
Mentari pagi pun menampakan cahaya nya dan membangun kan sepasang suami istri yang terlelap setelah melakukan senam malamnya
Lolana menggeliyatkan badannya di lihatnya tangan kekar suaminya memeluk hangat peluk nya lalu berbalik menghadap suaminya
"Sayang bangun ayo ke kantor" ucap Lolana dengan mengelus pipi suaminya
"Hemmmmmm" gumam Alex
"Ayo sudah pagi ini" ucap Lolana
"Iya sayang" ucap Alex dengan suara serak bangun tidurnya
"Morning Kiss" ucap Lolana setelah mengecup bibir Alex lalu mendudukan badannya mengikat rambutnya asal Alex pun tersenyum
"Mau mandi bareng gak" tawar Lolana pada Alex
"Mau lah" Alex pun langsung duduk
"Hanya mandi, oke" ucap Lolana bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dan memperingatkan Alex
"Pelit amat sihh" ucap Alex menyusul Lolana dan memeluknya dari belakang dan berjalan menuju kamar mandi
Lolana merasa ada sesuatu yang aneh pada Alex "Hemmmm ada yang menonjol tapi buka bakat" ucap Lolana melepas pelukan Alex dan menyiapkan air di bathtub
"Hihihi, ayolah yang yaaa" Alex pun tak mampu menahannya
"Ihh udah jam berapa ini ih, pake tangan mu aja lah sendiri" ucap Lolana yang masih sibuk mengisi wewangian di bathtub nya
"Tega amat sih yang, ini juga gara gara kamu" ucap Alex memelas
"Gimana kisah gara gara aku" ucap Lolana
"Gimana si doi gak siap grak yang, kalo kamu telanjang di depan ku" ucap Alex memeluk Lolana
"Pake tangan aja sih Lex" ucap Lolana melepas pelukan Alex
"Yah tega bener yang, mending ku tahan ajalah gak mau aku pake tangan" ucap Alex pun langsung masuk ke dalam bathtub dan merendam seluruh tubuh hingga kepalanya
Lolana yang melihat Alex pun menjadi tidak tega "Ya udah ya udah ayokk, jangan lama lama" ucap Lolana sedikit kesal
Akhirnya mereka melakukan pertarungan yang telah terjadi sebelumnya, bukan hanya sebentar tapi hampir 2 jam mereka melakukan pergumulan hebat hingga keduanya telat untuk ke kantor
___
Lolana berjalan bergandengan dengan Alex menuju ruangan Alex dengan wajahnya yang sangat Bad Mood setelah sampai di ruangan Alex Lolana melepas gandengan tangan Alex dan duduk menuju sofa
"Gara gara kamu aku jadi telat kan, alhasil aku jadi ngerjain semua di kantor kamu lagi" ucap Lolana dengan mengeluarkan tablet dari tas yang di bawanya
"Hihi maaf sayang" ucap Alex dengan mencium ujung kepala Lolana
"Oh iya sebentar lagi aku ada meeting, kamu minum apa biar aku suruh Niken buatin kamu minuman" ucap Alex
"Ini tolong kasih ke Niken dan tolong bilangkan jangan di kasih gula" ucap Lolana dengan memberikan teh bunga mawar favoritnya
"Ya udah aku tinggal dulu ya, kalo ada apa apa langsung telfon aku aja, oke" ucap Alex memeluk Lolana
"Iyaa, kamu jangan lama lama ya" ucap Lolana membalas peluka Alex dan melepaskan
"Iya sayang, ku tinggal dulu ya, Love you" ucap Alex
"Love you to" saut Lolana lalu kembali duduk dan mengotak atik tabletnya
Setelah 15 menit Niken pun mengetuk pintu ruangan Alex, setelah mendengar suara Lolana mengijinkan masuk Niken pun mengantar minuman yang tadi di sampaikan Alex pada Niken
"Taru saja di meja, jika tidak ada kepentingan lagi silakan keluar" Lolana tetap fokus pada tablet nya
Niken pun hanya masih berdiri di hadapan Lolana
"Apa kuping kamu tuli, jika aku bilang keluar, keluar" teriak Lolana
Niken pun kembali meneriaki Lolana
"Jangan mentang mentang lu istri dari bos gw ya jadi seenaknya lu perlakuin gw" ucap Niken dengan tegas
Lolana yang mendengar ucapan Niken pun terkejut