Lolana

Lolana
Di singkat aja yaa



"Nona Lolana butuh istirahat jadi jangan terlalu cape dulu ya dok" ucap dokter itu pada Jansen lalu Jansen pun tersenyum dan mengangguk hingga dokter itu pamit


"Apa kamu mau minum" tanya Jansen pada Lolana, Lolana pun mengangguk


Jansen membantu Lolana untuk duduk dan membetulak posisi tempat tidurnya, Jansen membantu Lolana untuk minum lalu mengambil baby itu dari box nya


"Lihat, dia sangat cantik bukan" ucap Jansen meberikan baby mungil itu pada Lolana


"Apa kamu sudah memberinya nama Sen" tanya Lolana


"Aku bukan ayah nya jadi aku gak berhak memberinya nama" ucap Jansen tersenyum kecut


"Kamu akan menjadi ayahnya sebentar lagi, sekarang berilah dia nama" ucap Lolana


"Maksut kamu" tanya Jansen


"Apa kamu tidak ingin menikahi ku" ucap Lolana tersenyum


"Aku mencintaimu Sen, aku tau ini salah karena aku belum bercerai tapi boleh kan aku mencintaimu" ucap Lolana


Jansen pun memeluk Lolana dan mengecup dahi Lolana, Jansen mengeluarkan sesuatu yang ada di saku belakang celana nya dan berlutut di samping tempat tidur Lolana


"Wil je met me trouwen (maukah kamu menikah dengan ku)" ucap Jansen dengan bahasa Belanda


"Ja, ik wil (ya, aku mau" ucap Lolana mengangguk dan menangis haru sambil menggendong baby yang tertidur


Jansen pun memasangkan cincin di jari tengah Lolana di sebelah cincin nikah Lolana dengan Alex


"Apa kamu tidak bekerja" tanya Lolana


"Jadwalku hari ini kosong" ucap Jansen tak hentinya menatap wajah ceria Lolana untuk pertama kalinya


"Kenapa terus memandangi ku" Lolana sedikit merona dengan terus membelai pipi bayi mungilnya


"Sudahh jangan memandangku terus, lebih baik kamu memberinya nama saja" ucap Lolana


"Apa boleh" tanya Jansen memegang tangan bayi mungil itu


"Aku mengijinkan, Ayoo daddy beri aku nama" ucap Lolana dengan suara di rendah man mirip suara anak kecil


"Daddy ?" tanya Jansen


"Yahh, mulai sekarang aku memanggil om Jansen dengan panggilan Daddy hihi" ucap Lolana dengan senyum dan merona


"Hemm baiklah, kamu mau memberi dia nama belakang Alex atau tidak" ucap Lolana


"Tidak usah beri saja nama belakang dia nama belakang kita, singkatan dari nama kita SENA Jansen Lolana hihi" ucap Lolana


"Bagus jugaa baiklah sekarang aku akan memberinya nama Venus gimana" ucap Jansen, Lolana pun mengangguk berarti setuju


Jansen mengambil baby mungil itu dan mendoakan nya lalu membisikan "Di berkati lah engkau gadis mungil cantik, dengan izin dari ibu kandungmu, sebagai calon ayah sambungmu aku memberimu nama Venus Sena, semoga kamu menjadi terang seperti planet Venus, kau akan menjadi wanita tangguh dan kuat seperti ibu mu dan kamu akan menjadi wanita yang bertanggung jawab seperti calon ayah mu" dan bayi mungil itupun tersenyum Jansen pun meletakan bayi itu ke dalam box nya


---


3 Tahun berlalu Jansen dan Lolana sudah resmi menikah sedangkan Alex dan Jane pun menikah tetapi Alex tinggal di luar negeri karena Jansen mengambil alih semua perusahaan Alex dan menyuruh Alex mengurus perusahaan nya yang ada di luar negeri


"Daddy" teriak gadis mungil itu


"Yahh honey ada apa sayang" ucap pria itu


"Ayoo" Jansen pun menggandeng tangan Venus untuk menuju tokoh bunga


"Bibi, bisahkah, aku membeli bunga ini dan merangkainya, karena aku ingin meberikan nya khusus untuk Mommy" ucap Venus


"Ohh bisa sekalis cantik, sini bibi bantu untuk merangkainya" ucap penjual bunga itu


Jansen yang melihat putri sambungnya itu sangatlah bangga, karena Venus menurun sikap dari ayah kandungnya yaitu Alex yang sangat cerdas dan mandiri seperti Lolana


"Sudah selesai, daddy tolong bayarkan yaa, besok kalo Venus udah gede uang ny Venus ganti" ucao Venus Jansen pun hanya tersenyum dan mengusap rambut anaknya itu


Jansen dan Venus menuju mobil dan menjalankan mobilnya di sebuah perusahaan besar bernama Venus group


Saat tiba di sana Jansen membantu Venus turun tapi Venus tak mau dia yakin bisa turun sendiri


"Daddy bawakan bunganya saja, Venus bisa turun sendiri" ucap Venus


Saat kedua nya memasuki gedung semua staf dan karyawan tertunduk hormat, mereka berdua menggunakan lift khusus 'keluarga saja


Tinggg


Hingga sampailah di lantai nomer 25 Venus pun menggandeng Jansen terus


"Eh pak bos, masuk Pak, tolong bilang Bu bos jangan marah marah terus keriput mata nya sudah mulai terlihat" ucap Jeje yang cengingisan karena habis kena semprot oleh Lolana


"Mommy" Venus berlari ke arah Lolana yang tengah berdiri menghadap dinding kaca di ruangannya


"Ahh sayangnya Mommy, Daddy mana" tanya Lolana yang tidak menyadari keberadaan Jansen di sana


"Aku disini" ucap Jansen datang menghampiri Lolana dan mengecup ujung kepala Lolana dan menyerahkan bungannya


"Ini, Sena yang membuat nya" ucap Jansen menyerahkan bunganya


"No no Daddy, nama aku Venus " ucap Venus protes


"Venus sama Sena sama aja, sama sama nama kamu" ucap Lolana


"Tapi kan itu nama belakang Venus Mom" protes Venus


"Udah udah kamu makan sana, tadi Mommy sudah suruh Uncle mu buat beli makanan buat kita" ucap Lolana


"Sebentar Mommy telfon dulu Uncle" ucap Lolana


tiba tiba


Tok


Tok


Tok


Lalu masuklah seorang pria


"Giliran makan aja cepet banget" ucap Lolana sewot


"Yahh jangan gitu lah Bos, bahas kerjaannya nanti aja lah, sekarang kita makan dulu" ucap Jeje membuka makanannya satu persatu


"Selamat makan" teriak Venus dengan mendahului makannya