
Karena begitu penasaran dengan cerita Garani, diam-diam Liam menguping pembicaraan mereka bertiga.
"Aku harus mencari tau apa yang sedang terjadi???. cari tempat yang aman untuk menguping pembicaraan mereka"
Dari kejauhan tampak kayran melihat tingkah lucu temanya itu.
"Dasar si Liam untuk apa buang-buang waktu menguping pembicara mereka padahal tidak ada untungnya sama sekali"
Liam mengetahui bahwa kayran sedang memperhatikan dirinya. Liam melambaikan tangannya kearah kayran sambil tersenyum, hal itu membuat kayran mengalihkan pandangannya.
"Kayran...kayran, katanya tidak mau melihat kearah Garani. Tapi pandangannya selalu mengarah kepada Garani, aku yakin kalau kayran masih belum bisa melupakan Garani sepenuhnya. Lebih baik aku menjahilinya saja pasti seru, hehehehe"
Liam memulai aksinya untuk menganggu kayran yang sedang memandangi Garani.
"Kay, kalau masih cinta itu terus terang saja. Jangan malu-malu begitu"
"Apa maksud kamu Liam ???" Berbicara dengan isyarat bibir
"Kamu mau bicara apa kay, yang jelas dong bicaranya jangan pelan-pelan begitu pasti dia tidak akan tau tentang perasaan kamu yang sebenarnya"
Garani tau kalau Liam sedang membicarakan dirinya. Garani pura-pura tidak mengetahui bahwa Liam sedang membicarakan dirinya dan kayran didepan semua orang.
"Garani"
"iya Clarin, ada apa???"
"Sepertinya Liam sedang membicarakan mu"
"Maksudnya???"
"Apa kamu benar-benar tidak tau siapa orang yang dimaksud Liam itu???"
"Memangnya Liam sedang membicarakan tentang siapa??" Pura-pura tidak tau
"Kamu benar-benar tidak tau atau pura-pura tidak tau Garani"
"Aku benar-benar tidak tau apa yang kamu maksudkan Clarin"
"Kamu tidak berbohong kan Garani"
"Berbohong untuk apa Clarin, siapa pun yang sedang dibicarakan Liam aku tidak peduli sedikit pun sekarang aku benar-benar pusing sekarang jadi untuk apa aku harus tau apa yang dia bicarakan, tidak penting juga kan"
"Iya juga sih, lebih aku mendengarkan ceritamu saja. Ayo cerita kenapa wajahmu jadi aneh seperti ini"
"Ya ampun ini anak terlalu jujur banget kalau bicarakan, sabar..sabar Garani kalau kamu emosi barang-barang mahal yang selalu kamu dapat bakalan hilang satu persatu" batin Garani
"Garani kenapa kamu malah melamun, cepat cerita apa yang sebenarnya terjadi"
"Iya Clarin, akan aku cerita kan apa yang terjadi sebenarnya"
Garani mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Melihat hal itu Willy mulai mengganggu kayran dengan membicarakan hal-hal yang tidak penting yang akan membuat kayran kesal.
"Kayran ayo jujur saja kamu belum bisa melupakan cinta pertama mu itu kan"
"Apa-apaan ini, sudah cukup Liam. Aku tidak ingin membahas soal ini lagi" berberbicara dengan isyarat bibir
"Kenapa kamu tidak ingin membahasnya lagi kay, ayo jujur saja sekarang jangan malu-malu. Aku akan mendukung apa pun keputusan mu teman"
"Dari mana dia bisa tau apa yang aku katakan padahal hanya melihat gerak bibirku saja, ternyata Liam itu tidak bisa diremehkan begitu saja" batin kayran
"Kamu baru tau kalau aku orangnya seperti apa kay, ayo katakan semuanya aku akan tau apa yang ingin kamu bicarakan walaupun aku tidak melihat kamu bicara"
"Apa!!?!.suara hatiku saja dia tau, setelah kecelakaan itu Liam menjadi sangat berubah dan bersikap sangat aneh. Menakutkan saja" batin kayran
"Kamu tidak perlu takut kay, aku akan selalu menjaga rahasiamu walaupun aku belum pernah mendengarkannya"
"Aku harus berhati-hati mulai sekarang, sepertinya Liam mengetahui apa yang aku katakan hanya dengan melihat mataku. Sebaikanya aku tidak memandangi matanya saat bicara" batin kayran
"Kayran jadi kamu tidak ingin mengatakan apa-apa lagi padanya"
Kayran membalikkan tubuhnya menghindar dari pandangan Liam yang terus memancing nya untuk mengatakan apa yang selama ini selalu dipendamnya.
