
Lolana yang melihatnya pun menundukan kepalanya Alex pun bediri
"Kenapa kamu bisa disini" tanya Alex
Vino masuk ruangan dan berkata "Maaf tuan tadi saya sudah mel..."
"Tak apa keluarlah" ucap Alex
"Kamu harus menikahi ku Alex" bentak Misel
"Apa maksutmu" tanya Alex Lolana yang mendengarnya pun terkejut
"Aku hamil"
"Dan ini anakmu"
Jederrrr bagaikan petir di siang hari Lolana yang mendengarnya langsung membulatkan matanya
Lolana segera membereskan barangnya dan akan segera pergi
"Selesaikan urusan kalian" Lolana menuju pintu ruangan Alex dia keluar dengan membanting pintu
Vino dan Niken yang melihatnya pun kaget, Niken yang mendapatkan tatapan membunuh dari Lolana seketikan menciut
Semua pegawai yang tertunduk melihat Lolana pun merasakan hawa yang tidak menyenangkan
Lolana berjalan dengan wajah datarnya dan tatapan kebenciannya menuju luar kantor dan menyetop taxi
"Pemakaman XXX pak" ucap Lolana pada supir itu
Kantor Alex
"Kauuuu" Alex seketika menampar Misel
"Berani beraninya kau hadir lagi dan kau bicara kau hamil anak ku ?" teriak Alex
"Iya benar ini anakmu Alex" Misel dengan air mata palsunya
"Sejak kapan aku menidurimu Jal*ng" Emosi Alex sudah di ujung
Dia mendekatkan diri pada Misel dan menghimpitnya di tembok dan memegang leher Misel dengan kuat sehinggal Misel terbatuk
"Coba kau katakan sekali lagi" ucap Alex dengan tatapan membunuh
"Katakan" Teriak Alex
"Ini anak mu Alex uhuk uhukkk" ucap Misel dengan terbatuk
"Ikut aku"
"Tidak, kita mau kemana" ucap Misel meronta
"Test DNA" saut Alex dengan terus menyeret tangan Misel
Alex dan Misel turun lewat lift milik Alex, sesampainya di lantai utama semua mata menatap Alex dengan takut pasalnya tidak pernah Alex berbuat kasar apalagi sama wanita
Ada beberapa pegawai yamg membicarakan keduanya di belakang
Tak lama Vino pun mengikuti Alex
"Kembali bekerja atau kalian mau saya pecat" teriak Vino membubarkan semuanya
Alex melempar Misel ke arah Vino "Bawa dia bersama mu" ucap Alex lalu dia masuk kedalam mobilnya
Lolana Pov
Setelah Lolana mengunjungi makam kedua orang tuannya dia memutuskan untuk pergi ke Villa yang berada di sebuah desa kecil di atas gunung tapi sebelumnya dia pulang membawa beberapa baju dan membawa serta mobilnya
Setelah memakan waktu hampir 2 jam Lolana pun sampai
"Nona kapan tiba" ucap mang dudung penjaga Villa Lola
"Baru saja pak, saya istirahat dulu ya" ucap Lolana Lembut
"Baik Non, jika ingin apa apa panggil saja saya" ucap mang dudung lalu di angguk i oleh Lolana
Lolana masuk ke dalam kamar dan melihat dirinya di dalam cermin
"Apa aku terlihat menyedihkan kawan hahaha" ucap Lolana yang tak mampu lagi membendung air matanya
Pranggg
Lolana memukul cermin yang ada di depannya seketika tangannya berdarah
"Semiris inikah hidupku hahaha, setelah kehilangan Mama Papa cerai dari Satya sekarang Alex menghamili Misel hahaha" Lolana menertawakan nasipnya dan meremas kaca yang di genggamnya
hampir 5 menit Lolana diam berdiri dari tangannya mengucur darah lalu dia tersadar merasa tangannya perih
Lolana langsung memanggil Mang dudung
"Iya non sa, astaga Nona, mari saya antar ke klinik" ucap mang dudung
Lolana pun menurutinya dan menuju klinik, sesampainya di klinik Mang dudung dan Lolana di sambut oleh wanita cantik