
"Mang dudung, hai Lola apa kabarmu sudah lama kamu tidak kesini" saat Wanita itu berjalan mendekati Lolana di lihatnya tangan dan bajunya penuh darah
"Astaga Lola, kamu kenapa sini aku obat i"
Lolana pun mengikuti wanita itu
"Kau sudah lama tidak kesini, tapi kenapa kau kesini membawa luka Lolana, kamu kenapa" ucap wanita itu dan Lolana masih diam
Wanita itupun juga ikut diam, dan terus mengobati Lolana dengan lembut, dan ada beberapa luka yang harus di jahit, tapi Lolana tidak merasakan sakit dia hanya terus diam dan meneteskan air matanya
Setelah di jahit wanita itu membalit semua luka Lolana
"Alena" ucap Lolana memecah keheningan
"Iya Lol"
"Apa semua pria memang hanya membuat wanita sakit" ucap Lolana dengan senyum getir
"Tidak semua Lol, hanya beberapa saja, aku tau kenapa kau seperti ini kau pasti di sakiti sama mas Satya kan" ucap Alena
"Aku sudah lama bercerai dengannya"
"Hah ?? maaf Lol aku tidak tau" ucap Alena
"Iya tidak apa, aku sudah menikah lagi" ucap Lolana datar
"Jij bent serieus (Kamu serius)" ucap Alena terkejut
Lolana hanya mengangguk
"Gefeliciteerd Lolana
Ik ben blij om dat te horen (Selamat Lolana, aku seneng dengernya)" saut Alena
"waarom is je hand zo? (Lalu kenapa tanganmu seperti ini?)" ucap Alena dengan memegang tangan Lolana
"mijn man heeft zijn ex-vriendin zwanger gemaakt (Suamiku menghamili mantan pacarnya)" ucap Lolana
"Apa kamu yakin Lol" ucap Alena
Lolana pun menceritakan kisahnya pada sahabatny itu
Lolana dan Alena adalah sahabat dari mereka kecil saat Keluarga Lolana sering mengunjungi Villa itu dulu, dan keluarga mereka sangat dekat
Alena memilih juruan kedokteran dan Lolana memilih Entertain
Mereka berdua mengobrol hingga melupakan Mang dudung yang menunggu Lolana
"Ik ga eerst naar huis (Aku pulang dulu)" ucap Lolana
"Ja, wees voorzichtig (Iya hati hati), aku akan berkunjung jika ada waktu" ucap Alena
"Iyaa tau bu dokter sibuk sekarang hahaha, baiklah aku pulang dulu bye" ucap Lolana menempelkan pipi kanan kiri nya pada Alena
Lolana merasa sedikit lega karena telah mnceritakan sedikit bebannya pada sahabatnya
Sesampainya di Villa dia mengambil ponselnya dan menyalakan nya
Banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari Alex, Asisten dan sekertarisnya
Tak lama ponsel Lolana pun berdering dia melihat ternyata Jeje yang menelfonnya
"Iya Je" ucap Lolana
"Sayang kamu dimana" saut Alex
Ternyata Alex menghubungi Lolana dengan ponsel Jeje Lolana pun segera mematikan lagi ponselnya
Dia melihat lagi kamarnya yang masih berantakan, Lolana menuju dapur dan mengambil beberapa minuman beralkohol dan menyuruh mang dudung untuk membeli rokok
Waktu menunjukan pukul 7 malam Lolana sengaja menyuruh mang dudung untuk tidak mengganggunya
Lolana berada di balkon kamarnya dengan memegang botol minuman alkohol dan sebatang rokok
"Hahaha sebegitu mirisnya hidupku hahaha" ucap Lolana menatap langit dengan tawa yang menyakitkan dan sedikit teriakan
Air matanya masih menetes dari tadi pulang dari klinik Lolana masih fokus dengan langit dia terus menatap langit sesekali meminum minuman itu dan menghisap batang rokok itu
Mang dudung yang mendengar dan melihat Lolana pun terkejut dengan inisiatifnya sendiri Mang dudung masuk kedalam kamar majikannya itu dengan jalan mengendap endap
Mang dudung mengambil ponsel Lolana yang berada di nakas dan langsung menyalakannya, Mang dudung mencari kontak untuk di hubungi
"Ketemu" ucap mang dudung kemudian dia menyalin dan menelfon nomer itu dengan ponsel pribadinya
Mang dudung mengembalikan ponsel Lolana di tempat semula tak lupa di matikan juga