Lolana

Lolana
Kerja sama



Sudah hampir 4 bulan Alex dan Lolana tidak bertemu bahkan komunikasi, Alex mencoba menghubungi Lolana dan datang ke kantor Lolana tapi tetap saja Lolana tidak mau menemuinya Alex pun tidak pantang menyerah, setiap hari dia datang untuk mengantar makan siang untuk Lolana walaupun makan itu tidak di makan oleh Lolana melainkan di makan oleh Jeje asisten Lolana


Nomor ponsel Alex di block oleh Lolana bahkan Lolana sekarang lebih sering mengunci pintu ruangannya


Lolana menjadi wanita yang sangat pendiam dan sangat sinis terhadap orang lain dia berbicara hanya seperlunya bahkan bada asisten nya pun dia berbicara jika hanya butuh


"Nona ini ada makan siang dari Tuan Alex" Jeje mengetuk pintu ruangan Lolana berharap di buka oleh Lolana


Tapi sayang Lolana malah mengirim pesan pada Jeje tanpa mengeluarkan suaranya


"Makan lah jangan di buang, karena aku tidak suka membuang buang makanan, dan jangan ganggu aku jika ada meeting kau saja yang menghadirinya" isi pesan Lolana


"Baik nona akan saya makan" saut Jeje dengan sedikit teriakan


"Pak sebenarnya apa yang terjadi pada Nona Lolana" tanya Sisi sekertaris Lolana


"Sudah jangan ikut campur kerjakan saja tugas mu, dan reschejul semua jadwal" ucap Jeje


"Ah maaf, Baik pak" saut Sisi


Alex pov


"Kenapa kamu menghindar seperti ini dan selama ini Lola" ucap Alex sambil memukul kemudinya


Alex nampak frustasi karena sikap Lolana


Alex berhasil menyelesaikan masalahnya dengan Misel tapu tidak dengan Lolana dia gagal menyelesaikan masalahnya


Alex pun kembali menuju kantornya


Flashback on


"Siram dia dan buka mulutnya" ucap Alex pada bodyguardnya


Miselpun di siram air oleh bodyguard Alex hingga bangun


"Apaan sih Lex" teriak Misel


"Kamu berani main main sama aku" ucap Alex mendekati Misel


"Maksut kamu apa" Misel berlagak polos


"Kamu mau ngaku sendiri atau mulut sexymu ini akan robek" teriak Alex dengan menggenggam dagu Misel


"Apaan sih" saut Misel


"Kamu berani bilang yang engga engga ke Lolana" ucap Alex


"Dia janda bermartabat beda dengan kamu. Kita gak usah lanjutin pertunangan ini" ucap Alex dengan melempar cincin nya ke muka Misel


"Dan satu lagi, ku pastikan seluruh keluargamu tau kelakuan bej*t mu" ucap Alex dan pergi meninggalkan Misel


"Stop Alex ku mohon stop akan ku lakukan apapun asal jangan sampai keluarga ku tau Alex" teriakan Misel menghentikan langkah kaki Alex


"Gak salah denger aku? ngelakuin apapun ? Kamu yakin ?" Alex berbalik badan berjalan kearah Misel


"Iya akan aku lakukan apapun asal jangan sampai keluargaku tau tentang aku" ucap Misel


"Baiklah"


"Sekarang kita akhiri pertunangan ini terserah kamu bilang ke keluarga mu apa aja asal tidak menyinggung Lolana dan enyah lah dari kehidupan ku dan kehidupan Lolana" ucap Alex tegas


"Baik akan ku lakukan semua permintaan mu asal jangan kau bongkar semua di hadapan Keluargaku" ucap Misel mengakui kekalahannya


"Lepaskan dia dan pastikan menjauh dari aku dan Lolana" ucap Alex pada bodyguardnya dan pergi meninggalkan rumah tua


Flashback off


Lolana tetap berkutik pada laptop dan beberapa berkas yang ada di meja tak lama ketukan pintu terdengar


"Nona ada yang mau saya biacarakan" teriak Jeje dari luar


"Masuklah" Lolana membuka kan pintu


"Ada apa langsung saja" ucap Lolana


"Ini Winata group mengajak kerja sama perusahaan kita untuk membangun kompleks perumahan di daerah X Nona" ucap Jeje


"Tolak saja"


"Tapi Nona bukannya itu tidak profesional jika masalah pribadi di bawa ke pekerjaanya Nona" ucap Jeje


"Baik trima saja kamu urus saja" ucap Lolana


"Baik saya akan bicara pada pihak dari Winata group agar memulai presentasinya, kapan Nona mau ?" tanya Jeje, dia pun tersenyum mendengar perkataan Lolana


"Kamu urus saja tinggal saya tanda tangan" ucap Lolana


"Baik Nona"


"Ada keperluan lagi kalo tidak saya masih banyak pekerjaan" ucap Lolana dengan kembali menatap Laptopnya


"Sudah tidak ada Nona, baiklah saya pamit keluar Nona" di angguki oleh Lolana