
"Mau kah kamu menggantikan posisi Alex" tanya Lolana
"Maksutnya Lol" Jansen sedikit bingung dengan perkataan Lolana
"Apa kamu mau jadi Daddy buat Junior" ucap Lolana
Alex pun tersenyum dan meneteskan air mata, karena merasa cintanya terbalaskan
"Maaf Lol" belum selesai Jansen bicara
Lolana pun kesakitan lagi
"Nyonya kita sudah bisa mulai yaa" ucap dokter itu
"Lolana kuat ya, ada aku aku bakal nemenin kamu ayo kamu bisa" ucap Jansen menguatkan Lolana dengan menggenggam tangan Lolana dan mengecup dahi Lolana
"Jika mulai hitungan ketiga ibu mengejan yaa" ucap Dokter
"1, 2, 3" ucap Dokter dan Lolana mulai mengejan dengan memegang erat tangan Jansen
Jansen pun tak henti hentinya memberi semangat dan terus berdoa
Lolana terus berusaha hingga terdengar tangisan bayii dan tangan Lolana melemas
"Oeee Oeeee Oeeeee" suara tangisan bayi itu
"Hey, dia sudah lahir Lol" ucap Jansen mengecup dahi Lolana yang memejamkan matanya
Jansen merasa ada yang aneh dengan Lolana pun mulai membangunkan Lolana dengan menampar nampar pipi Lolana pelan lalu memanggil dokter, dokter pun menyuruh asistennya untuk melanjutka jahitan sedangkan dokter itu memeriksa Lolana
"Maaf dokter Jansen tunggu di depan sebentar ya" ucap Dokter itu
Jansen pun keluar dengan wajah cemas dan ingin menangis
"Gimana Sen Lolana, baby nya apa Sen" ucap Alena yang gembira melihat Jansen keluar dari ruang bersalin
"Baby nya girl, cantik sehat, hanya saja Lolana memejamkan matanya" Jansen berkata dengan terduduk di lantai Jeje yang melihat pun langsung membopong Jansen ke kursi
"Gimana bisa pak" tanya Jeje
"Aku juga gak tau" ucap Jansen
"Iyaa Sen, Lolana kuat pasti dia bisa lewati masa kritisnya" ucap Alena
Tiba tiba dokter keluar "Maaf apa ada yang memilik darah A+" tanya dokter
"Saya A+ dok" ucap Jansen berdiri
"Gimana dok keadaan Lolana" tanya Alena
"Untuk sementara Nyonya Lolana kekurang darah, semoga setelah tranfusi dara Nyonya Lolana bisa sehat kembali, mari dokter Jansen ikut saya" ucap dokter itu
Jansen pun masuk dan mulai mendonorkan darahnya untuk Lolana
Setelah 1 jam Lolana pun di pindahkan di ruang rawat, dan juga Baby nya di letakan di box sebelah Lolana
Jansen, Alena dan Jeje pun berada di sana dilihatnya Lolana tertidur dengan pucat dan baby nya pun tertidur
"Sen, apa kamu sudah memberi nama Junior" tanya Alena
"Aku bukan ayahnya jadi aku gak berhak meberinya nama" ucap Jansen tersenyum miris
3 minggu berlalu Lolana belum juga membuka matanya, Alena sudah kembali ke kampung karena pekerjaan nya, dan Jansen pun sering menjaga Lolana karena dia bekerja di rumah sakit itu dan juga dia pemiliknya
"Heyy, pa kamu tidak mau bangun, apa kamu tidak mau melihat baby mu, lihatlah dia sangat cantik" ucap Jansen dengan menggendong baby Lolana itu tiba tiba baby itu menangis
Jansen pun mendekatkan baby perempuan itu ke sebelah Lolana dan berkata "Apa kamu tidak mendengar tangisannya, dia membutuhkan mu, dan aku juga membutuhkan mu" ucap Jansen dengan meneteskan air mata
"Dan aku juga mau menggantikan posisi Alex di hatimu, tapi aku tidak mau menggantikan posisi Alex sebagai ayah dari bayi kita, Alex tetaplah ayahnya dan aku akan menjadi ayah sambungnya" ucap Jansen lalu meletakan Bayi perempuan itu kedalam boxnya karena sudah tertidur kembali
Jansen pun menangis dan terus mencium tangan Lolana "Bangunlah Lol, ku mohon bangunlah" ucap Jansen lalu tertidur setelah menangis
Tiba tiba tangan Lolana bergerak, lalu membuka mata dilihatnya Jansen tertidur di tangannya dan melihat box bayi di sebelahnya Lolana tersenyum dan terharu
Lolana dengan lemas pun mengusap kepala Jansen dengan tangan sisinya, Jansen yang terkejut pun langsung bangun dan tersenyum
"Puji Tuhan, terimakasih kamu sudah mau bangun" ucap Jansen dengan mencium dahi Lolana dan memeluknya
"Sebentar aku panggil dokter" Jansen menekan tombol yang ada di sisi tempat tidur Lolana tak lama dokter beserta perawat pun datang