Lolana

Lolana
Alex



"Ini sudah menjadi keputusan ku seharusnya aku tidak menyesali nya" ucap Lola lirih


Lola pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.


___


Kerlap kerlip lampu kota di malam hari sangatlah cantik secantik Lola malam ini


Lola mengendarai mobilnya seorang diri sesampainya di sebuah restoran Lola memarkirkan mobilnya di parkiran restoran itu


Lola menghampiri meja yang sudah ada beberapa wanita pandangan Lola tertuju pada satu wanita yang duduk di ujung meja.


"Hai Lol, lama banget gak ketemu makin cantik aja nih" ucap Wendy kawan Lola dengan mencium pipi lola


"Ah bisa aja kamu itu" saut Lola dengan senyum manis nya


"Eh Lol denger denger kamu mau bakal jadi janda nih hihihi" ucap Wendy


"Haha iyaa bener tau aja lebih tepatnya janda cantik dan mapan" Lola menekan kata nya


"Wah wahhh kok bisa sihh gimana ceritanya" Wendy dan teman temannya sangat penasaran dengan cerita Lola


"Biasalah yaa duri dalam daging hahaha" ucap Lola sambil meliri ke arah Niken


"Udah udah jangan ngegosip makan yuk" Lola tidak melanjutkan ceritanya


Mereka semua makan dengan tenang sesekali saling melempar candaan berbeda dengan Niken dia hanya diam dan memainkan ponselnya


Setelah makan mereka lanjut ngobrol seru tapi tiba tiba obrolan mereka terhenti ketika ada yang memanggil salah satu dari nama mereka


"Lolana" ucap pria itu dengan menghampiri meja wanita wanita itu


Lolana yang terkejut pun langsung bangkit berdiri semua kawan Lola pun melihat dengan seksama dan setelah itu tercengang setelah tau siapa org di hadapan mereka


Setelah melihat siapa memanggilnya Lolana pun seketika mempunyai ide dan menggandeng tangan pria itu menuju luar restorant


"Ada apa kamu menarikku kemari" ucap pria itu


"Minta tolong apa?" saut pria itu


Lolana pun menjelaskan semua permasalahannya dan seketika Pria itu setuju dengan ide konyol Lolana


"Oh iya lupa aku belum tau nama mu, Lolana" ucap Lolana dengan menjabat tangan Pria itu


"Sudah tau, Alex" saut Alex menjabat tangan Lolana


"Kamu tau dari mana ??" ucap Lolana heran


"Sudah ayo jadi gak beburu teman teman mu dan wanita itu pergi" saut Alex


Lolana kembali lagi ke mejanya dengan menggandeng tangan Alex semua temannya melihat dengam senyum senyum berbeda dengan Niken dia melihat dengan wajah masamnya


"Ladies sorry aku balik duluan ya soalnya ada keperluan" ucap Lolana dengan meilirik Niken


"Buru buru amat sih Lol, tapi yaudag deh gak papa, tp omong omong kalian ini" Wendy menunjuk ke arah Lolana dan Alex


"Dia kekasihku" ucap Alex spontan


"Wah hebat banget kamu Lol, belum sidang udah dapet baru aja, Tuan Alex lagi" ucap Wendy


Semua teman Lolana memandang senang dan kagum pada Alex dan Lolana tapi tidak dengan Niken.


Gimana wanita itu bisa mendapatkan pak bos, setau ku kekasih pak bos kan model itu. Gumam Niken


"Yaudah guys balik duluan ya aku bye" ucap Lolana sembari pergi meninggalkan meja


Sesampainya di luar Lolana langsung melepaskan gandengannya dan menuju mobilnya tapi di tahan oleh Alex


"Mau kemana" ucap Alex


"Ya pulang lah kan mobilku parkir disana" Ucap Lolana menunjuk mobilnya terpakir


"Aku akan mengantarmu" ucap Alex dengan menarik tangan Lolana