
17 Tahun berlalu Venus sekarang sudah menginjak umur 20 Tahun
"Hai Dad" sapa Venus pada pria yang tengah duduk beristirahat setelah kedatangan pasien terakhirnya
"Hai sayang, apa kamu sudah makan siang" ucap Jansen
"Belum, aku sengaja ingin makan siang bersama Daddy dan sekalian ingin bertemu Mommy" ucap Venus
"Sebntar Daddy siap siap dulu ya sayang" ucap Jansen membersihkan mejanya dan memeluk pundak putrinya itu
"Mari kita makan siang" ucap Jansen saat keluar ruangan Jansen tiba tiba mereka bertabrakan dengan seorang pria yang memakai pakaian dokter itu
"het spijt me mijnheer, ik heb haast (Maafkan saya pak, saya sedang terburu buru)" ucap pria muda itu dengan bhasa belanda
"Ada apa kenapa kau terburu buru" ucap Jansen santai
"Ada pasien emergency, saya permisi dulu" ucao pria itu dengan sedikit berlari
"Siapa Dad" tanya Venus
"Dia Dokter muda disini sayang, dia juga anak sahabat Daddy" ucap Jansen membicarakan pria itu
Venus hanya membulatkan bibirnya dengan berkata "O"
Tak lama mereka pun tiba di satu ruangan rawat yang sangat amat indah
"Haii Mom, apa Mommy sunggu tidak mau melihat ku, ku sekarang sudah tumbuh dewasa Mom" ucap Venus dengan memegang tangan Lolana yang sudah mulai keriput
Yahh Lolana selama 17 Tahun dalam keadaan tidur tenang, dokter lain sudah menyarankan untuk melepas semua alat yang ada di tubuh Lolana tapi Jansen bersikeras tidak mau melepasnya karena dia yakin Lolana akan membuka matanya kembali
"Haii sayang, lihat lah putri kita dia sangat mirip dengan mu bukan, bahkan hati nya dan juga dia sekarang bekerja di perusahaan mu yaa, dia menjadi model sekarang lihatlah betapa cantiknya wanitaku yang satu ini" ucap Jansen mengusap kepala Venus yang duduk di sebelahnya
"Mommy kita makan siang dulu ya, Mommy mimpi indah yaa, bangunlah kami menunggu mu" ucap Venus mengecup pipi Mommy nya itu
"Bangunlah sayang aku sangat amat merindukan mu" ucap Jansen mengcup ujung kepala Lolana
Jansen dan Venus pun menuju restorant biasa mereka makan
Mereka berdua telah memesan makanan selagi menunggu makanan datang mereka bun ngobrol berdua
Saat makanan tiba, mereka pun makan dengan hening hanya dentingan alat makan dan piring saja yang bersautan
"Iyaa Uncle" ucap Venus
"..."
"Baiklah, suruh dia ke Hospital Daddy Jansen" ucap Venus
"..."
"Bye uncle" saut Venus lalu kembali ke mejanya
"Kenapa sayang" tanya Jansen
"Uncle Jeje, memintaku menemani Ziko untuk datang ke acara promnight malam ini" ucap Venus malas
"Ciee jalan sama brondong niyeee" ucap Jansen
"Ahh Daddy, pa sih Dad" Venus tersipu malu terhadap perkataan Jansen
"Daddy kembali ke Hospital ya sayang, ada pasien" ucap Jansen
"Iyaa Dad, hati hati" ucap Venus
Jansen pun tak lupa mengecup ujung kepala putrinya itu dan memeluknya tak lupa Jansen membayar makannya terlebih dulu
Saat Jansen hendak menuju hospital yang berada di depan restorant itu tiba tiba Jansen menghentikan langkahnya saat ada yang memanggilnya
"Uncle Jansen" teriak Ziko
"Hai Boyy" ucap Jansen, Ziko pun mencium tangan Uncle dan juga suami dari sahabat ayahnya nya itu
"Masuklah Sena, menunggu mu di dalam" ucap Jansen
"Uncle mau ku antar"
"Tidak usah, sudah sana, kamu kan tau sena tidak suka menunggu" ucap Jansen
"Baiklah, Uncle hati hati" Jansen pun menganggun dan berjalan menuju Hospitalnya