Lolana

Lolana
Tumbuh lagi Hama



Mereka bertiga menyantap habis makanannya, maksut hati Lolana ingin bersantai sejenak tapi tidak dengan Alex


"Lex kayaknya aku harus pulang dulu deh, Bunda dari tadi sudah telfon terus" ucap Jane


"Kamu naik apa" tanya Alex


"Aku naik taxi Lex" ucap Jane


"Aku antar saja bagaimana"


"Ah gak usah Lex ngerepotin lagi pulaaaa" belum selesai Jane bicara sudah di potong


"Gak papa ku antar aja ya" Alex pun langsung berdiri menggandeng Jane, Alex melupakan Lolana yang duduk di sebelahnya


"Lex" panggil Lolana


"Kamu pulang sendiri gak papa kan Lol" ucap Alex


"Lex" ucap Lolana yang sudah berbeda raut wajahnya


"Kali ini aja" ucap Alex dengan mengatupkan kedua tangannya


Sedangkan, Jane sedikit tersenyum melihat perkelahian Alex dan Lolana


Lolana yang sudah menahan amarahnya sejak tadi, akhirnya meluap


"Gila ya, gak punya otak, lu suruh istri lu yang hamil ini pulang sendiri, sedangkan lu nganter cewek yang sehat itu, Lex Lex, Silakan" ucap Lolana dengan nada sedikit kencang yang emosi meninggalkan Alex dan Jane dengan membawa papper bag yang di belinya dan hadiah dari Alex, membuat beberapa pasang mata melihat pertengkaran mereka


Alex pun merasa bingun sekaligus malu, hingga mematung, Jane pun menepuk pundak Alex


"Ayo Lex" ucap Jane, akhirnya Alex pun menurut, tapi sebelumnya dia menuju kasir untuk membayar makannya


Sedangkan Lolana jalan dengan cepat, menuju lobby, Lolana memasuki sebuah Taxi, Lolana pulang tapu tidak kerumah nya bersama Alex, melainkan ke rumah pribadinya


Di sepanjang perjalanan Lolana hanya menangis dan menatap jendela, hingga sampai di rumah pribadi Lolana, satpam rumah itu pun membukakan gerbang setelah tau bahwa Nona rumah datang, kemudian Lolana langsung menuju kamarnya dan menangis sejadi jadinya


"Maafin mommy ya sayang, mommy tadi emosi" ucap Lolana yang mengusap perut ratanya


Sedangkan di dalam mobil Alex "Lex, apa benar yang di katakan Lolana tadi" ucap Jane yang merangkul lengan Alex


"Yang mana"


"Yang dia bilang kalo dia istri mu dan sekarang lagi hamil" ucap Jane, Alex hanya mengangguk, lalu Jane melepas rangkulan tangannya


"Hei, kau bisa jadi adikku" Alex mengusap kepala Jane


"Aku masih sayang kamu Lex"


"Aku juga begitu, tapi aku sudah menikah Jane" ucap Alex


Akhirnya mereka sampai


"Maaf Jane aku tidak mampir, kasihan Lolana" Jane pun hanya mengangguk dengan senyum kecut


Setelah mobil Alex pergi, Jane pun masuk ke dalam rumah nya


---


"Nona" panggil Bibi


"Masuk bi, gak di kunci" ucap Lolana mengusap air mata nya dan masuk kamar mandi


"Sayang" Alex yang mengetahui bahwa pintu kamar mandi tertutup


Lolana tidak menggubris Alex yang memanggil nya


"Sayang maaf kan aku" Alex terus mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Lolana


"Pergilah Lex, aku tak apa" teriak Lolana


"Aku bisa jelaskan semua sayang, ku mohon keluarlah" ucap Alex


Akhirnya Lolana keluar dengan wajah yang berantakan dan sembab


"Kamu ingin menjelaskan, bahwa kalian masih sayang" ucao Lolana


"Memang aku sudah salah jika harus menjalin hubungan bersama mu Lex, apa lagi sampai menikah" ucap Lolana dengan senyum


"Pergilah, kembali lah kepadannya" ucap Lolana


"Maafkan aku sayang maaf" Alex bersujud di hadapan Lolana


"Berdiri lah aku tidak suka kamu bersujud seperti ini" Lolana mengangkat lengan Alex


"Pergilah bersamanya, ku akan membesarkan junior sendiri" ucap Lolana mengelus perut dan tersenyum