
"Daddy Alex" teriak Venus saat sudah bangun
"Haii cantik, gimana kabar kamu sayang" ucap Alex
"Venus sehat Daddy, oh ya, tante Jane tidak ikut Daddy" tanya Venus
"Tidak sayang" ucap Alex mengusap kepala putri kandungnya itu
"Apa dia masih cemburu pada ku Lex" tanya Lolana
"Ya begitulah Lol, kamu tau sendiri bagaimana dia" ucap Alex
Lolana hanya tersenyum tiba tiba
Tok
Tok
Tok
"Masuk" teriak Lolana
"Bu Bos gawat" ucap Jeje dengan nafas memburu
"Gawat kenapa, ngomong pelan pelan gawat kenapa" ucap Jansen
"Gawat Pak Bos, Sisi" Jeje dengan nafas masih ngos ngosan
"Kenapa Jeje, ngomong nya jangan gini dong, bikin orang ikut takut aja" ucap Lolana
"Sisi di sandra sama orang tidak di kenal di lobby Bu" ucap Jeje
"Gimana bisa sihhhh, Mas tolong bawa Venus" ucap Lolana, Lolana pun dengan tergesa gesa keluar dan turun menuju lobby
"Hei, siapa kamu berani nya menyandra orang saya" teriak Lolana
"Hahaha akhirnya kau muncul juga, J*l*ng" ucap seseorang yang menyandera Sisi
Tanpa babibubebo Lolana langsung merebut Sisi dari penyandra itu tapi tiba tiba tangan Lolana lah yang di tarik oleh penyandera itu
"Lolana" teriak Alex
"Wow, ternyata mantan suami dari J*l*ng ini juga di sini" ucap penyandera itu
"Niken lepaskan" teriak Alex
"Apa kau belum puas Niken telah merebut Satya, sekarang kau ingin mendapatkan Jansen dari ku" ucap Lolana dengan tatapan kosong
"Karna kau, seharusnya waktu itu aku yang menikah dengan Jansen bukan kamu" ucap Niken
"Apa maksut kamu" ucap Lolana
"Jansen berubah sikapnya semenjak mengenalmu, dia sudah tidak perhatian dengan ku dan dia lebih memilih menikahi mu dari pada aku" ucap Niken dengan tawa
Lalu Jansen turun dengan menggendong Venus dan menyuruh Sisi dan Jeje membawa Venus ke ruangan Lolana
"Sayang kenapa kau lebih memilih wanita ini dari pada aku" ucap Niken
"Aku memilihnya karena aku mencintainya dan juga kau sudah memiliki suami Niken sadarlah" teriak Jansen
"Jika aku tidak bisa memiliki mu berarti wanita ini tidak bisa juga memiliki mu Jansen" teriak Niken dengan menangis
"Lepaskan dia Niken" ucap Jansen mendekati Niken
"Jika kamu mendekat akan ku pastikan isi kepala wanita ini akan keluar" Ucap Niken dengan menekan pistol di kepala Lolana
"Please aku mohon lepaskan Lolana" Jansen pun memohon dengan posisi agak jauh dari Niken dan Lolana
Lolana yang melihat suaminya memohon seperti itupun tidak tega, dengan cepat Lolana mengarahkan pistol yang di kepala nya mengarah ke perutnya dannn
Dor
Timah panas mendarat dengan indah di perut Lolana, Lolana pun tersenyum sedangkan Niken yang terkejut melepaskan pistolnya dan Lolana pun terjatuh, saat Niken lengah para satpam pun menangkap Niken dan membawanya ke kantor polisi sedangkan Jansen dan Alex terkejut melihat Lolana yang tertidur dengan perut bersimbah darah
Jansen langsung menggendong istrinya di ikuti oleh Alex
"Tolong bawakan mobilku Lex" ucap Jansen melempar kunci pada Alex
Alex pun segera membukakan mobil, Jansen yang menggendong Lolana pun duduk di belakang sedangkan Alex menyetir
Dengan kecepatan super tibalah di rumah sakit Jansen, Jansen pun membawanya ke UGD
"Maaf dokter tunggu disini dulu, biar ibu saya yang menangani" ucap dokter itu
Jansen pun cemas tak henti henti nya mondar mandir sedangkan Alex menghubungi Asisten dan sekertaris Lolana tak lupa Venus pun ikut agar ke rumah sakit Jansen
"Kurang ajar, lihat saja gak akan ku biarkan hidup wanita itu tenang" ucap Jansen
"Jangan mengotori tangan mu, biar orangku saja yang membereskan wanita itu" ucap Alex dengan menepuk punggung Jansen