Lolana

Lolana
Kenyataan pahit



"Br*ngs*k, pa gw harus datang ke sana ya" ucap Jane mondar mandir


"Oke gw kesana, lihat aja Lolana, gw gak takut sama lu" ucap Jane lalu memesan tiket nya untuk ke Tokyo


Jane pun berkemas kemas, dia membawa 1 koper dan memanggil Bunda nya


"Bundaaaaa" teriak Jane dari kamarnya


"Iya sayang, ada apa " tanya Bunda Jane dengan datang


"Bun aku akan ke Tokyo, untuk menjemput Alex" ucap Jane


"Dia bersama siapa dia sana" tanya Bunda


"Lolana bun, istrinya, tapi aku akan merebut Alex dari wanita itu" ucap Jane dengan sorot mata tajam


"Iya kau harus merebut apa yang seharusnya milikmu" ucap Bunda dengan mendukung kegiatan anaknya


 


Sedangkan Lolana tengah bersiap siap menuju acara meeting, Alex pun turut bersiap siap karena akan ada juga jamuan makan malam


"Sudah sayang" tanya Alex


"Sebentar lagi Lex" ucap Lolana yang memberi lipstik pada bibirnya


"Sudah, yuk" ajak Lolana menggandeng tangan Alex


"Sebentar sayang" Alex menghentikan Lolana


"Iya kenapa" tanya Lolana


"Aku minta maaf atas yang kemaren, aku janji untuk kamu dan junior aku tidak akan tergoda oleh siapa pun itu" ucap Alex


"Jangan berjanji, buktikan saja" ucap Lolana lalu berjalan terlebih dulu


Alex pun dengan senyum percaya diri memeluk Lolana dengan kencang


"Jangan terlalu kencang kasihan Junior" ucap Lolana dengan melepas pelukan Alex


Lolana dan Alex pun berjalan dengan bergandeng tangan menuju meeting room di hotel tersebut


"Arigatogozaimasu" ucap Lolana pada pelayan yang membukakan pintu ruangan meeting


"Selamat datang nona Lolana" ucap pak takayama salah satu rekan bisnis Lolana


Mereka bertiga pun saling berbicara dengan bahasa Jepang


Kemudian Lolana melaksanakan meetingnya sedangkan Alex menantinya di rooftoph


(Sengaja Author langsung pakek bahasa Indonesia, biar lebih gampang, dan gak ribet Authornya haha)


Setelah hampir 30 menit, Lolana pun menghampiri suami nya yang duduk dengan memejam kan mata di atas matras yang ada di hotel tersebut


"Sayang, ayo kita kembali ke kamar" ucap Lolana duduk di sebelah suaminya itu dan membangunkan dengan lembut


"Sebentar Lol, 5 menit lagi" ucap Alex


"Disini angin cukup kencang dan aku kedinginan" ucap Lolana


Alex pu membuka matanya dan duduk bersebelahan dengan Lolana, lalu berkata


"Lolana, jika kita bercerai apa kamu akan menikah lagi" ucap Alex dengan menatap Lolana


Lolana pun terkejut dengan perkataan Alex, Lolana menarik nafas dan membuang nya kasar "Kenapa kamu menanyakan seperti itu" ucap Lolana tanpa memandang Alex


"Jawab saja pertanyaan ku" ucap Alex


"Yaa, aku akan menikah lagi, tapi entah sama siapa, karena aku gak mau besok anak ku kurang kasih sayang dari ayah nya" ucap Lolana menahan air matanya


"Lol, aku ingin mengatakan sesuatu tapi berjanjilah jangan marah pada ku" ucap Alex memegang tangan istrinya itu


"Katakan apa saja, selagi aku bisa mendengar perkataan mu" ucap Lolana melepas tangan Alex lalu berdiri berjalan di sisi pagar dengan memandangi temaram lampu kota


"Aku sebenarnya masih sayang pada Jane" ucap Alex membuat Lolana semakin terkejut dan meneteskan air mata


Lalu Lolana berbalik dan menghampiri Alex "Aku kan sudah bilang, kejarlah pujaan hatimu, tapi tunggu 8 bulan lagi Junior akan lahir, dan kita berpisah setelah itu kau bisa bersama secarah utuh dengan Jane" ucap Lolana senyum dan menepuk pundak suaminya itu


"Aku mau masuk dulu ya, kamu cepatlah kembali ke kamar, angin malam tak baik untuk kesehatan" ucap Lolana meninggal kan Alex


Lolana jalan gontai dengan terus menangis menyusuri lorong menuju kamarnya, sebelum menuju kamarnya Lolana berjalan tegap menuju lobby karena dia ingin membuka kamar baru untuknya sendiri


Lolana mengemasi bajunya dan meninggalkan secarik kertas untuk Alex


...Aku gak kemana mana, hanya saja aku butuh waktu sendiri, kita masih di hotel yang sama hanya saja kamarnya yang berbeda...


Lolana menuju kamar yang di pesannya lalu dia mengistirahatkan tubuhnya karena dia merasa sangat amat lelah