit masam.


"Cowok.."canda Reina


Melihat wajah Jackson yang semakin tertekuk Reina tertawa.


"Nggak,cewek kok,anak sekolahan,anaknya rajin banget."ucap Reina.


prang....


suara benda jatuh terdengar dari arah belakang.Reina yang terkejut lantas menoleh.


"Jackson,bentar ya..Jelly kamu gapapa?"teriak Reina.


"Tunggu,jelly?"ucap Jackson


Namun panggilan terhenti, Reina mematikan sepihak,karena ia merasa cemas akan keadaan jelly disana.


"Aduh kak maaf,jelly gak fokus,jadinya tempat gula jatuh."ucap jelly was-was.


"Udah,gak usah mikirin itu,kamu baik-baik aja kan?"tanya Reina cemas.


Jelly hanya mengangguk,anggukan itu membuat Reina merasa lega.Namun saat mata Reina melihat ke arah tangan Jelly,disana ia melihat luka memar yang cukup jelas,merah keunguan.


"Kenapa?"tanya Reina menarik lengan jelly.


"Auch..."jelly merintih kesakitan


Mata Reina melotot, mengisyaratkan kalau dia ingin tahu apa yang terjadi dengan jelly,sedangkan jelly hanya tertunduk,seperti maling yang tertangkap basah.


Reina menarik jelly kedekapannya,jelly terkejut hanya bisa pasrah.


"Ceritakan semua.."bisik Reina.


*****


"Besok kakak kesekolah."ucap Reina.


"Ibu kamu tau?"tanya Reina


Jelly hanya menggeleng.


"Aku gak mau nyusahin ibu."ucap Jelly


"Kamu gak punya kakak?"tanya Reina.


Jelly terdiam,bibirnya mendadak bungkam, cukup lama ia terdiam,sampai akhirnya sepatah kata lolos dari mulutnya.


"Dulu jelly punya kakak,bahkan punya keluarga yang bisa di bilang bahagia,sampai ayah jelly pergi sama kakak jelly, meninggalkan jelly sama ibu disini,sudah lama, sekitar 10 tahun yang lalu."ucap jelly


Reina terenyuk mendengarkan kisah yang baru jelly sampaikan.


"Terus masalah tangan ini,biar kakak yang urus, besok kakak datang ke sekolah."ucap Reina


"Nggak usah kak."tolak Reina was-was


Reina merasa heran melihat tingkah jelly itu.


TBC...


jangan lupa votemen


tinggalkan kritik dan saran


salam hangat,selamat membaca...