
"Gimana hubunganmu sama Misel" Deg seketika Alex langsung memandang Lolana
"Jawab aku" ucap Lolana
"Jika memang kamu harus menikah dengan nya tak apa ceraikan saja dulu aku setelah itu menikahlah, kan memang dari awal aku perusak hubungan kalian" ucap Lolana bangkit berdiri dan keluar
Alex hanya bisa tertunduk lemas, dia tidak bisa berbuat apa apa, Lolana pun menuju kamar dan tidur karena besok harus menuju ke kantor untuk mengurus beberapa urusan
Alex pun menuju kamar juga di lihatnya Lolana sudah tertidur
"Maafkan aku Sayang, aku belum bisa membuktikan bahwa anak yang di kandung Misel adalah bukan anak ku, jadi aku mohon bersabarlah hingga waktunya tiba" ucap Alex dan kemudan berbaring di samping Lolana
Lolana yang mendengarkannya pun hanya diam lalu dia bangun dan keluar kamar dengan membawa ponselnya
Sesampainya di ruang hometeater Lolana menghubungi seseorang
"Cari tau tentang kehamilan Misel" ucap Lolana dengan mata berapi api dan penuh dendam
Tanpa Lolana tau, ada sepasang telinga yang sedang menguping pembicaraannya
Flashback On
"Kamu jangan biarkan Misel menguasai Alex, aku tau Lolana bukan wanita lemah" ucap Alena dengan mengobati luka di tangan Lolana
"Lolana adalah wanita yang sangat kuat, dia selalu merebut miliknya yang di ambil orang lain, Lolana memiliki ambisi yang sangat hebat, Lolana adalah Jaguar yang akan menerkam habis musuhnya" ucap Alena yang berusaha menyadarkan Lolana dari tindak bodohnya
"Kamu benar"
"Kamu benar Alena, aku harus mengambil milikku kembali, kamu betul, aku akan mengungkap kesungguhannya" ucap Lolana penuh dengan ambisi
Flashback off
Lolana kembali ke kamarnya lalu kembali tidur
☆☆☆
Sinar fajar pagi pun menyapa Lolana dan membangunkannya, Lolana bangun terlebih dulu dan mandi setelah mandi Lolana pun bersiap siap karena harus ke kantor tak lupa dia membangunkan Alex
"Sayang bangun sudah siang, ku harus ke kantor pagi pagi karena harus meeting"ucap Lolana menarik tangan Alex
Alex pun membuka matanya pelan pelan dan duduk di tepi bed
Lolana langsung mendaratkan ciuman paginya
Alex berusaha memahami Lolana dia membiarkan Lolana bersikap seperti tidak terjadi apa apa Alex paham betapa sakit hatinya hingga dia mencari tau semua tentang Misel
Sebenarnya Alex juga sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari tau tentang anak yang di kandung Misel sampai detail tapi dia tidak memberi tahu Lolana
...
Mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada suara pun kecualai suara alat makan yang saling bersautan
setelah mereka makan Alex menuju mobilnya dan Lolana juga
"Beb, aku ke kantor dulu nnti kalau urusan ku udah selesai baru aku ke kantormu ya, nanti ku bawakan makan siang sekalian, bye muach" Lolana memasuki mobilnya setelah mencium pipi Alex
Mereka berdua berpencar dengan mengendarai mobilnya masing masing
Lolana melajukan mobilnya dengan cukup kencang hingga hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke kantornya
Lolana memarkirkan mobilnya di parkiran mobil khusu dan mulai masuk ke dalam kantor
Semua pegawai menundukan kepala tanda hormat dan beberapa model pun menundukan kepala
Lolana memasuki lift khusu untuk CEO sesampai nya di lantai ruangannya Lolana berjalan santai dengan membawa tas dan laptop di tangannya
"Kalian berdua masuk ke ruangan saya" ucap Lolana pada Jeje dan Sisi
Lolana yang masuk terlebih dulu lalu membuka laptopnya dan mengerjakan beberapa pekerjaannya yang sempat tertunda
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ucap Lolan masih fokus pada laptopnya
"Sisi bacakan agenda saya hari ini" ucap Lolana
Sisi pun membaca kan agendanya setelah itu keluar dan menuju ke mejanya
Sedangkan Jeje masih berdiri di depan Lolana
"Tolong bantu aku bawa beberapa berkas yang harus selesai minggu ini bawa ke kantor Alex" ucap Lolana