
"Selamat pagi Lex, kamu sudah bangun" Lolana membuka matanya dan tersenyum melihat Alex yang terus memandangi nya
"Pagi sayang, maaf aku belum tidur" Alex bangkit dan mengecup jidat Lolana
"Kenapa Lex, aku gamau kamu sakit" khawatir Lolana
"Aku takut, jika aku menutup mataku, semua mimpi indah ini akan menghilang" ucap Alex dengan mata berkaca
"Hey, kamu gak mimpi sayang aku disini aku sudah membuka mataku" ucap Lolana mengusap pipi Alex karena sudah di tetesi air matanya
"Aku takut" Alex menggenggam tangan Lolana dengan menangis tersedu membuat Lolana perlahan mendudukan dirinya
"Kamu mau ngapain" Alex membantu Lolana untuk duduk dan kembali duduk di kursinya
"Kemarilah Lex" Lolana membentangkan tangannya untuk memeluk Alex dan Alex pun menyambutnya dengan senyum dan air mata bahagia
"Aku tidak akan meninggalkan mu lagi Lex, aku janji" Lolana memeluk Alex dan mengusap punggungnya halus
"Maaf kan aku Lol, aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu, maafkan aku, ku mohon maafkan aku" Alex pun menangis dengan kencang
"Sssttt sudahh hentikan tangisanmu, aku gak mau melihat air mata mu lagi Lex" ucap Lolana dengan melepaskan pelukannya
"Maaf Lol" Alex pun menundukan kepalanya seperti seorang anak yang di marah i ibunya
Dan mereka bun bercengkerama Lolana dengan cepat sudah bisa menggerakan anggota tubuhnya walaupun terkadang terasa lemas
Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, Lolana pun sudah istirahat dan Alex pun memandangi laptopnya untuk mengecek kondisi kantor dan kantor Lolana
Tiba tiba Vino masuk ke ruangan Lolana tanpa mengetuk karena dia belum mengetahui bahwa Lolana sudah siuman
"Bos bos...." seru Vino menghampiri Alex
Alex yang merasa terganggu pun memicingkan matanya menatap Vino
"Jangan berisik istriku sedang istirahat" ucap Vino
"Come on bos, sabar lah sebentar lagi Bu bos pasti siuman" ucap Vino
"Emang dia sudah siuman kok" ucap Alex tetap menatap layar laptopnya
"Apaan sih bos, jelas jelas Bu Bos masi tertidur tenang gitu" ucap Vino dengan menunjuk Lolana yang tertidur
"Suka suka lah Bos, gw kesini mau ngasih kabar duka" ucap Vino
"Kabar duka ?" Alex langsung meletakan Laptopnya dan menatap Vino yang terus berdiri di hadapan Alex
"Cleo bunuh diri di sel tadi pagi, dia nyayat nadinya" ucap Vino
"Yang benar lu, jangan becanda" ucap Alex
"Iya Bos gw aja baru di kasi tau Jeje, dia habis dari sana soalnya tadi" ucap Vino enteng
"Syukurlah kalo gitu jadi gak bakal ada yang ganggu keluarga kecil gw" ucap Alex kembali mengambil Laptopnya
"Tapi bos bagaimana pemakamannya"
"Urus saja sampai selesai, gw sera kan semua sama elu" ucap Alex
Tiba tiba "Pemakaman sapa Lex" Lolana mendudukan dirinya karena mendengar orang yang sedang bercakap cakap
"Bu bos sudah siuman" ucap Vino melongo
"Ah itu pemakaman Cleo sayang" ucap Alex meletakan laptopnya dan menghampiri Lolana
"Kamu mau makan sekarang sayang"
"Kenapa ada acaran pemakaman sayang, kenapa Cleo bisa meninggal" ucap Lolana
"Sudah sayang tidak usah di pikirkan, dia sudah tenang di alam sana" ucap Alex menyiapkan makanan untuk Lolana
"Gimana gak di pikirin sayang, dia model aku" ucap Lolana
"Dia sudah mengundurkan diri sayang, waktu kamu koma" ucap Alex
"Gak bisa gitu, dia terikat kontrak sayang" ucap Lolana sedikit tegas
"Sudah lah Lol, dia sudah gak ada di dunia, sekarang kita gak usah bahas dia, kamu fokus dengan kesembuhanmu biar bisa cepat pulang, okeee" Lolana pun hanya mengangguk
"Sekarang makanlah, buka mulut mu" ucap Alex, Lolana pun membuka mulutnya
Yaaaa, Lolana cukup cepat pemulihannya Dokter pun sempat terkejut bahwa Lolana akan pulih secepat ini, tapi dokter pun menyarankan agar Lolana tidak terlalu lelah dan setres