Lolana

Lolana
Tangisan Pilu



Di sepanjang perjalann Alex terus memelu Lolana dan berulang kati berkata maaf pada Lolana


Lolana hanya memejamkan mata dan sesekali membuka matanya tak lama sampailah di rumah sakit walaupun tidak terlalu besar tapi setidaknya memberikan pertolongan pertama


Alex menggendong Lolana membawanya kedalam UGD


"Tuan tunggu di luar dulu ya agar kami segera menangani pasien" ucap salah satu perawat dan menutup pintu


Dokter dan para perawat membutuhkan waktu lumayan untuk menjahit luka Lolana, lampu di ruang operasi sudah hijau tanda bahwa operasi telah selesai


Dokter pun keluar "Keluarga Nona Lolana" ucap dokter itu


"Saya suaminya dok" Alex bangkit dati duduknya menghampiri dokter itu


"Untung saja anda segera membawanya kemari kalo tidak entah apa yang akan terjadi karena mengeluarkan cukup banyak darah"


"Gimana keadaan istri saya sekarang dok" ucap Alex


"Istri tuan untuk sementara tidak bisa di jenguk dulu hingga di pindahkan di ruang rawat inap, baik saya permisi dulu" ucap Dokter dan pergi


Alex yang mendengarkan apa kata dokter pun cukup frustasi hingga menjambak rambutnya yang gondrong


"Tenang Tuan Non Lola pasti akan segera pulih" ucap Vino menenangkan bosnya


Alex hanya duduk di kursi tunggu dan melamun saja


Tak lama Lolana di pindahkan di ruang inap, Alex pun mengikutinya para perawat menyiapkan semuanya dan meninggalkan Lolana disana dengan Alex dan Vino


"Baik Tuan" saut Vino


Malam pun tiba Lolana membuka matanya di lihatnya Alex tertidur di sampingnya dan memegangi terus tangan Lolana


"Lex" panggil Lolana dengan lemah


Alex pun bangun dan memanggil dokter untuk di periksa, setelah dokter memeriksa dan di rasa keadaan Lolana cukup baik dokter meninggalkannya


"Lol maafkan aku" ucap Alex mencium tangan Lolana


"Tidurlah lagi ini sudah malam, Aku juga mau tidur" ucap Lolana memalingkan wajahnya


Alex hanya diam dia bingung harus berbuat apa, Alex mendengar sedikit seperti Lolana menangis Alex pun melanjutkan tidurnya dengan memegang terus tangan Lolana dan Lolana semakin menggengam erat tangan Alex


Alex tau apa yang di rasakan Lolana saat ini, hanya saja dia tidak mau mengganggu Lolana tapi semakin lama suara tangis itu semakin terdengar dan Alex pun merasakan sakit saat mendengar tangisan Lolana


Alex bangkit dan berputar arah agar bisa melihat wajah Lolana


Ternyata benar Lolana memejamkan matanya dan menangis, Alex melihatnya sangat sakit di rasanya, dia memeluk Lolana dengan lembut seketika suara tangisan Lolana semakin kencang mengisi ruangan itu


"Maaf, maafkan aku, maafkan aku Lolana" ucap Alex terus memeluk Lolana


Tak lama Lolana pun tenang dan tertidur, Alex yang melihat Lolana pun mengecup keningnya dan menggeser posisi kursi dan tidur di samping Lolana dengan duduk