
Disisi lain kayran sedang sibuk mencari beberapa buku diperpustakaan, tiba-tiba saja dari arah belakang seseorang mengejutkan nya.
"Kay, sedang apa kamu???"
"Liam!!!, kamu itu mengagetkan ku saja"
"Tolong yang disana jangan ribut, kalau ada yang ingin bicarakan silahkan keluar dari perpustakaan ini"
"Maaf ibu cantik, saya yang salah"
"Liam..Liam, ternyata kamu yang bikin ulah. Jangan ganggu kayran dia sedang sibuk"
"Saya juga sedang sibuk ibu cantik"
"Kamu sibuk apa Liam, kamu tidak membawa apa-apa ditangan mu itu jadi bagaimana kamu mengatakan kalau kamu sedang sibuk"
"Saya memang sedang sibuk buk"
"Kamu sibuk apa Liam"
"Sibuk mencintai ibu"
"Kamu ini ya Liam kelakuannya aneh-aneh saja"
"Memangnya kenapa buk, apa yang saya katakan itu benar"
"Jangan mengada-ngada lagi Liam, ibu sudah punya suami jadi buang pikiran aneh mu dan lulus saja dengan nilai yang bagus"
"Ibu ini mudah sekali di ganggu, hahaha. Siapa juga yang mau dengannya"
"Liam, kenapa kamu jadi melamun??"
"Saya hanya kecewa buk"
"Kecewa kenapa???"
"Cinta saja bertepuk sebelah tangan"
"Dasar anak aneh selalu saja menganggu ibu penjaga perpustakaan" batin
"Sudahlah Liam, sebaiknya kamu bantu kayran membawa buku-buku itu"
"Iya buk, akan saya lakukan demi ibu"
"Sebaiknya aku pergi saja dari sini, sebelum anak ini berbicara hal aneh kepadaku" batin buk Wety
"Ibu mau kemana???"
"Saya mau kembali ketempat duduk, silahkan lanjutkan mencari bukunya tapi ingat Liam jangan berisik"
"Siap ibu cantik"
Karena merasa malu ibu Wety kembali ketempat duduknya, setelah ibu Wety berlalu pergi Liam mulai tertawa melihat tingkah lucu ibu Wety yang tersipu malu dengan apa dikatakan tadi.
"Hahahaha" tertawa dengan suara pelan
"Senang ya"
"Tentu saja kay, kamu lihat sendirikan bagaimana wajah ibu Wety"
"Aku sarankan sebaiknya jangan melakukan hal aneh seperti itu lagi Liam"
"Memang kenapa kay, itu hal yang sangat menyebalkan jadi sayang untuk dilewatkan bergitu saja"
"Terserah kamu saja, kalau terjadi sesuatu jangan bawa-bawa aku"
"Iya sayang" goda Liam
"Dari pada kamu menganggu ku lebih baik bantu aku membawa buku-buku ini keatas meja yang berada disana"
"Untuk apa buku sebanyak ini kay"
"Jangan banyak bertanya bawakan saja buku-buku ini untukku"
"Baiklah sayang, aku akan membawanya untukmu"
"Hentikan lelucon mu itu Liam"
"Memangnya kenapa sayang???, hahaha"
"Liam!?!!, jangan membuatku marah"
"Kamu marah ya sayang, jangan marah dong nanti aku sedih"
"Liam!!?!, kamu itu ya"
"Hahahaha"
Dengan cepat Liam berlari menjauh dengan membawa beberapa buku ditangan nya.
"Kaburrrr....sayangku marah, hahaha"
"Awas kamu ya"
"Maaf, bercanda sayang"
"Liam!?!!!"
"Hehehe"
Setelah cukup puas menganggu kayran, Liam pergi dari perpustakaan tanpa memberitahu kepada kayran kenapa dia pergi.
"Anak itu pergi kemana lagi, kapan dia bisa berubah"
"Hai kay"
"Hai"
"Boleh aku duduk disini, semua kursi sudah penuh"
Kayran melihat sekeliling ternyata apa yang dikatakan perempuan asing itu benar adanya. Kayran mempersilakan perempuan asing itu duduk bersamanya.
