
Sandara tiba lebih awal dengan gaun indahnya masuk kedalam ruangan pesta, seseorang menghampirinya.
"Wah..wah, Sandara malam ini kamu sangat cantik. Pasti gaun yang kamu kenakan saat ini sangat mahal sekali harganya."
"Jangan terlalu berlebihan seperti itu Veronika, gaun mu juga pasti sangat mahal. Tapi sepertinya gaun ku jauh lebih mahal dibandingkan gaun mu. Sudah dulu ya aku harus pergi sekarang."
"Ok, aku juga harus bertemu yang lainnya. Berbicara denganmu hanya membuang waktuku saja. Ayo cantik kita pergi sekarang." Ajak Veronika
"Iya Vero."
"Panggil princess Veronika, apa kamu lupa Laliya"
"Baik princess Veronika, maaf atas kesalahku tadi."
"Sudah lupakan saja, sebaiknya kita pergi bertemu tamu-tamu kaya lainnya."
"Baik"
"Lalita tolong fokus, jangan sampai gaun mahal ku ini kotor."
"Maaf princess Veronika, aku akan lebih hati-hati lagi."
"Bagus, kalian berdua jangan membuat suasana malam ini bertambah buruk dan jangan katakan apa pun kepada orang rumah tentang apa yang aku lakukan kepada kalian berdua. Kalian berdua paham kan."
Laliya dan Lalita pergi bersama Veronika untuk bertemu para tamu dipesta itu. Laliya dan Lalita adalah si kembar yang hidup atas belas kasih keluarga Veronika untuk menebus semua kebaikan itu keduannya rela untuk menjadi pelayan untuk Veronika. Hal itu mereka berdua lakukan tanpa sepengetahuan kedua orang tua Veronika. Saat ini yang ada dibenak mereka berdua adalah bagaimana cara membahagiakan Veronika walaupun perasaan mereka terluka karena perlakuan Veronika terhadap keduannya. Asalkan Veronika bisa bahagia itu sudah cukup bagi mereka berdua.
"Sampai kapan kedua kembar itu harus menjadi pelayan untuk Veronika, apa mereka akan terus hidup seperti itu sampai sisa hidup mereka. Sebaiknya aku harus mencari cara supaya Veronika tidak melakukan hal buruk kepada si kembar baik hati itu."
Walaupun Sandara keras kepala tetapi dalam hatinya dia selalu perduli, tapi entah kenapa Sandara tidak bisa berdamai dengan kakaknya. Padahal kakaknya saat menyayangi dirinya seperti adik kandungnya sendiri walaupun keduannya bukan sedarah.
"Hai Sandara, malam ini kamu sangat cantik sekali."
"Tante Ghania, tante juga sangat cantik malam ini. Oh iya tante Adrika nya kemana ya ???, apa dia tidak datang kepesta ini???."
"Adrika masih diluar bertemu teman-teman lama nya, sebentar lagi dia juga akan masuk. Oh iya Sandara kemana mama dan kakakmu???, apa mereka tidak bisa hadir???."
"Mungkin sebentar lagi tante, tadi Sandara menggunakan mobil yang lain jadi Sandara datangnya lebih awal."
"Oh begitu, ya sudah tante tinggal dulu. Tante mau bertemu teman-teman lama tante dulu."
"Iya tante."
Setelah cukup lama berbasa-basi dengan para tamu yang dikenalinya, Sandara pergi mencari keberadaan Adrika.
"Adrika pergi kemana???, kenapa dari tadi tidak muncul juga. Sepertinya tante Ghania berbohong."
Sandara terus saja mencari keberadaan Adrika, tetapi dia tidak juga mememukannya. Sampai pada akhirnya Sandara menyerah dan pergi mencari tempat duduk untuk beristirahat.
"Sepertinya Adrika tidak menghadiri pesta ini. Aku sudah mencari di berbagai sudut ruangan ini tetapi tetap saja tidak terlihat sedikitpun keberadaan Adrika. Kalau seperti ini kenyataannya aku tidak ingin menghadiri pesta yang membosankan ini."
"Benar, aku juga tidak terlalu suka pesta membosankan seperti ini."
Sandara menoleh kearah suara yang berbicara kearahnya. Sandara tampak sangat tekejut saat mengetahui siapa orang yang berada disampingnya saat ini.
