Lolana

Lolana
Terungkap



Lolana pun lebih dulu sampai rumah di banding Alex, Lolana langsung menuju kamar mandi untuk menuegarkan tubuh dan mengganti pakaiannya


Lolana pun keluar dengan menggunaka handuk yang menutup dada hingga paha atasnya sedangkan rambutnya di biarkan tergurai dengan sedikit tetesan air


Lolana segera menuju lemari pakaian dan mengganti dengan hotpants dan kaos oversize nya


Alex pun datang dan langsung menuju kamarnya dilihatnya Lolana yang sedang mengeringkan rambutnya, Lolana yang menyadari bahwa Alex sudah datang pun menghampiri dan mencium tangannya


"Mandilah dulu Lex aku sudah menyiapkan air untukmu mandi, dan sebentar aku mau ngomong"


"Kenapa gak sekarang aja ngomongnya"


"Kamu mandi dulu deh, aku gak cuma mau ngomong tapi juga mau nunjukin sesuatu"


Alex pun bergegas menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya


Setelah Lolana selsai dia mengambil map yang terletak di nakas samping bed nya dan mengeluarkan semua isinya


Setelah melihat lihat tak lama Alex pun keluar, Lolana terkejut dan melihat jam di dinding kamar


"10 menit tumben cepet bangen mandi mu Beb" ucap Lolana


"Hehe mandi bebek sayang, aku gak sabar pengen tau kamu mau ngomong apa"


"Ya udah pake dulu baju mu" Alex pun menggenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh Lolana tadi


"Sini duduk sini" ucap Lolana menepuk tempat di sebelahnya


"Lihat dan dengarkan baik baik" Alex melihat apa yang di berikan oleh Lolana


"Brengs*ek" ucap Alex sepontan


"Sabar dengerin dulu ini"


"Aku sengaja ngakuin kalo anak yang aku kandung ini anak Alex karena aku tak tau sapa bapak dari anak ini, aku ngelakuin ini biar anak ini jelas punyak bapak dan aku bisa manfaatin Alex buat nyuntikin dana nya ke perusahaan Papa" Misel


"Terus kalo Alex tau gimana" ucap wanita yang berbicara bersama Misel


" Gak bakalan ada yang tau kecuali kamu yang bocor, dan Alex gak bakal tega sama aku, kalaupun sudah bisa DNA aku bakal sekongkol sama dokter itu haha" ucap Misel di tengah tawanya


Lolana yang mengetahui suaminya sedang emosi pun mencoba menenangkan Alex denga mengusap lengannya Alex


"Kamu gak boleh emosi, ikuti saja permainannya sampai mana dia bertahan" ucap Lolana


Seketika Alex pun tersadar "Kamu benar kita harus beri pelajaran pada wanita itu"


Lolana pun memeluk Alex dan Alex pun merespon pelukan Lolana dengan memberi kecupan di ujung kepala Lolana


"Maafin aku ya sayang" ucap Alex dengan melepaskan pelukannya


"Maaf untuk apa ?" Lolana menautkan kedua alisnya


"Telah ngebuat kamu kecewa" ucap Alex


"Hei, awalnya aku kecewa emang kecewa banget malah tapi aku ikutin kata hati ikutin nasehat temen ku akhirnya aku berani ngumpulin beberapa bukti dan menyuruh Vino dan Jeje untuk memata matai Misel" ucap Lolana yakin


"Dan untuk masalah ini kita ikuti saja permainan Misel dulu ya" sambung Lolana


"Sekarang ayo makan mbok pasti sudah nyiapin makan malam buat kita" ucap Lolana


Alex pun mengangguk dan mengekor pada Lolana


"Malam Tuan Malam Nona" ucap Mbok nah


"Malam mbok" saut mereka berdua


"Makan malam sudah siap Tuan Nona silakan makan" ucap Mbok


"Iya mbok, apa mbok sudah makan" tanya Lolana


"Saya nanti saja Nona"


"Makan bareng aja mbok, boleh kan Lex mbok makan bareng kita" ucap Lolana meminta izin pada Alex


Alex pun tersenyum dan mengangguk


"Hatimu sangatlah putih Lolana" gumam Alex dalam hati