L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 28 - Mudah ditebak



Sandara terus saja menghubungi Sean tapi tetap saja Sean mengabaikan panggilan telepon darinya.


"Sean, kamu itu benar-benar keterlaluan. Tidak biasanya kamu mengabaikan panggilan telepon dari ku, apa perempuan yang sering dibicarakannya itu adalah Rose. Ini tidak bisa dibiarkan pokoknya Sean tidak boleh terlibat dalam hal ini, aku harus mencari cara untuk memisahkan mereka berdua. Satu masalah sudah teratasi timbul masalah baru, benar-benar menyebalkan"


"Kak, kenapa kakak bisa berada disini???"


"Kayran, kamu sudah bangun"


"Apa aku tidur terlalu lama, sekarang jam berapa kak???"


"Jam 17:30"


"Kenapa kayran bisa tertidur ya???, perasaan kayran tidak mengantuk sama sekali. Apa kakak tau kenapa kayran bisa seperti ini???"


"Kakak juga tidak tau, mungkin saja tetangga barumu tau apa yang sedang terjadi"


"Tetangga baru???, apa tadi dia kesini kak???"


"Apa kamu benar-benar tidak ingat??, bukanya tadi tetanggamu kemari dan memberikan kamu sesuatu"


"Memberikan apa kak???, kenapa kayran tidak ingat sama sekali"


"Anak ini benar-benar menyebalkan, ternyata obat tidur yang aku berikan dosisnya tidak bergitu tinggi. Aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya percaya dengan apa yang aku katakan. Ayo Sandara mulailah berpikir" batin Sandara


"Kak, kenapa diam"


"Kayran sebaiknya kamu duduk dulu disini nanti kakak akan kasih tau semua nya"


"Baiklah"


Kayran menuruti permintaan Sandara. Kebohongan apa lagi yang akan dilakukan oleh Sandara kali ini.


"Kayran sudah duduk kak, cepat katakan sebenarnya apa yang sedang tejadi"


"Sebaiknya kamu harus lebih berhati-hati kayran"


"Maksud kak Sandara???"


"Sepertinya tetangga barumu itu berniat jahat"


"Kenapa kakak bisa bicara seperti itu???"


"Kakak mengatakan nya karena sudah ada buktinya kayran"


"Bukti apa kak???, tolong kakak jelaskan"


"Kayran, tadi tetangga barumu itu datang kerumah ini dan membawa minuman yang sangat aneh"


"Terus apa yang terjadi selanjutnya kak???"


"Dia memaksamu untuk meminumnya"


"Setelah itu apa yang tejadi kak???"


"Kamu pingsan dan kakak membawamu masuk kedalam kamar"


"Jahat sekali dia, kayran harus bertemu dengannya sekarang juga"


"Jangan sekarang kayran"


"Kenapa kak, orang jahat seperti dia harus diberi hukuman supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama"


"Kamu memang benar tapi tanpa bukti apa pun itu percuma saja kayran"


"Benar juga, terus apa yang harus kayran lakukan kak"


"Itu hal yang gampang kayran"


"Caranya???"


"Buatlah supaya dia tidak betah tinggal dirumah itu, gampang kan"


"Benar juga, orang jahat seperti dia tidak pantas tinggal dilingkungan ini"


"Kamu benar sekali, jadi cobalah cari cara untuk mengusirnya dari sini secara halus. Biarkan dia sendiri yang pergi atas keinginannya sendiri"


"Kayran akan melakukannya kak, kakak lihat saja nanti pasti berhasil"


"Akhirnya kayran mulai terpengaruh dengan apa yang aku katakan, masalah ini bisa teratasi dengan mudah . Kamu memang hebat Sandara, hahahaha" batin Sandara


"Kak"


"Iya kayran, ada apa???"


"Maaf"


"Untuk????"


"Tadi kayran pingsan dan pasti kakak yang bersusah payah membawa kayran sampai kedalam kamar"


"Kayran kamu itu telalu polos, yang membuatmu pingsan itu aku bukannya Rose. Tapi sudahlah mau bagaimana lagi kesalahan yang aku perbuat saat ini harus ada kambing hitamnya kalau tidak semuanya akan kacau" batin Sandara


"Kak, kayran sedikit pusing mau kembali kekamar. Tidak apa-apa kayran tinggal disini sendirian"


"Tidak apa-apa kayran, sebentar lagi kak Sean akan menjemput kakak. Jadi beristirahatlah dikamar mu, apa mau kakak antar???"


"Tidak perlu kak, kayran bisa sendiri. Kayran tinggal dulu kak"


"Iya"


Karena kepala sedikit pusing kayran memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya. Setelah kepergian kayran, Sandara tampak kesal karena Sean sedang bersama Rose.


