
"Alex mungkin besok akan datang ke Venus group sayang" ucap Alex pada Lolana yang tengah berbaring di lengannya
"Apa pekerjaannya di sana sudah selesai mas" ucap Lolana
"Belum, hanya saja, dia meminta ijin padaku untuk bertemu Sena" ucap Jansen memainkan jari jari istrinya
"Hmm, apa besok kamu tidak bisa menemani ku di kantor sayang" tanya Lolana yang duduk dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya
"Mas besok ada ketemu pasien sayang, mas janji, kalo selesai mas akan ke kantor" ucap Jansen
"Mas janji ?" tanya Lolana
"Iyaa mas janji, sekarang ayo tidur, apa kamu masih menginginkannya" ucap Jansen menggoda Lolana
"Ah mas apa sih, udah tidur aja yuk, aku cape" ucap Lolana yang merebah kan tubuhnya dan memeluk suaminya itu
Dan mereka pun tidur
---
Pagi menyapa suami istri yang tengah terlelap tiba tiba tiba suara ketukan pintu keras membangunkan mereka
Dor
Dor
Dor
"Daddy, Mommy bangun" teriak Venus
Lolana pun terkejut dan bangun lalu melihat jam di dinding
"Mas bangun kita kesiangan" ucap Lolana mengguncang tubuh suaminya itu
"Iya sayang, kamu sarapan duluan aja Mommy Daddy mau mandi dulu" ucap Lolana yang memakai kaos Jansen untuk menutupi tubuh polosnya membuka pintu dan berkata pada putrinya itu
"Iyaa Mommy, Venus ke meja makan duluan yaa, ayo mbak" ucap Venus menggandeng tangan susternya
Jansen dan Lolana pun mandi bersama dan akhirnya mereka keluar dan menggenakan pakaian masing masing
"Pagi sayang" ucap Jansen dengan mengusap kepala anak sambungnya itu
"Pagi Dad, mana Mommy" tanya Venus
"Mommy disini sayang, Mommy gak sarapan ya Mommy kesiangan ada meeting sayang" ucap Lolana mengecup ujung kepala putrinya itu
"Mau aku antar sayang" ucap Jansen
"Ah gak usah, kamu nanti tolong bawa Venus ya sayang ke kantor, soalnya kasian kalo aku ajak sekarang nanti dia gak ada temen, soalnya aku meeting di luar" ucap Lolana
"Ya udah habis ada pasien nanti aku langsung jemput Venus di sini" ucap Jansen
"Ya udah aku berangkat dulu sayang, kamu nanti hati hati kerjanya" ucap Lolana menciun tangan suaminya itu
Lalu
Keempat ciuman itu mendarat di dahi, pipi dan bibir Lolana, tak lupa tangan Lolana menutup kedua mata putrinya itu, seolah mengerti putrinya pun hanya diam saja
"Mommy berangkat dulu ya sayang, I Love You All" ucap Lolana pada suami dan anak nya itu
"I Love You Too Mom" saut keduanya
"Terimakasih Nyonya Lolana saya, sangat suka dengan presentasi dari perusahaan anda, dan selamat kita akan bekerja sama" ucap pria itu
"Ahh trimakasih banyak pak Bram, senang bekerja sama dengan anda, kalo gitu saya permisi dulu Pak" ucap Lolana setelah berjabat tangan dengan Clien nya itu
"Bu kata Sisi, Pak Alex sudah ada di kantor" ucap Jeje membisikan ke Lolana
"Kantor mana" tanya Lolana
"Wijaya bu" ucap Jeje
"Kamu urus saja kerja sama ini, saya akan ke Wijaya group sekarang" ucap Lolana
Jeje pun hanya mengangguk dan Lolana menuju lobby rerstorant itu untuk memesan taxi, jarak antara restorant tempat Lolana meeting dan Wijaya group hanya memakan waktu 20 menit tak lupa Lolana mengirim pesan pada suaminya
Aku di Wijaya Group Mas
Lalu Lolana memasukan ponselnya ke dalam tasnya, hingga sampai di Wijaya Group, ternyata sudah terdapat mobil Jansen disana, Lolana pun masuk kantor dan semua karyawan hormat padanya lalu Lolana menuju ke ruangannya
Ting
"Sudah ada Pak Alex, Pak Bos sama Nona Muda didalam Bu Bos" ucap Sisi
"Baiklah tolong belikan saya, 2 ice chocolate 3 ice kopi" ucap Lolana dengan mengeluarkan beberapa lembar uang 100ribu
"Baik Bu" ucap Sisi lalu pergi
Tanpa mengetuk Lolana pun masuk dan melihat Jansen Alex dan Venus yang berada di pangkuan Jansen sedang tertidur
"Apa dia sudah lama tidur Mas" ucap Lolana pada Jansen
"Baru saja" ucap Jansen mengelus kepala istrinya
"Sini, ku bawa dia ke kamar saja" ucap Lolana menggendong putrinya di letakannya di dalam kamar pribadi di ruangan Lolana
Jansen, Alex dan Lolana lalu Sisi masuk dengan membawa minuman yang di pesan Lolana
"Permisi bu, minumannya" ucap Sisi
"Makasih Si, sama bawa 1 ice coklat buat kamu, oh ya jika Jeje sudah datang tolong suruh menghadap saya" ucap Lolana
"Terimakasih bu, baik nanti saya sampaikan pada pak Jeje, saya permisi dulu" ucap Sisi lalu pamit