"Sandara, kamu itu dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah ya. Masih saja cerewet seperti dulu. Oh iya bagaimana kabar tante dan kak Sean???."
"Kak Ki-Hyun, Sandara sudah berubah sekarang. Kakak tidak bisa melihatnya sendiri."
"Melihatnya harus dari mana Sandara, kamu itu masih tetap sama seperti dulu, masih tetap cantik." Goda Ki-Hyun
"Kak Ki-Hyun!?!!"
"Sandara"
"Apa???"
"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak yang satunya"
"Pertanyaan yang mana???"
"Bagaimana kabar tante dan kak Sean????"
"Mereka baik-baik saja"
"Syukurlah kalau begitu, tapi kakak tidak melihat keberadaan tante dan kak Sean. Apa mereka tidak hadir dipesta malam ini???"
"Masih didalam perjalanan menuju ke sini kak, mungkin sebentar lagi juga sampai. Oh iya kak bagaimana kabar kak Hanny???, bukannya sebentar lagi kakak akan menikah."
Ki-Hyun terdiam sejenak dan tidak menjawab sedikitpun pertanyaan yang diberikan Sandara kepadanya. Hal itu membuat Sandara sedikit curiga dengan perubahan Ki-Hyun saat ini.
"Kak Ki-Hyun, kenapa hanya diam saja???. Apa pertanyaa Sandara membuat kakak merasa tidak nyaman???." Tanya Sandara
"bukan seperti itu sandara, hanya saja saat ini hanna sudah tenang disana."
"senang disana maksudnya apa ya kak???, sandara benar-benar tidak mengerti apa yang kakak maksud itu. apa yang terjadi sebenarnya kak ki-hyun???." tanya sandara dengan penuh rasa penasaran.
Dengan menarik nafas sejenak, ki-hyun mulai menceritakan kejadian memilukan itu.
"sebenarnya hanna sudah lama meninggal dunia sandara."
"apa!???, pasti kak ki-hyun sedang mengada-ngada sekarang. jelas-jelas beberapa waktu ini sandara sering menghubungi kak hanna jadi tidak mungkin kak hanna meninggal dunia. pasti kak ki-hyun sedang berbohongkan"
"sebenarnya yang sering menghubungimu itu adalah orang suruhan kak ki-hyun, itu semua kak ki-hyun lakukan atas permintaan terakhir dari hanna"
"sandara belum percaya semua yang dikatakan kak ki-hyun kalau sandara belum melihat bukti-buktinya."
"baiklah, akan kak ki-hyun buktikan bahwa apa yang telah dikatakan kakak adalah sebuah kebenaran."
ki-hyun mengeluarkan ponsel miliknya dan mulai mencari sebuah file yang membuktikan bahwa hanna benar-benar sudah tidak berada didunia ini lagi bersamanya. sebuah video berdurasi beberapa menit yang telah mengubah semua kesalahpahaman selama ini.
(sebuah video diputar)
"hai sandara yang cantik, bagaimana kabarnya???.semoga sehat selalu ya. sehubungan adanya video ini kak hanna cuma mau kasih tau bahwa kakak tidak bisa menghadiri pesta ulang tahunmu yang ke 17 karena kak hanna harus menemui kakek kakak yang sedang sakit keras. tapi kamu tidak perlu khawatir karena kak hanna sudah menyiapkan hadiah spesial untuk sandara dan semoga sandara suka hadiahnya. oh iya jangan lupa salam untuk sean ya. jangan sering bertengkar dengan sean, dia itu kakak yang sangat baik dan penyayang jadi sandara sangat beruntung punya sean didalam kehidupan sandara."
hal buruk terjadi diakhir-akhir video yang memperlihatkan sebuah kejadian yang memilukan. sebuah kejadian besar juga terekam didalam video tersebut. dimana hanna tampak terombang ambing didalam mobil yang ditumpanginya. kaca mobil hancur berantakan dan mengenai dirinya. walaupun begitu ponsel miliknya tetap memperlihatkan kejadian itu karena ponsel itu berada didalam sebuah tas kecil transparan miliknya. karena hanna orangnya pelupa jadi dia selalu membawa tas itu kemana saja kalau dirinya ingin pergi.