"Satu sudah pergi dan yang satunya juga tidak muncul, Sean ayo angkat teleponnya kamu itu jangan membuatku bertambah kesal"


"Kak"


"Ini Kayran kak, apa terjadi sesuatu???. Sepertinya kakak sangat kesal"


"Kayran, kakak tidak apa-apa. Maafkan kakak yang kayran menganggu istirahat mu"


"Yang minta maaf seharusnya kayran kak, gara-gara kayran kak Sandara menjadi kesal dan berteriak seperti itu"


"Jangan salah paham kayran, Kakak tidak bermaksud seperti itu"


"Iya kak, kayran tau kok kakak pasti sedang kesal dan sekarang kekesalan kakak sudah sampai batasnya"


"Anak ini, seharusnya tidak muncul disaat aku sedang kesal seperti ini. Kenapa dia harus keluar dari kamarnya bukannya tadi dia ingin beristirahat. Apa mungkin efek dari obat itu sudah tidak ada lagi???, lain kali aku harus menambahkan dosis obat itu lebih tinggi lagi supaya si cerewet kayran tidak mengangguku" batin Sandara


"Kak, kak Sandara. Kakak baik-baik saja???"


"Iya kayran, ada apa???. Apa kamu mengatakan sesuatu????"


"Tidak ada kak, kayran hanya ingin mengambil air minum saja didapur"


"Mau kak Sandara ambilkan"


"Kayran bisa mengambilnya sendiri kak"


"Ok, kalau kamu ingin seperti itu. Kalau perlu sesuatu kasih tau kakak"


"Iya kak, oh iya kakak pasti sedang menunggu kak Sean"


"Kenapa kamu bisa tau kalau kakak sedang menunggu kak Sean???, apa kak Sean tadi menghubungimu kayran???"


"Tidak kak, kayran hanya menebak saja. Kalau begitu kayran kedapur dulu"


"Baiklah"


Kayran berlalu pergi meninggalkan Sandara sendirian diruang tamu yang cukup luas itu.


"Kayran kamu itu tidak pandai berbohong, semuanya sudah terlihat jelas dari matamu itu. Aku tau pasti Sean menyebalkan itu yang tadi menghubungimu dan mencari tau dimana keberadaanku saat ini. Kayran kamu itu bukan tandingan ku dalam hal ini" batin Sandara


Setelah mengambil minuman kayran kembali kekamarnya.


"Apa tadi kak Sandara tidak curiga ya???, kayran takut kak Sandara sudah mengetahui semuanya. Sebaiknya kayran telepon kak Sean untuk memastikannya"


Kayran mulai menghubungi nomor telepon Sean untuk memastikan sesuatu.


"Rose, apa sekarang kamu tinggal dirumah ini???"


"Iya kak Sean, sekarang rumah yang berada tepat dibelakang kita ini adalah rumah Rose. Apa kak Sean mau masuk dulu???"


"Lain kali saja Rose, kak Sean harus menjemput seseorang"


"Apa dia tinggal disekitar sini???"


"Rumahnya tepat disamping rumahmu ini Rose"


"Kak Sean kenal dengan pemilik rumah itu???"


"Iya Rose, kayran itu adalah adik sepupunya kak Sean. Apa kamu sudah bertemu denganya???"


"Belum kak, mungkin sore nanti Rose akan kerumahnya"


"Semoga kesan pertamamu tidak terlalu buruk ya Rose"


"Kenapa kak Sean bisa bicara seperti itu???"


"Kayran itu sebenarnya anak yang sangat baik hati hanya saja sering kali suasana hatinya sering berubah-ubah jadi tolong dimaklumi saja"


"Iya kak, Rose tidak sabar ingin bertemu kayran"


"Semoga kalian berdua bisa lebih akrab, oh iya besok kamu ada waktu???"


"Besok Rose sangat sibuk disekolah kak, memangnya kenapa????"


"Kakak hanya ingin mengajakmu jalan-jalan, tapi sepertinya kamu sangat sibuk jadi lain kali saja"


"Maaf ya kak"


"Tidak apa-apa Rose jangan merasa bersalah seperti itu, kak Sean juga mengerti kalau kamu saat ini sedang sibuk jadi jalan-jalannya bisa lain kali saja kalau kamu tidak sibuk"


"Kak Sean"


"Iya"


"Sepertinya dari tadi ponsel kakak berdering beberapa kali pasti orang yang ingin kakak jemput sudah menunggu kakak"


"Mungkin, tapi sebenarnya yang akan kakak jemput itu adik kak Sean"


"Oh iya, pasti adik kak Sean sangat cantik"


"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu???"


"Karena kak Sean sangat tampan jadi adik kakak juga sangat cantik"


"Kalau dibandingkan dengan kamu, lebih cantik Rose dibandingkan adik kak Sean"


"Hahahaha, kak Sean ada-ada saja Rose itu tidak cantik sama sekali. Jadi tidak mungkin Rose dibandingkan dengan adik kak Sean jaraknya itu pasti sangat jauh kak"


"Semuanya bisa terjadi Rose, percay dirilah karena kamu itu memang sangat cantik dan baik hati"


Rose tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya terdiam disamping Sean dengan masih memegang uang pemberian tante Ghania.