Lolana

Lolana
Kemarahan Alex



"Mau apa kamu kesini" ucap Lolana tanpa membuka matanya


"Ya mau jemput kamu lah, kan aku sudah bilang tadi kita makan siang bareng" ucap Alex duduk di sofa


"Kamu pergi, aku gak laper dan mending kita gak usah terlalu dekat lagi" ucap Lolana membuka mata tapi membalikan kursinya menghadap keluar jendela


"Kamu kenapa kok tiba tiba gini, tadi perasaan kamu gak kenapa kenapa deh, emang lagi pms ?" Alex pun bangkit menghampiri Lolana


"Aku gak mau jadi orang ketiga Lex, aku juga gak mau jadi perusak hubunganmu sama Misel" ucap Lolana getir


"Sapa yang bilang kamu ngerusak hubungan ku sama Misel ? kan aku udah cerita kalo emang aku udah mau selesai sama dia" Lolana mengdengarkan nya cuma diam


"Siapa yang blg kamu jadi orang ketiga" Lolana masih diam


"Jawab aku Lolana!" teriak Alex tak ada jawaban lagi dari Lolana


"Baik kalo kamu gak mau jawab aku udah tau jawaban mu sekarang" Alex pun buru buru mangambil Ponselnya dan menghubungi seseorang


"Hallo, kamu batalkan reservasi di resto X, dan kamu cari Misel sampai dapat dan bawa dia ke rumah tua" ucap Alex dengan menahan emosi


"Kamu mau apain Misel" Lolana bangkit dan menghampiri Alex


"Wanita kurang ajar harus di kasih pelajaran" ucap Alex


"Cukup Alex, Misel gak salah disini aku yang salah Misel bersikap seperti itu karena ingin mempertahankan hubungan kalian" ucap Lolana memegang tangan Alex


Alex pun terdiam benar yang di kata Lolana, Misel berbicara seperti itu hanya ingin mempertahankan hubungan mereka


Tapi bukan Alex kalo tidak memberi pelajaran jika ada seseorang yang menyakiti orang yang di sayang bahkan Misel sebagai tunangan nya pun


"Kita lebih baik berteman saja, aku gak mau hubungan kalian rusak gara gara ada aku, atau kamu sekarang udah gak usah terlalu dekat sama aku kita jalan masing masing aja kayak dulu" ucap Lolana dengan senyum kecut


"Sekarang kamu boleh pergi Lex, ku masih banyak urusan" ucap Lolana tanpa menatap Alex


Alex dengan emosi yang sudah memuncak pun keluar dari ruangan Lolana dengan membanting pintu semua karyawan melihat Alex dengan takut karena Alex menunjukan wajah nya yang sangat menyeram kan seperti macan yang akan menerkam mangsanya


Setelah kepergian Alex Lolana pun tertunduk dang menangis sejadi jadinya


"Kenapa aku terjebak di cinta yang salah Tuhan" ucap Lolana dengan menangis


Lolana menuju pintu ruangannya dan mengunci nya Lolana pun mengirim pesan pada Jeje untuk tidak di ganggu dulu Jeje pun memahami nya


___


Alex pov


"Dasar wanita kurang ajar" ucap Alex dengan memukul setir mobilnya


Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah tua Alex menempu perjalanan hampir 1 jam untuk sampai


Setelah berada di depan rumah tua ada beberapa bodyguard yang membukakan pintuk gerbang


Alex menuruni mobil dengan wajah penuh emosi


"Mana wanita itu" ucap Alex pada salah satu bodyguardnya


"Di ruangan bawah tanah Tuan" ucap Bodyguard


Alex pun menuruni tangga dengan berlari kecil hingga sampailah di sebuah ruangan yang gelap hanya di terangi oleh sebuah lampu gantung kecil


Alex menghampir Misel yang terduduk pingsan di kursi dengan posisi kedua tangan di ikat ke belakang kaki di ikat di kursi dan mulut di bungkam