L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 04 - Jangan ganggu dia



Setibanya disekolah terlebih dahulu Rose memarkirkan sepeda kesayangannya dan setelah itu Rose menuju kelasnya. Seseorang memanggil Rose mau tidak mau Rose harus menoleh kearah suara itu berasal.


"Pagi Rose" sapa Adrika


"Pagi"


"Kamu kemana saja beberapa hari tidak masuk sekolah???" Tanya Adrika


"Aku sakit"


"Kamu sakit apa Rose???, kenapa tidak menghubungi ku???"


"Cuma sakit biasa Adrika, nomor Ponselmu terhapus"


"Apa terhapus!??!, kok bisa"


"Ya ampun Adrika bisa tidak kalau bicara itu suaranya jangan terlalu nyaring begitu, kalau jantung ku lemah bagaimana"


"Hehehe, maaf Rose. Habisnya aku kangen banget sama kamu makannya aku khawatir beberapa hari ini kenapa kamu tidak masuk sekolah"


"Terimakasih atas perhatiannya tapi sekarang aku baik-baik saja Adrika, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi"


"Memangnya aku tidak boleh khawatir sama kamu ya Rose"


"Bukannya begitu Adrika, kamu kan sekarang sudah punya pacar jadi aku tidak mau kalau perhatian kamu itu terlalu berlebihan sama aku. Takutnya pacar kamu yang sekarang salah paham Adrika"


"Hahahahaha, hanya karena itu kamu bertingkah seperti ini Rose. Tenang aku sudah putus dengannya"


"Putus???, secepat itu. Bukannya kalian baru pacaran ya"


"Ya ampun ternyata Rose perhatian juga tentang hubungan percintaan ku, hahahaha"


"Apaan sih Adrika, Rose cuma kaget saja bukanya kalian berdua akur-akur saja kenapa tiba-tiba putus???"


"Biasalah Rose, namanya juga hubungan pasti ada kurang cocoknya"


"Kurang cocok bagaimana, bukannya kamu bilang kalau dia itu tipe pacar idaman kamu banget"


"Iya sih, tapi aku tarik perkataan ku waktu itu kalau dia itu tipe pacar idaman"


"Kenapa???. Pasti kamu yang selingkuh kan"


"Enak saja, jangan asal menuduh seperti itu. Aku itu tipe cowok yang setia"


"Setia???"


"Iya setia, buktinya aku selalu setia menunggu kamu membuka hati untuk ku"


"Apa sih Adrika, bahsanya jadi tidak jelas begitu"


"Memangnya sampai kapan kamu mau menutup hati terus Rose???"


"Aku tidak mau bahas soal ini sekarang Adrika, yang aku pikirkan sekarang itu tentang kelulusan ku dan setelah lulus apa yang harus aku lakukan itu saja Adrika. Kalau soal perasaan aku belum memikirkannya"


"Baiklah Rose, aku akan mengerti setiap keputusan mu. Setelah lulus apa kamu akan melanjutkan untuk kejenjang yang lebih tinggi"


"Mungkin aku lansung mencari perkerjaan setelah lulus nanti"


"Kamu tidak kuliah"


"Uang untuk kuliah itu sangat besar Adrika jadi aku tidak akan bisa membayarnya"


"Kamu bisa ikut beasiswa kan"


"Iya juga, tapi aku belum kepikiran untuk kuliah"


"Kalau kamu tidak sanggup membayar biaya kuliah aku bisa membantumu membayarnya"


"Tidak perlu Adrika, aku tidak mau menjadi beban bagi orang lain"


"Tapi kamu itu bukan beban Rose, aku dengan senang hati membantumu"


"Terimakasih atas tawarannya Adrika, tapi untuk saat ini aku belum memikirkan tentang melajutkan kuliah"


"Itu karena kamu sudah diusir dari rumah kan Rose"


Seseorang memotong pembicaraan keduanya.


"Si tukang gosip ganggu saja"


"Adrika jangan bicara seperti itu"


"Tapi Rose dia itu memang ratu gosip disekolah ini. Semua tentang kehidupan orang lain pasti dia yang lebih tau"


"Hahahaha, itu kamu tau kan Adrika. Jadi jangan banyak bicara dan dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu"


"Kamu itu tidak bisa berubah ya Asiltha, selalu saja ikut campur dengan kehidupan orang lain"


"Bukannya mau ikut campur Adrika, aku itu banyak ingin menjelaskan sebuah kebenaran"


"Kebenaran apanya yang kamu lakukan itu hanya selalu menyakiti hati saja"


"Tapi Rose si ratu tukang gosip ini memang harus dijelaskan apa yang dia lakukan itu tidak berguna sama sekali"


"Tidak berguna bagiamana maksud kamu Adrika, karena informasi yang aku berikan itu yang membuat mereka mengetahui apa yang tidak mereka tau kan"


"Informasi untuk merendahkan orang lain maksud kamu"


"Adrika lebih baik kita ke kelas saja, ayo Adrika"