"Kayran kenapa kamu berbalik badan, apa kamu yakin tidak ingin menjelaskan semuanya"
"Untuk apa aku harus menjelaskannya lagi semuanya itu telah berakhir yang ada aku seperti ingin mengharapkan nya kembali. Dasar si Liam buat masalah saja" batin kayran
"Ya sudah kalau tidak mau bicara, aku menyerah kay"
"Akhirnya kamu menyerah juga Liam "batin kayran
Kayran kembali melamun ditempat duduknya sambil memandang kearah jendelanya sedangkan Liam kembali menjadi penguping yang handal untuk mengetahui apa sebenarnya terjadi kepada Garani. Garani mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi"
"Baiklah akan aku ceritakan semuanya. Kalian kenal Sony kan???"
"Sony???, Sony yang mana" tanya Laura
"Sony anak kepala sekolah kita"
"Oh, Sony Pratama putra" jawab Clarin
"Jadi gosip tentang kedekatan kamu dan Sony setelah kamu putus dengan kayran ini benar adanya"
"Gosip???, jadi menurut mereka aku cuma berkhayal saja pacaran dengannya"
"Jadi kamu benar-benar pacaran dengannya setelah belum lama putus" Jawab Clarin
"Cepat sekali kamu melupakan kayran" jawab Laura
"Mau gimana lagi kalau sudah tidak cinta kenapa harus dipertahankan"
"Andaikan aku bisa seperti kamu" jawab Laura
"Memangnya kamu belum bisa melupakan Fikri" jawab Garani
"Untuk melupakan orang yang telah menghabiskan waktu bersama itu sangat sulit Garani" jawab Laura
"Kalau Laura belum bisa melupakan Fikri berarti cintanya tulus. Jadi aku tau kenapa Garani bisa dengan mudah melupakan kayran dari hidupnya" jawab Clarin
"Memangnya apa???" Tanya Laura
"Karena cinta Garani itu tidak tulus untuk kayran.Coba kamu lihat kayran yang sedang melamun disana sepertinya dia memikirkan sesuatu"
"Iya juga Clarin, setelah putus saja kayran belum punya pacar lagi sedangkan Garani dengan mudah punya pacar lagi" jawab Laura
"Sial, kenapa aku yang disalahkan disini. Padahal aku ingin mereka bersimpati kepadaku bukannya menyalahkan aku seperti itu. Garani...Garani kenapa kamu asal bicara tadi, sekarang bagaimana supaya Laura dan Clarin merasa kasihan kepadamu kalau apa yang kamu katakan hanya merendahkan dirimu saja" keluh Garani didalam hatinya
"Garani kamu baik-baik saja???" Tanya Clarin
"Iya aku baik"
"Lanjutkan ceritanya"
"Setelah kami berpacaran beberapa hari dengan tiba-tiba Sony memutuskan hubungan kami tanpa sebab yang jelas"
"Jadi karena alasan seperti ini kamu sedih"
"Iya, aku menangis semalam karena masalah ini"
"Apa kamu sudah bertanya kenapa Sony memutuskan hubungan kalian???"
"Sony hanya mengatakan kalau diantara kami berdua tidak ada kecocokan dan Sony sangat bosan menjalani hubungan seperti ini"
"Sepertinya Garani kenapa karmanya" Laura berbisik ketelinga Clarin
"Aku setuju apa yang kamu katakan, perempuan matre seperti Garani itu memang pantas mendapat hukumannya"
"Kalian berdua sedang bicara tentang apa????, kenapa harus berbisik-bisik. Apa aku tidak boleh tau apa yang kalian berdua bicarakan saat ini"
"Kami tidak sedang membicarakan tentang siapa pun Garani"jawab Laura
"Iya aku dan Laura sedang membahas pelajaran yang sulit untuk dikerjakan"
"Kalian pikir aku tidak tau apa yang sedang kalian berdua bicarakan, dasar tidak pandai berbohong. Untuk aku orangnya cerdik jadi dengan mudah aku tau apa yang sedang kalian sembunyikan dariku" batin Garani
"Garani...Garani" Clarin melambaikan tangannya kewalahan Garani
"Iya...iya sampai dimana tadi"
"Kamu melamun ya"
"Tidak Clarin, hanya sedang memikirkan sesuatu"
"Memikirkan apa???"
"Bukan apa-apa"
Liam mendengarkan apa yang sedang mereka bertiga bicarakan.
"Rasakan itu cewek matre, kena karma kan sekarang makanya jangan coba-coba menyakiti hati sahabatku kayran. Ternyata Sony hebat juga aktingnya"
Willy merasa cukup puas karena bisa membalas perbuatan Garani yang sudah mempermainkan perasaan sahabatnya.