
Lolana masih berkutik dengan laptopnya dan tumpukan berkas, ucapan Alex masih terngiang ngiang di otaknya tentang Alex yang melamarnya
"Aaarrrggggg" teriak Lolana dengan melempar berkas yang ada di meja nya
Jeje yang mendengarkan nya pub segera masuk ke dalam ruangan Lolana
"Nona kenapa"
"Ahh tidak Je hanya saja sedikit pusing" saut Lolana
"Oh iya Je tolong bacakan agenda ku hari ini" ucap Lolana kembali
Jeje sibuk membacakan agenda Lolana tak lama telfon di ruangan Lolana pun bunyi
"Iya" ucap Lolana
"Suruh masuk" ucap Lolana lagi
"Kau urus semua jika ada meeting kau saja yang menggantikan ku" ucap Lolana pada Jeje
"Baik Nona" saut Jeje lalu keluar dari ruangan Lolana
Tak lama seorang wanita pun masuk dalam ruangan Lola tanpa ketuk pintu
"Ada apa kau kemari" ucap Lolana
"Kau masih ingat aku rupanya" ucap Wanita itu
"Ingat kau kan tunangan Alex" saut Lola
"Oke baiklah kalau kau ingat tanpa basa basi langsung saja, apa kau mau merebut Alex dari ku" ucap Misel dengan menggebrak meja Lola
"Bisa gak sopan sedikit" Lolana pun merasa marah dan bangkit berdiri
Tanpa pikir panjang Misel menampar Lolana
Plak
"Dasar jal*ng, janda kegatelan, bisa bisanya merebut tunangan orang gak malu jadi orang ketiga" ucap Misel
Lolana tersadar dengan omongan Misel dia merasa menjadi org ketiga dalam hubungan Misel dan Alex
"Sebaiknya kamu pergi sekarang atau ku panggil satpam untuk menyeretmu" ucap Lolana menahan air matanya
Seketika Lolana merasa sangat malu saat Misel berbicara seperti itu Lolana merasa seperti wajahnya di lempar kotoran
Lolana seketika langsung tertunduk lemas, Jeje yang mendengar kabar bahwa Nona nya sedang ribut di dalam ruangan pun seketika langsung menyelesaikan meetingnya dan menghampiri Lolana yang tertunduk dan menangis di lantai
"Nona ada apa" tanya Jeje
Lolana tidak menjawab melainkan hanya menggeleng dan terus menangis
Jeje yang melihat Nonanya seperti ini langsung bingung dan menuntun untuk duduk di sofa dan mengambilkan minum
Jeje tidak pernah melihat Nonanya seperti terkecuali waktu kedua orang tuanya meninggal, bahkan saat memergoki mantan suaminya berselingkuh dia tidak seperti ini
Alex pov
"Vino tolong reservasi di Resto X tolong pesan ruangan VVIP" ucap Alex pada Vino via telfon kantornya
Alex pun melanjutkan pekerjaannya dia membuka kertas yang berukuran kurang lebih 1 meter dan mulai mengamatinya
Tanpa Alex ketahui bahwa Misel telah menghampiri Lolana dan melakukan gertakan pada Lolana
Waktu sudah menunjukan jam makan siang Alex pun membereskan pekerjaanya dan menuju ke tempat Lolana
"Vino setelah makan siang aku tidak kembali ke kantor, kantor kamu yamg hendel" ucap Alez tengah menggunakan jas nya
"Siap bos"
"Aku tinggal dulu" ucap Alex
Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke kantor Lolana
Alex langsung menuju keruangan Lolana tanpa meminta izin pada resepsionis karena mereka semua tahu Alex itu siapa
Setibanya Alex di depan ruangan Lolana tiba tiba asisten Lolana keluar
"Je Lolana ada di dalam" tanya Alex pada Jeje
"Ada Tuan tapii" Jeje menggantungkan perkataannya
"Baiklah aku langsung masuk saja" ucap Alex
Alex pun langsung menerobos masuk tanpa permisi, Lolana sedang duduk bersandar pada kursi kebangganya dan memejam kan