"Tunggu dulu Rose, aku belum selesai"


"Ayo kita pergi saja Adrika"


"Kamu takut ya Rose kalau apa yang aku katakan saat ini akan membuatmu dijauhi oleh Adrika"


"Apa pun yang akan kamu katakan tentang Rose aku tidak akan percaya sama sekali"


"Kamu yakin begitu Adrika, tapi kamu belum mendengarkan apa pun. Jadi mana mungkin kamu bisa percaya sepenuhnya sama teman disampingmu itu. Mungkin saja saat ini dia sedang menyembunyikan sesuatu"


"Jangan asal bicara kamu Asiltha, kalau sampai kamu menyebarkan gosip yang tidak benar tentang Rose aku akan buat perhitungan sama kamu. Lihat saja nanti"


"Takut, hahahaha. Apa pun yang akan kamu lakukan aku tidak akan pernah takut Adrika. Jadi lakukan sesuka hatimu"


"Dasar perempuan aneh"


"Sudah Adrika ayo kita pergi sekarang"


"Tapi Rose, aku belum puas kalau dia belum menyadari apa yang selalu dilakukannya itu hanya menyakiti hati orang yang menjadi bahas gosipnya. Apalagi kamu selalu menjadi bahan gosipnya Rose. Sebagai teman aku tidak terima"


"Sampai sekarang aku baik-baik saja, jadi sebaiknya kita pergi dari sini. Bukanya kamu mau meminjam buku catatanku. Ayo Adrika kita pergi"


"Kita belum selesai Asiltha, aku akan buat perhitungan sama kamu"


"Aku tidak takut, kita lihat saja apa yang akan aku katakan ini terbukti kebenarannya Adrika"


"Apa pun yang akan kamu katakan tidak ada satu pun yang aku percaya, jadi sebaiknya berhenti melakukan hal bodoh seperti itu Asiltha"


"Kita lihat saja nanti, siapa diantara kita yang akan dipercaya Adrika. Pada akhirnya kamu akan tau bagaimana kebusukan hati Rose"


"Hati yang lebih busuk itu kamu Asiltha jadi jangan asal bicara dan cepatlah berubah mulai sekarang sebelum menyesal"


"Menyesal????, untuk apa aku harus menyesal atas apa yang aku lakukan Adrika. Seharusnya mereka itu berterimakasih kepadaku, karena apa yang akan aku katakan itu sebuah kebenaran Adrika bukan hal yang mengada-ngada karena aku punya bukti yang jelas"


"Bukti untuk menjatuhkan orang lain maksudmu"


"Adrika sudah jangan dilanjutkan lagi, ayo kita pergi dari sini" Rose menarik tangan Adrika mengajaknya untuk pergi


"Ini karena Rose memintaku pergi bersamanya, tapi masalah ini belum selesai sepenuhnya Asiltha. Lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk membuatmu berhenti melakukan hal bodoh seperti ini"


"Ok, akan aku tunggu apa yang akan kamu lakukan Adrika"


"Lihat saja nanti"


"Ayo Adrika" Rose menarik tangan Adrika


Setelah kepergian Adrika dan Rose, seseorang menghampiri Asiltha yang masih berada diparkiran sepeda.


"Kamu lihat sendirikan bagaimana Adrika membela Rose"


"Iya Asiltha, aku melihat semuanya. Jadi ini alasannya Adrika memutuskan hubunganku dengannya"


"Rose memang seperti itu orangnya Sandara jadi kamu jangan terlalu percaya wajah polosnya itu. Kamu lihat sendiri kan Adrika begitu membela Rose"


"Aku akan buat perhitungan dengan mu Rose"


"Itu yang harus kamu lakukan Sandara"


"Katakan apa yang harus aku lakukan untuk menyingkirkan Rose dari samping Adrika"


"Kita bicarakan ini ditempat lain saja, kalau kita bicara disini rencana pasti akan ketahuan. Mata-mata Rose itu banyak Sandara jadi kamu harus selalu waspada"


"Hebat juga dia, punya banyak mata-mata disekolah ini. Padahal dia bukan apa-apa nya dibandingkan aku yang punya segalanya"


"Mungkin itu hanya keberuntungan Rose saja Sandara karena punya prestasi yang bagus disekolah ini"


"Kita lihat saja seberapa lama dia akan bertahan dengan apa yang dimilikinya saat ini"


"Apa kamu sudah punya ide Sandara???"


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadanya"


"Pasti itu hal yang seru, aku tidak sabar untuk melihatnya"


"Kamu pasti akan menyukainya Asiltha, ini pasti akan menjadi lebih seru dari apa tahu pernah kamu lakukan kepadanya"


"Ok, kita lihat saja nanti"


Bel berdering saatnya untuk Sandara dan Asiltha kembali ke kelas masing-masing. Entah apa yang akan dilakukan Sandara kepada Rose. Hanya Sandara yang tau apa yang akan dia lakukannya untuk mempermalukan Rose didepan semua orang termasuk Adrika yang selalu membela rise dibandingkan dirinya.