L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 29 - Sudahlah



Tidak berapa lama setelah itu Sean tiba dirumah kayran.


"Pasti itu Sean, kenapa selama ini dia baru datang menjemputku. Entah apa yang telah dilakukannya bersama Rose menyebalkan itu"


"Semoga saja Sandara tidak marah"


Sandara membuka pintu rumah itu dan Sean tidak menyadari bahwa sandara lah yang telah membukan pintu untuknya..


"Kayran, maaf kakak terlambat"


"Darimana saja kamu, sudah beberapa jam aku menunggumu disini"


"Sandara, kak Sean kira kayran"


"Jangan banyak basa-basi, kamu itu hanya membuatku menunggu saja kalau kamu tidak berniat menjemputku kenapa kamu memaksakan diri"


"Sandara, maafkan kakak. Lain kali kak Sean akan menjemputmu lebih awal lagi"


"Tidak perlu, aku bisa meminta supir untuk menjemputku. Lain kali tidak perlu repot-repot menjemputku karena aku tidak butuh bantuan mu"


"Sandara jangan seperti itu, iya kakak minta maaf sudah membuatmu lama menungu tapi lain kali kakak akan menjemputmu lebih awal dan tidak membuatmu menunggu lama seperti ini lagi. Oh iya kayran kemana kak Sean membawakan sesuatu untuknya"


"Sedang istirahat dikamarnya, wah kebetulan sekali ya kamu membawa makanan untuk kayran tapi kalian berdua sudah mengetahui kalau aku sedang berada disini dan yang kamu bawa sekarang hanya itu mengalihkan. Benar begitu kan tuan Sean yang terhormat"


"Bukan seperti itu Sandara, tadi kakak mampir dulu ketoko kue dan membelikan ini untuk kayran. Kak Sean tidak bermaksud apa-apa, kamu harus percaya Sandara"


"Oh iya, bagus dong. Aku tidak menuduhmu hanya asal bicara saja dan kenapa kamu ketakutan seperti itu Sean, pasti sekarang kamu sedang menyembunyikan sesuatu kan. Matamu itu tidak bisa berbohong Sean. Aku tau pasti tadi kamu menghubungi kayran dan menayakan dimana keberadaanku saat ini dan kue ini punya sebagai alasan saja supaya kamu bisa datang kesini dan menjemputku. Tapi apa yang kamu lakukan itu sia-sia Sean karena aku akan pulang naik taksi. Bye Sean"


"Tunggu dulu Sandara, aku kesini ingin menjemputmu dan pokoknya kamu harus pulang kerumah bersamaku"


"Lepaskan tanganku Sean, aku mau pulang"


"Aku tidak akan melepaskannya, pokoknya kamu harus pulang bersamaku"


"Lepaskan tanganku Sean, aku sudah katakan kepadamu bahwa aku akan pulang dengan menggunakan taksi. Apa kamu tuli ya"


"Pokoknya kamu harus pulang denganku"


"Aku tidak mau Sean, cepat lepaskan tanganku sekarang juga"


"Tidak akan aku lepaskan Sandara"


"Kalau seperti itu aku akan teriak sekarang dan semua orang akan datang kesini"


"Lakukan saja, kak Sean tidak takut sama sekali"


"Dasar menyebalkan, lepaskan aku sekarang Sean. Cepat lepaskan!!!!!"


Mendengar suara teriakan yang cukup keras, kayran terbangun dari tidurnya.


"Siapa yang berteriak sekeras itu??, menganggu istirahat ku saja. Apa mungkin itu kak Sandara????, coba aku pastikan saja"


"Sean cepat tanganku"


"Tidak akan aku lepaskan"


"Lepaskan!!!!!, cepat lepaskan Sean!!!!"


Rose juga keluar dari rumahnya karena mendengar suara teriakan yang begitu keras dari rumah kayran.


"Siapa yang berteriak sekeras itu???, apa sesuatu terjadi???, apa aku harus kesana untuk mengetahuinya???. Tapi itu bukan urusanku. Apa yang harus aku lakukan sekarang????. Kalau terjadi sesuatu bagaimana???. Sebaiknya aku kesana saja"


Disaat Rose ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi tiba-tiba saja ponselnya berdering hal itu membuat langkahnya terhenti.


"Kenapa disaat seperti ini ponselku harus berbunyi, apa sebaiknya aku abaikan saja. Tapi kalau itu telepon penting bagaimana????, aduh angkat tidak ya. Ponselnya didalam lagi. Bagaimana ini???, ayo putuskan sekarang Rose"


Pada akhirnya Rose kembali kedalam rumahnya untuk mengambil ponsel miliknya.


