
8 bulan sudah berlalu setelah surat cerai yang di kirim Lolana ke pengadilan di tolak lantaran Lolana hamil, Lolana pun memutuskan untuk pisah rumah dengan Alex dan 8 bulan itu Alex menjadi orang yang sangat cuek gampang marah dan jika ada pegawainya salah Alex langsung memecatnya
Lain halnya dengan Lolana, selama 8 bulan dia hampir mengalami keguguran 4 kali akibat percobaan bunuh dirinya dan selama itu pula perusahaan di pegang oleh Jeje asisten
Yahh semenjak kejadian di Jepang, Lolana menjadi wanita tidak bertanggung jawab jarang sekali keluar kamar untuk urusan kantor hanya dapat di hitung jari jika Lolana turun tangan, Lolana menjadi pendiam dan lebih serinh menangis
"Lol sekarang kamu makan yaa" ucap Alena sahabat Lolana, Lolana pun menggelengkan kepala
"Makan lah sedikit Lol, kasian Junior" ucap Alena mengelus perut Lolana yang sudah membesar
Tiba tibaa
"Arrrggg, Al perut gw Alll" teriak Lolana dengan meremas sprei
"Lol, kamu sepertinya akan melahirkan" ucap Alena
"Kita ke rumah sakit sekarang, Jansennnnnnnnn" teriak Alena
"Jansen sini cepet" teriak Alena
"Gak pakek teri, Lolana kenapa" belum selesai Jansen bicara, pria itu panik dengan wajah Lolana
Jansen pun segera menggendong Lolana menuju mobilnya, Jansen pun langsung tancap gas dan segera mengantar Lolana ke rumah sakit terdekat, sedang kan Alena mempersiapkan kebutuhan sahabatnya itu dan akan menyusul
Setibanya di rumah sakit Lolana langsung di gendong oleh Jansen dan memanggil suster
"Suster tolong dia mau melahirkan" ucap Jansen
"Baik Dok, dokter tunggu di sini saja" ucap Suster itu
Yahh, Jansen adalah dokter jiwa yang menangani Lolana sewaktu Lolana bunuh diri untuk yang terakhir kali, dan saat itu Jansen yang bekerja sebagai dokter spesialis kejiwaan dan pemilik rumah sakit terbesar di kota itu pun jatuh hati dengan Lolana
"Jansen gimana Lola" tanya Alena yang datang dengan membawa tas perlengkapan Lolana dengan di dampingi Jeje asisten Lolana
"Dia masih di tangani" ucap Jansen sedikit cemas
"Jansen, itu Alex" ucap Alena yang menunjuk Alex dan Jane yang keluar dari ruang kandungan
"Brengs*k, bukannya cemas istrinya ngelahirin malah dia keluar dari ruangan kandungan sama J*l*ng itu" ucap Jeje yang kesal lalu menghampiri Alex
"Pria br*ngs*k, istri lu kesakitan ngelahirin sekarang lu malah ada disini seneng seneng sama j*l*ng ini, suami macam apa lu" BUKKK pukulah hangan melayang di pipi Alex
"Hey, apa apaan sih mukul mukul suami orang, sayang kamu gapapa" ucap Jane yang membantu Alex berdiri
"Suami ??? hahah jadi kalian udah nikah ???, sedangkan si br*ngs*k ini masih sah jadi suami Bos gw, hahaha hebat banget" ucap Jeje tepuk tangan dan BUK pukulan satu lagi mendarat di perut Alex
"Hentikan kalian, ini rumah sakit" ucap Jansen
"Ah Jansen,tolong usir pria ini dia mengganggu saya" ucap Jane langsung memegang tangan Jansen
"Maaf nona, tolong tangan ada" ucap Jansen melepas pegangan tangan Jane
"Anda suami Lolana kan, tolong selesaikan urusan anda dengan Lolana dulu, baru anda bisa berhubungan dengan wanita ini, jika tidak anda pasti tau kan akibatnya" ucap Jansen menunjuk Jane dan menarik tangan Jeje lalu pergi
"Sayang, maksut dokter Jansen" tanya Jane
"Ya, dia adalah orang yang dulu menyuntikan dananya untuk perusahaan ku, jadi aku dan dia itu sebenarnya sahabat" ucap Alex
"Apa, kamu mengenalnya Jane" tanya Alex
"Ah tidak, hanya kenal biasa saja" ucap Jane kelagapan
Jansen dulu adalah mantan Jane, Jane dan Jansen akan menikah, hanya saja Jane lebih memilih Alex dan meninggalkan Jansen karena menurut Jane, Jansen adalah pria yang sangat cuek berbeda dengan Alex
---
"Keluarga Nyonya Lolana" teriak dokter memanggil kerabat Lolana
"Ya dok kami" ucap Jansen, Alena dan Jeje
"Dokter Jansen maaf, Nyonya Lolana ingin bertemu anda" ucap Dokter itu
"Baik dok" ucap Jansen melihat Alena dan Jeje lalu mereka mengangguk
"Nyonya, ini sudah ada dokter Jansen" ucap Dokter itu
"Makasih dok" ucap Lolana lemas
"Hei aku disini, kamu pasti kuat" ucap Jansen yang sudah berada di dekat Lolana
"Sen, boleh aku minta satu permintaan" ucap Lolana lemas
"Katakan apa yang kamu minta" ucap Jansen dengan mengelus kepala Lolana
"Sennnnn" ucap Lolana lalu menarik nafas
Dannnnnn