Lolana

Lolana
Detak Jantung berhenti



"Sabar Sen, Lolana wanita kuat dia akan segera sadar" ucap Alex


"Gimana kalo Lolana gak ketolong" ucap Jansen


"Lu gak boleh pesimis, lu harus percaya istri lu pasti bisa ketolong" ucap Alex


"Dokter Jansen, bisa masuk sebentar Ibu ingin bertemu anda" ucap dokter itu


"Lu masuk dulu" ucap Alex


Jansen pun memakai pakaian khusu untuk masuk lalu di lihatnya Lolana yang dengan wajah pucat nya tersenyum melihat kedatangan Jansen


"Sayang, kamu harus kuat yaa" ucap Jansen dengan menitihkan air mana


"Venus mana sayang" ucap Lolana lemah


"Sena masih dalam perjalanan sayang kamu sabar yaa, aku ada di sini kamu harus kuat" ucap Jansen


"Kamu tau Mas, aku sangat bahagia bisa menjadi istri mu dan aku adalah wanita yang sangat beruntung memiliki mu" ucap Lolana tersenyum


"Aku juga bahagia dan beruntung memiliki istri seperti mu sayang" ucap Jansen mengecup dahi Lolana


"Aku titip ini untuk Sena ya sayang, tolong pakaikan kalung ini untuknya" ucap Lolana melepas kalung berlian yang di belikan Jansen khusus dan hanya ada satu di dunia


"Iyaa akan ku pakaikan padanya" ucap Jansen


"Mas mendekatlah" ucap Lolana semakin lemah Jansen pun mendekat dan Lolana membisikan kata


"ik hou van je (ilvy)" ucap Lolana dengan menitihkan air mata


"ik hou ook van je (ilvyto)" ucap Jansen mengecup lama dahi istrinya itu


"Cintailah Sena seperti kamu mencintai ku, padakan padanya bahwa aku sangat mencintainya" ucap Lolana


Dan tiba tiba monitor jantung berbunyi dan menunjukan garis lurus


"Emergency" teriak Jansen


Dokter pun segera menyuruh Jansen keluar dan memintanya menunggu di luar


"Dokter Jansen tunggu di luar dulu, saya akan urus ibu" ucap dokter itu


"Saya percayakan istri saya pada anda" ucap Jansen


"Istri gw Lex" ucap Jansen


"Maksut lu" tanya Alex


"Detak jantungnya berhenti" ucap Jansen


Alex tak kalah terkejutnya hingga membuatnya lemas dan duduk


Jeje Sisi dan Venus pun datang, Venus yang menangis dari tadi di gendongan Jeje pun meronta turun setelah melihat kedua Daddy nya itu


Venus berlari ke arah Jansen "Mommy mana Dad" ucap Venus


Jansen pun menangis tidak sanggung menjawab pertanyaan putri sambungnya itu, Jansen pun memasangkan kalung yang telah di beri oleh Lolana tadi dan memeluk Venus


Jeje dan Sisi pun bertanya pada Alex apa yang terjadi, Alex menceritakan semuanya dan mereka berdua syok mendapati bos sekaligus sahabat mereka harus menderita


2 jam berlalu Jansen pun mulai tenang sedangkan Venus tertidur di gendongan Sisi, dokter pun keluar dengan wajah yang susah di artikan


Jansen menghampiri dokter itu dan bertanya keadaan di dalam bagaimana tapi doktet itu hanya diam saja


"Jawab saya, atau anda saya berhentikan dari sini" teriak Jansen Alex yang berdiri di sebelah Jansen pun mengusap pundak Jansen


"Maaf dokter Jansen, saya sudah berusaha sangat maksimal" ucap Dokter itu


Jansen pun tak bisa berkata apa apa dia langsung menerobos masuk, melihat semua alat dan selang selang yang berada di badan Lolana mulai di lepasi satu persatu


"Sapa yang menyuruh kalian melepasnyaaa" teriak Jansen lalu menghampiri Lolana


"Sayang bangun jangan bercanda sayang" ucap Jansen menggoyang tubuh istrinya


Tak ada respon akhirnya Jansen menuju dokter yang telah mengoperasi Lolana


"Jelaskan bagaimana bisa seperti ini" ucap Jansen mencengkeram kerah baju dokter itu


"Maaf dokter Jansen, timah panas itu telah menembus liver ibu dan saya sudah menghentikan pendarahan nya tapi tetap saja ibu kehilangan bnyak darah dan mengalami kerusakan Liver" ucap dokter itu sedangkan Venus menangis melihat Daddy nya menangis


Jansen kembali ke Lolana "Sayang bangunlah, ku sangat menyayangi mu dan lihat lah Venus sayang, apa kamu tega melihatnya tidak mempunyai Mommy" ucap Jansen menyiumi wajah istrinya itu


Jansen tidak bisa menerima kenyataan dia merasa gagal menjadi suami dan dia bingun harus bagaimana