
Malam pun tiba
"Sayang tolong buatin aku kopi dong" ucap Alex pada Lolana
"Oke tunggu ya sayang" ucap Lolana berdiri dari kursi kerja nya
Lolana pun menuju dapur untuk membuatkan Alex kopi dan membawakan cemilan, setelah selesai membuatka suaminya dan dirinya kopi Lolana pun kembali ke ruang kerja nya
"Nih sayang di minum dulu, ku tadi juga bawain snack" ucap Lolana yang meletakan kopi dan camilan ke meja kerja suaminya
"Loh kamu gak lanjut yang" tanya Alex
"Gak ah yang cape aku" ucap Lolana yang duduk di pangkuan Alex
"Sayang masih lama kah kerja nya" ucap Lolana memainkan kancing piyama Alex
"Sebentar ya sayang sabar" Alex mencium kening Lolana
"Yasudah aku tidur di sini ya nanti bangunin aku kalo sudah selesai" Ucap Lolana dengan memeluk Alex dan tertidur dalam pangkuan Alex
Hampir 30 menit Alex belum juga menyelesaikan pekerjaannya, tiba tiba Lolana pun terbangun
"Belum selesai juga yang" tanya Lolana yang membenamkan wajah nya pada dada bidang Alex
"Kamu kebangun" tanya Alex
"Badan ku pegel nekuk terus, ayo sudah kerja nya besok lanjut lagi sekarang ayo tidur" ucap Lolana bangun dan menarik tangan Alex
"Iyaa kamu duluan, aku matikan laptop dulu sama beresin meja" ucap Alex
"Ihhh suruh tidur susah amat, biar besok di beresin mbok atau besok aku yang beresin, sekarang ayo tidur" Lolana menarik Alex dengan sekuat tenaga
"Hehehe iya iya sayang ku, ya udah ayo" Alex pun mengalah dan menuruti Lolana
Alex menuntun Lolana ke tempat tidur dan Alex tidur di samping Lolana, Alex membentangkan tangan kanan nya sebagai alas kepala Lolana, akhirnya mereka berdua tertidur dengan berpelukan
Sebulan berlalu
Setelah di rasa cukup Alex kembali ke rumah setelah hampir 1 jam dia mengelilingi kompleks rumah nya
"Uwek uwek" Alex lari menuju kamar dan membuka pintu keras lalu menuju kamar mandi
Lolana yang kaget karena ada yang membuka pintu kencang akhirnya terbangun, Lolana mendengar suara orang muntah di dalam kamar mandi, Lolana pun menghampirinya dan melihat suaminya mengeluarkan isi ususnya hingga pucat dan berkeringat
"Sayang kamu kenapa" Lolana panik dan memijat tengkuk Alex
Alex pun hanya menggelengkan kepalanya dan terus mengeluarkan isi ususnya
"Kita ke dokter ya sayang" ucap Lolana panik
"Engga aku gak papa kok sayang" ucap Alex yang mulai enakan mengusap kepala Lolana dan terduduk di lantai kamar mandi
"Kamu pucat beb, kamu istirahat di bed ya, biar aku panggil dokter Andrew ya" Alex pun hanya mengangguk lemas
Lolana tanpa perlu lama lama pun sudah menghubungi dokter Andrew dan menghubungi mbok lewat telfon kamarnya yang terhubung pada dapur untuk membawakan minuman hangat untuk Alex
Tok
Tok
Tok
"Masuk" teriak Lolana dan masuklah mbok dan dokter Andrew
"Taruk meja saja mbok" ucap Lolana pada mbok dan mbok pamit untuk ke dapur lagi
"Dok tolong cek Alex dia tadi tiba tiba munta setelah joging" ucap Lolana cemas
Dokter pun memeriksa Alex, tidak ada yang aneh pada diri Alex, dokter pun menanyakan siklus menstruasi Lolana, Lolana pun menyadari bahwa dirinya telat datang bulan
Dokter Andrew pun menyaran kan Lolana untuk memeriksa ke dokter kandungan, Alex pun tidak merespon apa apa karena dia merasa sangat amat lemah