"Pilih tempat yang membuatmu nyaman"
"Jadi aku boleh duduk disini"
"Tentu, silahkan"
"Terimakasih kay"
"Kamu tau namaku, apa kita pernah bertemu sebelumnya"
"Rupanya kamu sudah lupa ya kay"
"Aku senja, perempuan yang kamu tolong waktu itu"
"Senja???, senja yang mana ya aku lupa"
"Yang kamu tolong saat ada preman ingin merampas tas milikku"
"Senja ayu"
"Iya, aku senja ayu"
"Aku baru tau kamu sekolah disini juga"
"Sama, aku juga baru tau kalau kita satu sekolah kay"
"Maaf ya senja kalau tadi aku lupa kamu itu siapa"
"Tidak apa-apa kay, sepertinya kamu sedang sibuk ya"
"Sedikit, ada beberapa buku yang aku butuhkan. Bagaimana denganmu senja apa yang sedang kamu kerjakan"
"Aku hanya ingin mengembalikan buku yang ku pinjam, tapi sepertinya ibu perpus sedang sibuk jadi aku mencari tempat untuk menunggu dan kebetulan saja aku bertemu denganmu kayran"
"Jadi begitu, tunggu saja disitu dulu"
"Apa aku akan mengganggu jika aku duduk disini????"
"Kenapa kamu bicara seperti itu???"
"Aku hanya takut kalau keberadaanku membuatmu tidak nyaman"
"Jangan bicara seperti itu aku juga tidak terlalu sibuk jadi katakan saja apa yang kamu perlukan aku akan membantumu mencarinya"
"Tidak perlu repot-repot kay, aku bisa mencari buku yang akan aku pinjam jadi kamu lanjutkan saja belajarnya"
"Baiklah, kalau ada perlu apa-apa beritahu aku saja"
"Iya"
Kayran tampak fokus belajar, untuk saat ini kayran menjadi anak yang rajin belajar dan hal itu membuat orang-orang yang mengenal bagaimana dirinya menjadi sangat heran. Walaupun kayran suka membantu teman-temannya yang selalu dijahili oleh teman lainnya tetapi untuk soal belajar kayran saat tidak bersemangat untuk melakukan hal itu. Tapi hari ini kayran tampak serius belajar.
"Akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi kayran, aku kira kita tidak akan bisa bertemu setelah kejadian waktu itu. Tetapi Tuhan sungguh baik telah mempertemukan aku denganmu lagi, aku benar-benar sangat senang apa lagi kita satu sekolah jadi aku bisa sering-sering melihatmu lagi" batin senja
"Senja"
"Iya kay, ada apa???. Apa aku membuatmu terganggu"
"Tidak senja"
"Syukurlah, tapi apa yang ingin kamu katakan kay"
"Sepertinya ibu penjaga perpus tidak sibuk lagi apa kamu tidak ingin pergi, bukannya aku bermaksud mengusirmu dari sini hanya saja ini waktu yang tepat untukmu mengembalikan buku yang kamu pinjam"
"Iya, aku paham maksud perkataan mu kay. Kalau bergitu aku pergi bertemu itu penjaga perpus dulu"
"Baiklah"
"Aku pergi dulu kay, apa aku boleh bertemu kamu lagi kay"
"Tentu saja boleh senja"
"Kalau begitu apa aku boleh minta nomor Ponselmu"
"Tentu, sini Ponselmu"
"Ini kay"
(Menunggu beberapa saat)
"Senja sudah aku masukan nomorku diponsel mu"
"Terimakasih kay, akan aku kirim pesan untukmu"
"Ok"
"Aku tinggal dulu kay"
"Iya silahkan"
"Apa aku boleh duduk disini lagi???"
"Tentu"
Senja tersenyum kearah kayran, kayran membalas senyuman itu. Untuk beberapa saat keduanya saling pandang.
"Senja, jantungmu berdetak sangat kencang. Tetap tenang senja jangan sampai kayran tau tentang ini, ayo bersikap biasa saja senja" batin senja
Melihat senja melamun kayran mulai menyadarkannya dan tanpa disadari apa yang dilakukan olehnya membuat senja terkejut dan jatuh tepat dipelukan kayran. Hal itu membuat senja semakin salah tingkah dengan apa yang dilakukan oleh kayran kepadanya.
"Senja!?!!"
"Iya kay" sambil terkejut
"Senja awas"
"Aaaaaaa"
Dengan cepat kayran menolong senja untuk kedua kalinya keduanya saling pandang satu sama lain. Hal itu membuat jantung senja berdetak sangat kencang.
"Kamu tidak apa-apa senja, apa ada yang terluka. Maaf jika aku mengagetkan mu tadi"
"Senja apa ini jantung mu semakin berdetak sangat kencang jangan sampai kayran mendengarkannya" batin senja
"Apa kamu baik-baik saja???, Senja...senja kamu baik-baik saja"
"Iya...iya kay. Ada apa???"
"Aku tanya apa kamu baik-baik saja"
"Iya aku baik-baik saja"
"Syukurlah"
"Terimakasih sudah menolongku"
"Iya sama-sama, lain kali kamu harus berhati-hati"
"Tentu, kalau begitu aku pergi dulu kay"
"Baiklah"
Hari ini senja begitu bahagia bisa bertemu lagi penyelamatnya sekaligus cinta pertamanya.