L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 14 - Aku baik-baik saja



Rose merasa khawatir tentang kondisi Adrika karena wajahnya semakin pucat. Rose meminta Adrika untuk pulang lebih dulu tetapi Adrika menolaknya dan tetap ingin pulang bersama Rose.


"Adrika"


"Iya Rose"


"Wajahmu semakin pucat lebih baik kamu segera pulang saja , pasti supirmu sudah menunggumu didepan pintu gerbang sekolah"


"Aku tidak mau Rose, aku hanya ingin pulang bersamamu"


"Jangan keras kepala Adrika, wajahmu semakin pucat. lain kali saja kamu pergi kerumah ku masih banyak waktu kan"


"Aku tidak mau Rose, aku hanya ingin pulang bersamamu"


"Adrika apa yang dikatakan Rose itu benar, sebaiknya kamu pulang saja dulu.Aku takut kondisimu akan semakin buruk kalau kamu memaksakan untuk pergi"


"Aku tidak apa-apa sahara, aku hanya kelelahan saja. Istirahat sebentar nanti juga akan sembuh, kamu tidak perlu khawatirkan tentang kondisi kesehatanku"


"Sembuh bagaimana, wajahmu saja semakin pucat. Sebaiknya kita pulang sekarang.Biarkan Rose pulang sendirian hari ini, tidak apa-apa kan Rose"


"Iya tidak apa-apa, Adrika sebaiknya kamu pulang biarkan sahara yang mengatarkan mu sampai ke mobilmu. Jangan khawatirkan aku, aku bisa pulang sendiri. Aku kan punya sepeda jadi kamu tidak perlu khawatir"


"Tapi Rose, hari ini aku hanya ingin berkunjung kerumah barumu"


"Rumah baru???, jadi gosip yang aku dengar waktu itu benar kalau dia diusir dari rumah paman dan bibinya. Aku harus terus mengawasi perempuan ini, pasti dia hanya memanfaatkan kebaikan Adrika demi kepentingan pribadinya dari caranya bersikap saja aku sudah mengetahuinya pasti perempuan ini hanya mengincar kekayaan Adrika dengan berpura-pura baik kepadanya. Ini tidak bisa dibiarkan Adrika harus menjauh dari perempuan ini bagaimanapun caranya aku harus memisahkan mereka berdua. Semua ini aku lakukan demi Adrika" batin sahara


"Jangan keras kepala Adrika, lain kali kamu bisa berkunjung kerumah ku. Pikirkan dulu kesehatanmu aku tidak ingin hal buruk terjadi dengamu kalau kamu terus memaksakan diri seperti ini Adrika. Aku mohon sebaiknya kamu pulang saja kerumah mu" pinta Rose


"Tapi aku ingin sekali berkunjung kerumahmu Rose, jadi jangan memaksakan ku untuk pulang lebih dulu"


"Adrika pentingkan kesehatanmu dulu,kalau terjadi sesuatu kepadamu bagaimana, apa kamu mau Rose yang disalahkan atas masalah ini. Jangan keras kepala Adrika, semua ini demi kebaikan kita. Apa kamu mau Rose yang menjadi menderita karena keegoisan mu ??"


Adrika diam sejenak memikirkan apa yang tadi dikatakan oleh sahara kepadanya.


"Semoga saja apa yang aku katakan membuat Adrika membuat nya sadar. Apa istimewa nya coba perempuan yang bernama Rose itu???. Dia kan sudah besar untuk apa mengantarkannya pulang pasti dia bisa pulang sendirikan. Dasar Adrika buang-buang waktu saja" batin sahara


"Jadi apa keputusanmu Adrika???"


"Iya Rose, aku masih memikirkannya"


"Untuk apa harus dipikirkan lagi Adrika, apa yang dikatakan sahara benar sebaiknya kamu pulang saja"


"Baik, aku akan pulang tapi..."


"Tapi apa???"


"Kamu yang mengantar ku sampai ke mobil"


"Iya"


"Dan sahara"


"Apa Adrika???"


"Tolong bawakan tasku dan tasnya Rose, bisakan"


"Apa???, kenapa harus aku yang membawakan tasnya bukannya Rose. Dasar Adrika menyebalkan" batin sahara


"Sahara...sahara kenapa kamu melamun, apa kamu tidak bisa membawakannya untukku"


"Tentu saja aku bisa Adrika, mana tas-tasnya biarkan aku saja yang membawakannya"


"Serahkan tasmu juga Rose"


"Tidak usah, aku bisa membawanya sendiri"


"Tapi pasti pundakmu sedang sakit kan"


"Maksudnya???"


"Tadi aku cukup lama bersandar dipundakmu jadi aku pikir pasti kamu kesakitan sekarang maka itu serahkan saja tasmu kepada sahara biarkan sahara yang membawakannya untukmu"


"Tapi..."