"Ternyata Adrika yang menelepon, aku harus bagaimana sekarang. Angkat atau aku abaikan saja, tapi kalau aku mengabaikannya pasti Adrika kecewa. Sebaiknya aku angkat saja"


Sandara terus saja menolak untuk pulang bersama Sean, tapi tetap saja Sean memaksa Sandara untuk pulang bersamanya.


"Sean, lepaskan tanganku. Apa kamu tidak paham juga dengan apa yang aku katakan"


"Aku tidak akan melepaskan mu sampai kamu mengatakan akan pulang bersamaku"


"Aku melakukan ini karena aku perduli dengamu Sandara, kamu itu adikku jadi sepantasnya seorang kakak selalu melindungi adiknya"


"Hahahaha, apa aku tidak salah dengar. Kamu itu hanya anak yang dipungut oleh kedua orang tuaku jadi jangan menganggap bahwa kamu adalah bagian dari keluarga ku. Ingat itu"


"Tunggu dulu kak, apa benar yang dikatakan kak Sandara bahwa kak Sean bukan anak kandung dari keluarga kak Sandara"


"Kayran sejak kapan kamu berada disini"


"Baru saja kak Sean"


"Sepertinya kamu kutang sehat, apa kamu sedang sakit kayran"


"Kayran hanya kelelahan saja kak Sean"


"Apa teriakan Sandara membangunkan mu kayran???"


"Sepertinya begitu kak, tapi apa yang sebenarnya terjadi???. Kenapa kak Sandara berteriak sekeras itu kalau ada yang salah paham bagiamana???"


"Biarkan saja kalau ada yang salah paham. Kamu tanya sendiri kenapa kakak melakukan hal ini"


"Tunggu, sebelum membahasnya kayran hanya ingin memastikan satu hal. Apa benar kak Sean bukan anak kandung dari keluarga kak Sandara???"


"Apa yang dikatakan Sandara itu benar Kayran"


"Jadi selama ini kak Sandara membenci kak Sean hanya karena masalah ini, kak Sandara keterlaluan sekali"


"Keterlaluan bagaimana kayran, coba kamu jelaskan"


"Kak Sandara apa salah kalau kak Sean bukan anak kandung dari tante, kak Sean juga pasti terkejut akan hal itu. Seharusnya kak Sandara bisa menerima hal itu, kakak seharusnya beruntung memiliki kak Sean jadi bagian dari keluarga kakak"


"Itu menurutmu tapi tidak dengan kak Sandara, sudahlah bicara dengan kalian berdua membuatku bertambah kesal saja. Lepaskan tanganku Sean aku ingin pulang sekarang"


"Kak Sean lepaskan saja tangan si keras kepala itu jangan perdulikan dia. Biarkan dia pulang sendiri"


"Tapi kayran, bagaimanapun Sandra itu adik kak Sean jadi kakak harus selalu menjaganya dan melindunginya kayran"


"Iya kayran tau, tapi orang seperti kak Sandara itu tidak pantas mendapatkan perlakuan spesial seperti ini kak"


"Kayran, pada akhirnya seseorang akan berubah tinggal tunggu waktunya saja"


"Semoga saja kak Sandara bisa berubah kak Sean"


"Kayran, kak Sean harus menyusul Sandara. Maaf jika teriakan Sandara membuatmu terbangun"


"Tidak masalah kak, kayran juga sudah istirahat sebentar jadi kakak tidak perlu minta maaf akan hal ini. Kayran tau bagiamana kak Sandara"


"Oh iya, ada beberapa kue yang kak Sean beli ditoko langganan tante. Tolong kamu simpan dikulkas ya kayran"


"Kuenya hanya untuk mama saja"


"Tidak juga, kak Sean juga membeli kue kesukaanmu kayran jadi makanlah nanti"


"Pasti kayran makan kak, terimakasih untuk kuenya "


"Iya, sama-sama. Kalau begitu kak Sean pulang dulu kayran, kalau kamu merasa kurang sehat beri tahu saja tetangga disebelah mu pasti dia akan membantumu dan ini nomor ponselnya simpanlah pasti kamu akan membutuhkannya"


"Kak Sean kenal tetangga itu"


"Begitulah, simpan nomornya atau hubungi kak Sean jika kamu tidak ingin menghubunginya. Kak Sean pulang dulu"


"Hati-hati dijalan kak"


"Pasti, dan satu hal lagi bersikap baiklah kepada tetangga barumu itu. Dia adalah orang yang sangat baik, kamu sangat beruntung bisa mempunyai tetangga seperti dia"


"Oh iya, kita lihat saja nanti kak Sean. Apa yang kak Sean katakan itu sebuah kebenaran atau tidak" batin kayran


"Kayran, kak Sean pergi dulu. Pasti Sandara belum jauh dari sini"


"Iya kak"


Kayran semakin penasaran tentang tetangga baru disamping rumahnya itu.