"Berikan saja tasnya jangan membantah lagi Rose"


Rose tidak bisa menolaknya mau tidak mau Rose menyerahkan tasnya kepada sahara.


"Sini Rose tasnya biarkan aku membantumu untuk membawakannya"


"Tapi tasku sangat berat sahara"'


"Tasku juga berat jadi tidak masalah Rose, berikan saja sekarang tasnya sebentar lagi penjaga sekolah tiba apa kamu mau terkunci semalaman diruang kelas ini"


"Kalau aku sih mau-mau saja asalkan tekuncinya bersama denganmu Rose"


"Apa-apaan ini, Adrika rela dikunci didalam kelas asalkan bersama Rose. Adrika mulai tidak terkendali sekarang aku harus mencari cara supaya Adrika bisa menjauh dari Rose apa pun caranya. Ini demi kebaikan Adrika. Aku tidak mau Adrika salah pergaulan kalau terus bersama Rose" batin sahara


"Sahara....sahara...sahara"


"Iya...iya...kenapa Adrika???"


"Kamu melamun lagi ya"


"Hehehehe"


"Anak-anak apa yang lakukan disini, kelas ini akan bapak kunci apa kalian tidak ingin keluar"


"Iya Pak, kami akan segera keluar. Maafkan kami Pak" jawab Rose


"Teman kalian kenapa???, sakit"


"Iya Pak" jawab sahara


"Kenapa kalian tidak membawanya ke uks untuk diobati"


"Sudah kami lakukan tetapi dia keras kepala sekali Pak dan tidak ingin pergi" jawab sahara


"Apa benar yang dikatakan olehnya???"


"Iya Pak" jawab Adrika


"Sebaiknya kamu segera ke uks untuk memeriksakan kondisimu itu"


"Apa ruangan uks masih dibuka Pak???"


"Sepertinya masih, sebaiknya bawa teman kalian untuk pergi kesana"


"Baik Pak, kalau begitu kami pergi dulu. Maaf menganggu waktu bapak pasti bapak sedang sibuk" jawab sahara


"Tidak apa-apa, sebaiknya kalian jangan menunda lagi untuk segera membawanya ke uks sebelum uks nya tutup. Ayo cepat jangan terlalu lama berpikir"


"Baik Pak, kami akan segera kesana" jawab Rose"


"Ayo Adrika, kita pergi ke uks dulu sebelum pulang" ajak sahara


"Tidak, aku hanya ingin pulang saja"


"Apa kondisimu sudah mulai membaik Adrika???" Tanya Rose


"Aku sudah tidak apa-apa Rose, hanya saja tubuhku tidak mampu bergerak"


"Apa kamu diare????, dari tadi kamu ke toilet terus" tanya Rose


"Sepertinya tidak, pagi tadi aku baik-baik saja"


"Apa ada makanan yang kamu tidak boleh makan???"


"Sepertinya tidak sahara, tadi aku hanya meminum air yang minta dari Rose"


"Pasti ada sesuatu didalam minuman itu"


"Jangan bicara sembarang begitu sahara kalau kamu tidak ada buktinya"


"Bukannya aku bermaksud menuduh Rose seperti itu, aku hanya menebak saja. Maafkan aku ya Rose kalau yang aku katakan itu membuatmu sedih"


"Tidak apa-apa sahara, mungkin minuman ku tadi sudah basi dan Adrika memaksa ku untuk memberikan kepadanya. Maaf Adrika gara-gara minumanku kamu jadi sakit sekarang" jawab Rose


"Ini sepenuhnya bukan salahmu Rose tetapi ini semua salahku karena aku tidak mendengarkan semua perkataan mu jadi jangan salahkan dirimu seperti ini"


"Kenapa Adrika tidak marah kepadanya????, setelah kepergian ku yang cukup lama Adrika semakin banyak berubah" batin sahara


"Lihat itu Rose"


"Kenapa???"


"Setelah dia kembali, sikapnya menjadi aneh"


"Menjadi aneh bagaimana maksudnya???"


"Dari tadi sahara sering sekali melamun, pasti terjadi sesuatu denganya"


"Kenapa kamu tidak tanyakan saja"


"Bukanya aku tidak ingin bertanya Rose, hanya saja..."


"Memangnya kenapa???, lebih baik bertanya dari pada sok tau kan"


"Iya juga, tapi aku tidak ingin ikut campur saja"


"Ya sudah, lupakan saja. Gampang kan"


"Rose kamu itu, sukanya bercanda ya"


"Bercanda????, aku tidak bercanda Adrika"


"Iya..iya.." Sambil mencubit pipi Rose


"Adrika apa yang kamu lakukan"


"Mencubit pipimu Rose, hahaha"


"Saat sakit seperti ini kamu masih saja bercanda"


"Hehehehe"


"Adrika...Adrika"


Sahara semakin cemburu melihat kedekatan keduanya.